KOTA BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali membuka program Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana untuk angkatan ke-11 tahun akademik 2026. Program beasiswa penuh ini menjadi salah satu upaya BAZNAS memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Melalui program tersebut, calon mahasiswa binaan BAZNAS diberikan kesempatan memilih program studi yang telah ditentukan panitia seleksi di empat perguruan tinggi yang bekerja sama dengan BAZNAS Kota Bekasi. Keempat kampus tersebut yakni Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Bani Saleh, STIT Al Marhalah Al Ulya, dan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-Indonesia).
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Ahmad Tasori, mengatakan program beasiswa penuh tersebut bersumber dari dana zakat yang dikelola Baznas. Program ini merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif yang diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik.
“Program beasiswa full ini diambil dari dana zakat yang dikelola Baznas Kota Bekasi dan termasuk dalam bidang pendayagunaan zakat produktif. Kami ingin zakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pendidikan,” ujar Ahmad.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, program Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana menjadi langkah strategis Baznas Kota Bekasi dalam membantu pemerintah daerah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Ini merupakan program strategis Baznas dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi memberikan kesempatan kepada keluarga tidak mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,” katanya.

Gratis, Tanpa Pungutan
Baznas Kota Bekasi juga menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana tidak dipungut biaya alias gratis.
Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Penegasan tersebut disampaikan untuk memastikan program dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta sejumlah uang selama proses pendaftaran atau seleksi.
“Kami tegaskan bahwa pendaftaran Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana ini gratis. Tidak ada pungutan dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk mengikuti program ini, silahkan kunjungi semua platform resmi sosial media Baznas Kota Bekasi,” tegasnya.
Dari Pendidikan Menuju Kemandirian
Lebih dari sekadar memberikan biaya pendidikan, Baznas Kota Bekasi berharap program tersebut dapat menjadi investasi sosial yang menghasilkan perubahan jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat.
Ia mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah lulus.
“Output-nya adalah pengentasan kemiskinan. Kami berharap para lulusan mahasiswa binaan Baznas nantinya mampu terserap di dunia kerja, mandiri secara ekonomi, dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya,” ujarnya.
Dengan dukungan dana zakat dari para muzaki, Baznas Kota Bekasi berupaya menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju kemandirian. Anak-anak dari keluarga dhuafa tidak hanya dibantu untuk kuliah, tetapi dipersiapkan agar memiliki kompetensi, kesempatan kerja, dan masa depan yang lebih baik.
Program Satu Dhuafa Satu Sarjana pun diharapkan menjadi bagian dari gerakan zakat yang memberikan dampak berkelanjutan: dari zakat untuk pendidikan, dari pendidikan menuju kemandirian, dan dari kemandirian menuju kesejahteraan.***
