3 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Saibansah Dardani dan Seteguk Air

Saibansah Dardani, anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Menulis, mendokumentasikan, dan melayani
Pada 17 April 2026, Saibansah berangkat ke Arab Saudi bersama tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah. Secara formal, tugasnya adalah melakukan peliputan, dokumentasi, publikasi, dan menyebarluaskan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Ia menulis berita, membuat laporan lapangan, mendokumentasikan aktivitas jemaah, dan menjembatani informasi antara Tanah Suci dan masyarakat Indonesia. Namun kenyataan di lapangan jauh lebih luas daripada uraian tugas di atas kertas.

Dalam operasional haji, seluruh petugas pada akhirnya adalah pelayan jemaah. Ketika ada jemaah yang kebingungan, mereka membantu. Ketika ada yang tersesat, mereka mengarahkan. Ketika ada yang membutuhkan informasi, mereka menjelaskan.

“Yang terpenting adalah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” tegasnya. 

Peran itu semakin terasa ketika fase puncak haji dimulai. Di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), hampir seluruh petugas dikerahkan untuk mendukung pelayanan jemaah. Aktivitas jurnalistik praktis berhenti. Yang tersisa hanyalah tugas kemanusiaan.

Saibansah masih mengingat bagaimana dirinya dan Oho baru beberapa langkah keluar dari tenda di Mina sebelum dihentikan oleh jemaah yang meminta petunjuk arah menuju Jamarat.

Lalu ada lagi yang menanyakan arah kembali ke hotel. Ada yang terpisah dari rombongan. Ada yang kebingungan mencari tenda. Ada yang hanya membutuhkan teman bicara karena panik.

Dalam satu hari, langkah mereka bisa mencapai lebih dari 31 ribu langkah atau lebih dari 20 kilometer. Namun tak satu pun langkah itu terasa sia-sia. Karena setiap langkah membawa mereka kepada satu hal yang sama: membantu jemaah.

Pelajaran dari sebotol air minum
Di antara begitu banyak pengalaman selama 77 hari bertugas, ada satu hal yang terus dikenang Saibansah hingga hari ini. Bukan rapat, bukan liputan, bukan pula dinamika operasional haji, melainkan sebotol air minum.

Malam itu, selepas shalat Isya di Masjid Nabawi, suasana pelataran masjid masih ramai oleh jemaah dari berbagai negara. Sebagian berjalan menuju hotel, sebagian lagi memilih duduk menikmati malam Madinah yang mulai terasa sejuk setelah seharian diselimuti panas matahari.

Saibansah saat itu berjalan bersama Brata Manggala, sesama petugas MCH Daker Madinah. Di tangannya tergenggam sebuah botol plastik berisi air minum yang tinggal tersisa sebagian.

Tiba-tiba seorang perempuan tua menghampirinya. Perempuan itu datang seorang diri. Wajahnya terlihat lelah. Tidak banyak bicara. Tatapannya justru tertuju pada botol yang sedang dipegang Saibansah.

Awalnya Saibansah mengira perempuan itu ingin menanyakan sesuatu. Namun ternyata tidak. Perempuan itu hanya menunjuk botol air minum di tangannya.

“Saya ambilkan air di Masjid Nabawi ya, Bu?” tawar Saibansah.

Di sekitar mereka, gentong air zamzam tersedia di banyak titik. Mengambilkan air baru tentu bukan perkara sulit. Tetapi perempuan itu menggeleng pelan.

“Tidak usah. Itu saja, Pak,” jawabnya sambil tetap menunjuk sisa air minum di tangan Saibansah.

Saibansah sempat terdiam. Permintaan itu terasa ganjil. Mengapa perempuan itu memilih meminta sisa air minum miliknya, bukan mengambil air yang tersedia begitu banyak di sekitar Masjid Nabawi?

Namun ia tidak banyak bertanya. Perlahan ia menuangkan sisa air tersebut ke dalam botol plastik yang dibawa perempuan itu. Belum sempat percakapan lain terjadi, perempuan tersebut langsung meminum air itu hingga habis. Selesai. Sesederhana itu. Bahkan Saibansah tidak sempat menanyakan nama perempuan tersebut. Namun entah mengapa, peristiwa singkat itu terus tinggal di dalam ingatannya.

Pengalaman serupa kembali terjadi. Kali ini di Masjidil Haram. Saat menjalani Tawaf Wada, di antara putaran-putaran yang kini bahkan sudah tidak lagi ia ingat jumlahnya, seorang pria berwajah khas India tiba-tiba memerhatikan botol air zamzam yang berada di tangannya.

Botol itu tidak penuh. Isinya tinggal sekitar setengah. Pria tersebut tidak berbicara banyak. Ia hanya menunjuk botol itu dengan pandangan yang seolah meminta izin.

“Saya berikan saja sisa air minum saya itu,” kenang Saibansah.

Lelaki itu menerimanya dengan wajah yang sulit dilupakan. Tidak ada percakapan panjang. Tidak ada perkenalan. Tidak ada foto bersama. Hanya perjumpaan singkat antara dua orang asing yang dipertemukan oleh setengah botol air zamzam.

Saibansah Dardani saat menjalankan tugas liputan di Kota Madinah, Arab Saudi. (Foto: Dok. Pribadi)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88