2 hours ago
4 mins read

Demokrat Kuasai Kongres AS, Trump Berada di “Tepi Jurang” Pemakzulan?

Ilustrasi kampanye yang digelar Donald Trump (Foto: The New York Times/Ash Adams)

WASHINGTON – Kemenangan telak Partai Demokrat dalam midterm election Amerika Serikat (AS), 3 November 2026, mengubah peta politik Washington secara drastis. Demokrat merebut kembali kendali atas Senat dan House of Representatives (Kongres/ DPR AS), sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Reuters (4/11/2026) mencatat skala kekalahan Republik jauh melampaui pertarungan biasa. Hingga penghitungan Rabu pagi, Republik kehilangan suara di 99 persen dari sekitar 2.200 distrik yang datanya telah dihitung. Di Kansas, Demokrat merebut kursi Senat untuk pertama kalinya dalam 94 tahun. Di Texas, kandidat Demokrat James Talarico mengalahkan kandidat yang didukung Trump, Ken Paxton, dengan selisih sekitar 12 poin.

Demokrat setidaknya menguasai 54 kursi Senat, sementara hasil beberapa kontestasi masih menunggu penghitungan final. Di House, Demokrat juga berhasil mengambil alih mayoritas.²

Dari Pemilu Sela Menjadi Referendum terhadap Trump

Hasil pemilu sela 2026 sulit dilihat hanya sebagai kemenangan Demokrat. Hasil tersebut bisa dipandang sebagai hukuman elektoral terhadap Trump.

Beberapa negara bagian yang sebelumnya menjadi benteng atau kantong suara Republik berubah arah secara mengejutkan. Kansas, Texas, Iowa, South Carolina, North Carolina dan sejumlah wilayah lain memperlihatkan bahwa daya tarik politik Trump tidak lagi otomatis mampu mengangkat seluruh kandidat Republik.

Ilustrasi pemungutan suara di pemilu AS (Foto: indy100.com/ Elli Abraham)

Masalahnya sekarang bukan hanya identitas politik. Pemilih juga menghadapi persoalan biaya hidup, tarif, perang Iran dan sejumlah kontroversi yang melekat pada pemerintahan Trump. Reuters (5/11/2026) mencatat biaya hidup menjadi isu teratas bagi 48 persen pemilih dalam survei Reuters/Ipsos. Pada survei Agustus, 69 persen responden mengatakan kepentingan bisnis pribadi Trump memengaruhi keputusan politik pemerintahannya. Dari sini, midterm election 2026 dapat dibaca sebagai sinyal koreksi publik AS terhadap pemerintahan Trump.

Tekanan bahkan datang dari dalam Partai Republik sendiri, seperti diberitakan Reuters (4/11/2026). Sejumlah strategis Republik meminta Trump mengubah arah pemerintahannya, termasuk mengevaluasi kebijakan tarif dan perang Iran. Trump, sebaliknya, tidak menganggap hasil pemilu tersebut sebagai pukulan personal.

Di sinilah persoalan politik Washington mulai memasuki fase baru.

Kongres Demokrat: Investigasi, Veto dan Ancaman Pemakzulan

Mulai Januari 2027, Demokrat memiliki perangkat konstitusional yang jauh lebih kuat untuk mengawasi Trump. Komite-komite Kongres dapat memanggil saksi, meminta dokumen dan melakukan investigasi terhadap kebijakan maupun transaksi pemerintahan.

Presiden AS Donald Trump (Foto: The White House/ Flickr)

Demokrat bahkan sudah memberi sinyal akan menyelidiki bisnis keluarga Trump, potensi konflik kepentingan, kebijakan imigrasi, proyek pemerintah dan sejumlah transaksi korporasi. Sebagaimana yang diberitakan Reuters (5/11/2026), Ketua baru komite pengawasan House, Robert Garcia, langsung memberi sinyal akan menggunakan kewenangan subpoena alias pemanggilan paksa.

Namun, ada perbedaan penting antara investigasi dan pemakzulan.

Investigasi dapat menjadi pintu masuk menuju impeachment, tetapi tidak otomatis berujung pada pemakzulan. Kongres memiliki kewenangan mengajukan pasal pemakzulan dengan suara mayoritas sederhana. Jika parlemen melakukan impeach, proses berikutnya berlangsung di Senat melalui persidangan. Untuk memberhentikan presiden, diperlukan suara dua pertiga senator yang hadir.

Trump sudah dua kali mengalami proses tersebut pada masa jabatan pertamanya. Kongres memakzulkannya pada 2019 dan kembali memakzulkannya pada 2021. Namun, Senat membebaskannya pada kedua kesempatan itu. Kini sejarah seperti membuka pintu yang pernah dilewati Trump. Tetapi pintu itu belum tentu akan dilalui.

Suasana ruangan Kongres AS pasca-voting impeachment terhadap Presiden Trump pada 13 Februari 2021 (Foto: Senate TV/ Getty Images)

Demokrat sendiri menghadapi dilema. Jika terlalu cepat mengubah kemenangan elektoral menjadi agenda balas dendam politik, mereka dapat kehilangan dukungan pemilih yang sebenarnya memilih mereka karena ekonomi dan biaya hidup. Reuters (5/11/2026) memperingatkan bahwa Demokrat berisiko kehilangan mayoritas jika investigasi berubah menjadi obsesi politik dan mengalahkan agenda ekonomi.

