MADINAH – Suasana lobi Hotel Millennium, Madinah, tampak lebih sibuk dari biasanya. Satu per satu bus yang membawa jemaah haji Indonesia gelombang kedua tiba dan langsung disambut petugas haji yang telah bersiaga sejak pagi.
Di tengah arus kedatangan jemaah, perhatian petugas tak hanya tertuju pada kelancaran proses check-in. Lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah perempuan menjadi kelompok yang mendapat prioritas layanan sejak pertama kali turun dari bus.
Kepala Sektor 4 Madinah, Mualim Tamim Sasmita, mengatakan Hotel Millennium saat ini menerima kedatangan jemaah dari kelompok terbang (kloter) BDJ 11 yang seluruhnya ditempatkan di hotel tersebut.
“Saat ini kita menyambut kedatangan dari BDJ 11 yang terdiri dari sembilan rombongan penuh di Hotel Millennium ini,” kata Tamim.
Menurut Tamim, pola layanan yang diberikan mengacu pada semangat penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang mengedepankan prinsip ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas.
Karena itu, begitu jemaah tiba di hotel, petugas langsung memprioritaskan kelompok rentan agar tidak perlu menunggu terlalu lama di area kedatangan.
“Tentunya ada prioritas khusus sebagaimana tagline haji kita 2026 adalah ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas,” ujarnya.
Pemandangan itu terlihat jelas di area lobi hotel. Petugas layanan lansia sigap mendampingi jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas. Kursi roda yang telah disiapkan sebelumnya langsung digunakan untuk mengantar para lansia menuju kamar masing-masing.
Tamim menjelaskan, pihaknya menyiapkan 11 kursi roda untuk mempercepat proses perpindahan jemaah dari area kedatangan menuju kamar yang telah ditetapkan.
“Teman-teman dari Tusi Lansia itu memberikan layanan penuh kepada para lansia untuk menempatkan mereka di kursi-kursi roda yang sudah kami siapkan,” jelasnya.
Tak hanya layanan mobilitas, petugas juga menyiapkan dukungan kesehatan bagi jemaah yang baru tiba. Cuaca Madinah yang masih panas menjadi perhatian tersendiri mengingat sebagian jemaah baru menempuh perjalanan panjang dari Makkah.
Untuk mengantisipasi dehidrasi, petugas kesehatan membagikan larutan oralit sebagai bagian dari layanan penyambutan.
“Selain kursi roda ada prioritas juga bekerjasama dengan tim kesehatan. Yang paling penting ada oralit, larutan oralit yang memang saat ini seperti kita ketahui bersama cuaca sangat agak tinggi, panasnya sehingga itu perlu dibantu dengan cairan oralit tersebut. Dan itu kita utamakan kepada jemaah yang baru datang barusan,” kata Tamim.
Langkah antisipatif lainnya juga dilakukan melalui pembagian masker kepada jemaah setibanya di hotel. Menurut Tamim, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan jemaah setelah perjalanan antarkota dan mengurangi risiko gangguan kesehatan selama berada di Madinah.
Kedatangan jemaah gelombang kedua ke Madinah menandai dimulainya fase baru layanan haji setelah puncak pelaksanaan ibadah di Makkah. Di tengah mobilitas ribuan jemaah, pendekatan pelayanan yang lebih ramah terhadap lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas menjadi wajah yang terus diperkuat oleh petugas haji Indonesia di Tanah Suci.*
