MADINAH – Petugas Sektor 2 Madinah menargetkan jemaah haji yang tiba dari Makkah sudah dapat beristirahat di kamar masing-masing dalam waktu maksimal 30 menit setelah turun dari bus.
Kepala Sektor 2 Madinah, Iskandar Mahyudin, mengatakan seluruh unsur pelayanan telah disiagakan sejak dua jam sebelum kedatangan jemaah. Persiapan dilakukan berdasarkan data yang diterima dari Makkah mengenai jumlah jemaah, kondisi kesehatan, hingga kebutuhan khusus yang diperlukan.
“Ketika jemaah datang, kita sudah dapat informasi baik melalui berapu maupun dari dakat tentang kedatangan jemaah. Dua jam sebelum kedatangan, kita sudah standby di lokasi dan berkolaborasi semua tusi (tugas dan fungsi), baik akomodasi, transportasi, layanan disabilitas, maupun kesehatan untuk menyambut kedatangan jemaah,” kata Iskandar, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, petugas telah lebih dulu menerima data jemaah yang membutuhkan bantuan khusus, termasuk pengguna kursi roda. Karena itu, seluruh kebutuhan telah dipersiapkan sebelum rombongan tiba.
“Kita sudah mendapatkan data berapa jumlah jemaah risiko tinggi, yang perlu kursi roda, yang perlu bantuan dan segala macam, sudah kita persiapkan. Bahkan tim landis sudah siap dengan kursi roda apabila dibutuhkan oleh jemaah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kursi roda yang digunakan telah disiapkan langsung oleh tim layanan disabilitas sektor berdasarkan data yang dikirim dari Makkah.
“Ketika jemaah datang, kita sudah dapat datanya dari Makkah berapa orang yang butuh kursi roda, maka tim landis sudah siap dengan kursi roda yang kita bawa,” katanya.
Selain layanan mobilitas, petugas kesehatan juga disiagakan untuk menangani jemaah yang membutuhkan penanganan medis segera setelah tiba di hotel.
“Ketika jemaah datang, kita akan tanya di kloter apakah ada permasalahan kesehatan. Apabila ada, maka akan segera kita lanjuti, kita berikan pengobatan dan tindakan pertama dari tim kesehatan yang ada di sektor gelombang Madinah,” ujar Iskandar.
Menurut dia, proses kedatangan jemaah gelombang kedua berjalan lebih lancar dibandingkan gelombang pertama. Berbagai evaluasi yang dilakukan pada fase sebelumnya menjadi dasar perbaikan layanan saat ini.
Kedatangan di gelombang kedua ini, lanjut dia, sudah mulai landai. Sebab, berdasarkan pengalaman gelombang pertama, petugas telah melakukan setiap perbaikan layanan dan sudah mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin pernah terjadi di gelombang pertama.
Iskandar menambahkan, setibanya di hotel, jemaah langsung diarahkan menuju kamar masing-masing tanpa harus menunggu proses distribusi koper selesai.
“Ketika kedatangan, langsung kita evakuasi semua jemaah untuk dapat masuk langsung ke kamar. Kita berikan kunci, mereka langsung bisa istirahat,” ujarnya.
Sementara itu, koper jemaah akan didistribusikan menyusul setelah seluruh jemaah berada di kamar.
“Target kita 30 menit, jemaah sudah masuk ke kamar masing-masing. Untuk koper menyusul. Jadi jemaah kita usahakan naik dahulu, kemudian koper kita letakkan di lantai per lantai sesuai kamar jemaah,” tutupnya.*
