JAKARTA — Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Lenis Kogoya, meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menghentikan aksi kekerasan dan ancaman terhadap masyarakat sipil di Papua.
Seruan tersebut disampaikan menyusul sejumlah aksi kekerasan dan ancaman terhadap warga sipil di Papua.
“Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan,” kata Lenis sebagaimana dikutip Antara, Selasa (11/8/2026).
Lenis juga menyebut adanya ancaman terhadap masyarakat dan jajaran pemerintah daerah agar tidak mengikuti peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Menurutnya, ancaman dan kekerasan tersebut mengganggu keamanan serta aktivitas masyarakat. Lenis kemudian menyampaikan tiga seruan kepada kelompok TPNPB, termasuk juru bicara TPNPB Sebby Sambom.
Pertama, ia meminta kelompok tersebut menghentikan penyebaran informasi bernada ancaman terhadap masyarakat sipil dan pemerintah daerah.
Kedua, kelompok bersenjata diminta tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Ketiga, Lenis meminta TPNPB menghentikan kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap masyarakat sipil.
Lenis juga mengimbau masyarakat di Papua tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi mengenai ancaman yang belum terverifikasi.
Ia mengatakan pemerintah bersama tokoh masyarakat dan adat berupaya menjaga keamanan agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat tetap berjalan.*
