2 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Saibansah Dardani dan Seteguk Air

Saibansah Dardani, anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Anehnya, peristiwa serupa terjadi lagi saat ia menjalani sa’i. Di tengah arus jemaah yang bergerak antara Shafa dan Marwah, seorang perempuan berwajah khas India yang duduk di kursi roda mengangkat tumblr plastik ke arah Saibansah. Ia tidak banyak bicara. Hanya memberi isyarat sederhana yang segera dipahami. Ia kehausan dan meminta dibawakan air zamzam.

Sekali lagi, pertemuan itu berlangsung singkat. Namun ketika ketiga peristiwa itu diingat kembali, Saibansah merasa ada sesuatu yang sulit dijelaskan dengan logika biasa. Mengapa berulang kali ia dipertemukan dengan orang-orang yang membutuhkan air? Mengapa bukan orang lain? Mengapa selalu air minum? Sampai hari ini ia tidak memiliki jawabannya.

Mungkin itu hanya kebetulan. Mungkin juga sebuah pelajaran yang sedang diajarkan Allah dengan cara yang sangat sederhana. Bahwa di Tanah Suci, berbagi tidak selalu berarti memberi sesuatu yang besar. Kadang hanya seteguk air. Kadang hanya sisa air di dalam botol plastik. Namun bagi orang yang membutuhkan, seteguk air itu bisa menjadi bentuk pertolongan yang tidak ternilai.

Seorang perempuan tua di pelataran Masjid Nabawi yang meminta sisa air minumnya. Seorang lelaki berwajah India yang meminta setengah botol air zamzam saat Tawaf Wada. Dan seorang perempuan di kursi roda yang meminta dibawakan air zamzam ketika sa’i. Tiga orang yang berbeda. Tiga tempat yang berbeda. Tiga peristiwa yang tidak saling berkaitan. Tetapi semuanya memiliki satu benang merah yang sama: air. 

Saibansah tidak pernah benar-benar tahu apa makna dari rangkaian peristiwa tersebut. Apakah itu sekadar kebetulan? Ataukah ada pesan yang sedang Allah titipkan melalui cara-cara yang sangat sederhana? Ia tidak berani menyimpulkannya.

Kadang-kadang, pikirnya, Allah tidak selalu mengajarkan sesuatu melalui peristiwa besar. Tidak selalu melalui ceramah panjang atau nasihat yang menggetarkan hati. Ada kalanya pelajaran datang melalui hal-hal kecil yang nyaris luput dari perhatian. Melalui seteguk air. Melalui sebotol zamzam. Melalui seseorang yang membutuhkan pertolongan sederhana. 

“Entah apa arti dari pengalaman-pengalaman tersebut,” ujarnya. “Apakah itu isyarat dari Allah SWT bahwa saya harus lebih banyak lagi berbagi sumber kehidupan? Entahlah. Wallahua’lam bishawwab.”

Kalimat itu tidak lahir sebagai kesimpulan, melainkan sebagai perenungan. Selama bertugas di Tanah Suci, Saibansah belajar bahwa tidak semua hal harus dijawab. Ada pengalaman yang memang dibiarkan tinggal di dalam hati, menjadi pengingat bahwa kebaikan terkadang hadir dalam bentuk yang sangat sederhana. Sesederhana memberikan air kepada orang yang sedang membutuhkan.

Ibadah yang bernama pelayanan
Musim haji akan berakhir. Pada 2 Juli 2026, Saibansah akan kembali ke Indonesia setelah hampir tiga bulan menjalankan tugas di Tanah Suci. Ia akan pulang dengan ribuan foto, ratusan catatan, dan puluhan cerita yang mungkin tidak akan pernah selesai diceritakan. 

Namun lebih dari itu, ia akan pulang dengan pemahaman baru tentang makna pelayanan. Bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya ditentukan oleh sistem yang baik, melainkan oleh ketulusan orang-orang yang bekerja di balik layar. Bahwa melayani jemaah bukan sekadar tugas administratif. Bahwa membantu orang lain beribadah juga merupakan ibadah itu sendiri.

Di antara jutaan manusia yang datang memenuhi panggilan Allah, ada sebagian kecil orang yang dipilih untuk menjadi pelayan bagi para tamu-Nya. Dan bagi Cak Iban, kesempatan menjadi bagian dari kelompok kecil itu adalah anugerah yang sulit diukur dengan apa pun.

“Alhamdulillah, saya bisa menjalankan tugas melayani jemaah haji selama dua bulan lebih,” tuturnya. “Sungguh ini nikmat yang sangat luar biasa dalam hidup saya. Ini adalah pencapaian tertinggi saya sebagai wartawan.”

Pria yang puluhan tahun menghabiskan hidupnya menuliskan kisah orang lain itu akhirnya membawa pulang satu cerita yang sangat personal. Sebagai wartawan, Saibansah Dardani terbiasa menuliskan kisah orang lain. Namun musim haji tahun ini memberinya satu cerita yang sangat personal. 

Bahwa di antara jutaan manusia yang datang memenuhi panggilan Allah, ada sebagian kecil orang yang dipilih untuk melayani mereka. Dan sering kali, pengabdian itu hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: menunjukkan arah kepada yang tersesat, menemani yang kebingungan, atau sekadar berbagi seteguk air kepada orang yang membutuhkan.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88