Dampaknya Tak Hanya Berhenti di Washington

Pergantian kekuasaan di Kongres juga memiliki konsekuensi global. Demokrat memang belum tentu mampu membatalkan tarif Trump. Presiden masih memiliki kewenangan eksekutif yang luas dan hak veto. Untuk mengalahkan veto, menurut laporan Reuters (5/11/2026) Demokrat membutuhkan dukungan dua pertiga di kedua kamar Kongres, sesuatu yang tidak mereka miliki. Namun, Kongres baru dapat mengubah ruang gerak Washington dalam isu perdagangan, anggaran, energi, teknologi dan kebijakan luar negeri.

Dampaknya terasa sampai ke pasar global. Kebijakan tarif Amerika memengaruhi rantai pasok, harga komoditas dan strategi perusahaan multinasional. Perubahan sikap Kongres terhadap kebijakan perdagangan Trump juga dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah ekonomi Amerika.

Dalam geopolitik, sinyalnya juga penting. Sejumlah pemerintah asing langsung membaca kemenangan Demokrat sebagai indikasi perubahan arah politik Amerika. Norwegia melihatnya sebagai sinyal perubahan kebijakan terkait iklim, lingkungan, kebijakan luar negeri dan bantuan pembangunan. Taiwan menegaskan akan tetap mempertahankan kerja sama dengan Washington dalam keamanan, perdagangan dan teknologi. Bahkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez langsung menyatakan selamat melalui akun X terhadap hasil pemilu sela AS tersebut (Reuters, 4/11/2026).

“Kemarin, rakyat Amerika memberikan suaranya untuk menolak kebijakan-kebijakan yang hanya membuat rakyat semakin miskin. Menolak kebencian. Menolak seksisme. Menolak penyangkalan terhadap perubahan iklim. Dan menolak berbagai privilese yang dinikmati kaum elite. Hal itu telah terjadi di Brasil. Kini baru saja terjadi di Amerika Serikat. Dan tak lama lagi akan terjadi di Spanyol.” Tulisnya di akun X pada 4 November 2026.

PM Spanyol Pedro Sanchez (Foto: Reuters/Yves Herman)

Karena itu, midterm election 2026 bukan sekadar soal siapa menguasai Capitol Hill. Pemilu sela 2026 menjadi ujian kedua bagi Trump setelah kembali ke Gedung Putih. Jika investigasi Demokrat menemukan bukti serius, isu pemakzulan Trump dapat kembali muncul. Jika tidak, Trump kemungkinan besar akan bertahan dengan memanfaatkan kewenangan eksekutif (executive privilege) sampai akhir masa jabatannya.

Yang berubah sekarang adalah satu hal penting, yakni bahwa untuk pertama kalinya pada masa jabatan keduanya, Trump tidak lagi memiliki Kongres sebagai sekutu politik utama. Dan dalam politik Amerika, kehilangan Kongres berarti kehilangan banyak hal, mulai dari agenda legislasi, perlindungan politik, ruang manuver, hingga kendali atas seberapa keras seorang presiden dapat diawasi.Oleh karenanya, setelah midterm election ini, jalan menuju pemeriksaan politik terhadap pemerintahan Trump jelas jauh lebih terbuka.

E.S. Raharjo. Tim Redaksi Total Politik

Sumber:

Alexandra Ulmer, “Democrats to Investigate Trump Deals, With Eye on 2028 Race,” Reuters, 5 November 2026, https://www.reuters.com/legal/government/democrats-investigate-trump-deals-with-eye-2028-race-2026-11-05/

Brad Heath & Jason Lange, “Seven Numbers That Explain Democrats’ US Midterm Triumph,” Reuters, 4 November 2026, https://www.reuters.com/world/us/seven-numbers-that-explain-democrats-us-midterm-rout-2026-11-04/

Brittney Melton, “Democrats seize full control of Congress. And, which candidates made history last night”, NPR.org, 4 November 2026, https://www.npr.org/2026/11/04/g-s1-151745/up-first-newsletter-midterms-democrats-congress-control

David Lawder, “Democrats Gain Influence Over Trade Agenda, but Tariff Repeals to Hit Trump Veto Wall,” Reuters, 5 November 2026. Reuters

Nandita Bose, Jarrett Renshaw, dan Bo Erickson, “Republicans Call for Trump to Change Course After Midterm Drubbing,” Reuters, 4 November 2026, https://www.reuters.com/legal/government/republicans-call-trump-change-course-after-midterm-drubbing-2026-11-04/

Reuters Bureaux, “International Politicians React to Democrats Winning US Midterms,” Reuters, 4 November 2026, https://www.reuters.com/world/china/international-politicians-react-democrats-winning-us-midterms-2026-11-04/

Tamara Khandaker, “Democrats Win Congress: How They Did It, and What It Means,” Al Jazeera, 4 November 2026, https://www.aljazeera.com/news/2026/11/4/democrats-win-the-us-senate-what-does-this-mean

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenangan Demokrat dan Kejutan-Kejutan Baru

AMERIKA SERIKAT – Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela (midterm

Trump, Pers, dan Presiden yang “Sukanya Ngeyel”

WASHINGTON – Ada satu hal yang tampaknya sulit diterima Donald
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88