3 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Saibansah Dardani dan Seteguk Air

Saibansah Dardani, anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

MADINAH — Pukul sebelas siang di Mina, Makkah, Arab Saudi. Matahari menggantung tepat di atas kepala ketika dua lelaki lanjut usia berjalan pelan di antara lautan manusia yang memenuhi jalur menuju Jamarat. 

Wajah mereka tampak lelah. Langkah mereka pun tidak lagi tegap. Sejak malam sebelumnya, keduanya terpisah dari rombongan dan tidak tahu bagaimana cara kembali ke hotel tempat mereka menginap di kawasan Syisya.

Malam itu mereka tidur di pinggir jalan. Beruntung, banyak jemaah lain yang berbagi makanan dan minuman sehingga keduanya bisa bertahan hingga pagi. Namun ketika siang menjelang, kebingungan itu belum juga berakhir.

Di tengah situasi itulah Saibansah Dardani (Jurnalis Batam Today) dan Aditya Nugroho (Jurnalis TVOne) bertemu dengan mereka.

“Pak, ke mana arah Jamarat?” tanya salah seorang jemaah itu.

Pertanyaan sederhana. Namun bagi Junaidi dan Faizal, dua jemaah asal Sumatera Selatan dari Kloter 13 Embarkasi Palembang, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah jalan pulang.

Saibansah dan Oho—sapaan akrab Aditya Nugroho—kemudian mengantar keduanya menuju Jamarat. Dari titik itulah kedua jemaah tersebut mengaku kembali mengenali arah menuju hotel mereka.

Peristiwa itu hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi Saibansah, di situlah ia memahami bahwa tugas petugas haji sering kali sesederhana membantu seseorang menemukan jalan pulang.

Padahal jauh sebelum mengenakan atribut PPIH, kehidupan Saibansah lebih akrab dengan ruang redaksi, rapat liputan, dan tenggat berita. Sebagai Pemimpin Redaksi Batamtoday.com dan J5newsroom.com, pria yang akrab disapa Cak Iban itu telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia jurnalistik. 

Kariernya dimulai sejak menjadi wartawan Harian Pagi Riau Pos pada awal 1990-an. Sejak saat itu, puluhan tahun hidupnya dihabiskan untuk mengejar peristiwa, mencari narasumber, dan menuliskan cerita orang lain.

Namun musim haji tahun ini menghadirkan pengalaman yang berbeda. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia datang ke Tanah Suci bukan untuk memburu berita. Ia datang untuk melayani.

Jalan panjang menuju Tanah Suci
Kesempatan itu tidak datang begitu saja. Sebagai wartawan dari media lokal di Sumatera, Saibansah harus bersaing dengan lebih dari sebelas ribu pendaftar petugas haji dari seluruh Indonesia. 

Mereka berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Ada aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, anggota TNI dan Polri, akademisi, aktivis organisasi kemasyarakatan Islam, hingga para profesional dari berbagai bidang.

“Menjadi petugas haji bukan pekerjaan mudah. Harus bersaing dengan ribuan orang dari seluruh Indonesia dan harus melewati berbagai tahapan seleksi,” tutur ayah dua putra dan satu putri ini.  

Berbekal pengalaman panjang di dunia jurnalistik, sertifikat kompetensi wartawan utama, status sebagai asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta Ahli Pers Dewan Pers, Saibansah mengikuti seluruh proses seleksi yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah RI. Ia juga mendapat rekomendasi resmi yang ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dan mantan Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang.

Namun semua itu tidak membuat jalan menuju Tanah Suci menjadi lebih mudah. Ia tetap harus melewati seluruh tahapan seleksi yang sama seperti ribuan peserta lainnya. Mulai dari seleksi administrasi, tes CAT (Computer Assisted Test), wawancara di Asrama Haji Pondok Gede, hingga pendidikan dan pelatihan yang berlangsung selama hampir satu bulan.

Di Pondok Gede, para calon petugas tidak hanya belajar soal teknis pelayanan jemaah. Mereka juga ditempa melalui pelatihan semi militer yang melibatkan instruktur dari TNI dan Polri. Disiplin, kerja sama tim, komunikasi, hingga simulasi penanganan kondisi darurat menjadi bagian dari keseharian mereka.

“Tujuannya agar para petugas siap melayani jemaah dan mampu bekerja dalam situasi yang serba cepat serta penuh tekanan,” kata alumnus Pondok Pesantren Al Amien Prenduan Sumenep Madura Jawa Timur ini.

Namun dari seluruh materi yang diterimanya, ada satu kalimat yang paling membekas. Kalimat itu disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. Pesannya sederhana tetapi menghentak. Tugas utama petugas haji bukanlah berhaji. Tugas utama petugas haji adalah melayani.

Jika suatu saat seorang petugas harus memilih antara menyelesaikan ibadah pribadinya atau membantu jemaah yang membutuhkan pertolongan, maka yang harus didahulukan adalah jemaah.

Pesan itulah yang terus dibawa Saibansah hingga ke Arab Saudi. “Kalimat itu mengubah cara pandang saya tentang ibadah,” ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri (Kepulauan Riau) ini.

Saibansah Dardani (paling kiri) bersama rekan-rekannya sesama anggota MCH Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88