2 months ago
9 mins read

Kisah Petugas Haji: Ia Datang untuk Meliput, Lalu Belajar Melayani

Jihan Novitasari, anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Pelajaran di atas sebuah kasur 
Pemahaman itu terus ia bawa hingga memasuki fase paling padat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Setelah menjalani wukuf di Arafah dan murur di Muzdalifah, ia tiba di Mina pada tengah malam. Waktu istirahat yang tersedia sangat singkat. Keesokan paginya, pekerjaan telah menunggu.

Di hadapannya, banyak jemaah yang membutuhkan bantuan. Ada yang terpisah dari rombongan, ada yang kebingungan mencari arah kembali ke tenda, ada yang mencari kamar mandi, dan ada pula yang sudah kelelahan hingga memerlukan pertolongan medis.

Pada saat yang sama, tugas jurnalistik tidak berhenti. Selain membantu pelayanan kepada jemaah, ia tetap harus melakukan peliputan, mengirimkan perkembangan terbaru kepada pemirsa Kompas TV, sekaligus menjaga Pos Pantau H, salah satu titik pelayanan bagi jemaah Indonesia.

Hari itu, semua pekerjaan datang bersamaan. Dan justru di tengah padatnya aktivitas itulah, sebuah peristiwa sederhana mengubah cara Jihan memaknai seluruh penugasannya di Tanah Suci.

Hari itu, waktu seolah bergerak lebih cepat daripada biasanya. Sejak pagi, Jihan harus membagi perhatian ke banyak hal sekaligus. Di Pos Pantau H, jemaah terus berdatangan untuk meminta bantuan. 

Ada yang terpisah dari rombongan, ada yang kebingungan mencari arah kembali ke tenda, ada yang mencari kamar mandi, dan ada pula yang membutuhkan pertolongan medis karena kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah.

Di sisi lain, pekerjaan jurnalistik tetap menuntut untuk diselesaikan. Informasi mengenai perkembangan penyelenggaraan ibadah haji harus segera dikirim ke Indonesia. Liputan tidak bisa menunggu situasi menjadi lebih lengang karena setiap perkembangan memiliki nilai berita yang harus segera sampai kepada masyarakat.

Di tengah dua amanah yang berjalan bersamaan itulah, sebuah peristiwa sederhana meninggalkan kesan paling dalam selama penugasannya di Tanah Suci. Peristiwa itu terjadi setelah ia kembali ke tenda seusai membersihkan diri.

Seharian ia bergelut dengan panas dan debu Mina. Kesempatan membersihkan badan menjadi jeda singkat sebelum kembali menjalankan tugas. Namun, ketika memasuki tenda, ia mendapati seorang jemaah lansia perempuan sedang tertidur di atas kasur yang biasa digunakannya.

Tubuh perempuan itu tampak sangat lelah. Pakaiannya kusut, wajahnya pucat. Dari tubuhnya tercium aroma yang menandakan bahwa kemungkinan ia tidak sempat lagi menahan buang air kecil.

Jihan mengaku sempat terdiam. Di dalam dirinya muncul keinginan yang sangat manusiawi. Setelah seharian bekerja tanpa banyak waktu untuk beristirahat, ia ingin menikmati kasur yang akhirnya bisa ia gunakan kembali.

“Sejujurnya, ada sedikit rasa ingin mempertahankan hak saya,” ucapnya.

Namun, keinginan itu perlahan menghilang ketika perempuan tersebut membuka mata dan memandang ke arahnya. Jemaah lansia itu kemudian meminta izin untuk beristirahat sebentar di kasur tersebut sambil menunggu petugas mengantarkannya kembali ke tenda tempat suaminya berada.

Permintaan itu tidak panjang. Tidak disampaikan dengan kata-kata yang rumit. Tetapi bagi Jihan, momen tersebut menjadi titik ketika seluruh pelajaran yang ia peroleh selama berada di Tanah Suci seolah menemukan bentuknya.

“Saat itu hati saya seakan diremas. Tidak ada lagi alasan untuk merasa keberatan. Saya hanya bisa mengangguk, tersenyum, lalu duduk di samping beliau.”

Kasur itu tetap menjadi tempat beristirahat bagi sang jemaah. Sementara Jihan memilih menunggu hingga petugas datang menjemput perempuan tersebut. 

“Allah mengajarkan saya terkadang bentuk ibadah yang paling indah bukanlah yang terlihat oleh manusia, melainkan ketika kita mampu mengalahkan ego sendiri demi menghadirkan rasa nyaman bagi orang lain,” kata Jihan.

Sejak hari itu, ia merasa semakin memahami bahwa tugas yang dijalankannya di Tanah Suci tidak hanya diukur dari banyaknya berita yang berhasil dikirim ke Indonesia. Ada amanah lain yang berjalan bersamaan. 

Amanah itu hadir setiap kali ada jemaah yang membutuhkan bantuan. Setiap kali ada orang yang kebingungan mencari arah. Setiap kali ada lansia yang memerlukan pendampingan. Dan setiap kali ia diberi kesempatan memilih antara kenyamanan dirinya sendiri atau kebutuhan orang lain.

Pelajaran itu terus menyertainya sepanjang hari-hari di Mina. Di tengah jutaan manusia yang bergerak menuju Jamarat, pekerjaan jurnalistik tetap berlangsung. Setelah membantu pelayanan kepada jemaah, ia masih harus menyunting gambar dan mengirimkan laporan kepada redaksi Kompas TV di Indonesia.

Tantangan berikutnya datang dari jaringan telekomunikasi. Di kawasan yang dipadati jutaan orang, sinyal internet sering kali menghilang. Berkas video yang telah selesai disunting berulang kali gagal terkirim. Setiap kali mendapatkan jaringan, kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar laporan dapat segera sampai ke ruang redaksi.

“Kami berpindah dari satu sudut ke sudut lain, mencari titik dengan sinyal yang sedikit lebih baik agar berita dari Mina tetap dapat sampai kepada pemirsa di Indonesia,” tutur Jihan.

Bagi masyarakat Indonesia, yang terlihat hanyalah tayangan yang muncul di layar televisi. Mereka menyaksikan laporan langsung atau paket berita yang hanya berlangsung beberapa menit. Namun, menurut Jihan, ada proses panjang yang tidak tampak di balik tayangan tersebut.

“Barangkali, ketika masyarakat menyaksikan siaran langsung dari layar televisi, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik beberapa menit tayangan itu terdapat perjuangan panjang, langkah kaki yang tak terhitung, serta doa agar teknologi berpihak kepada saya,” ujarnya.

Pengalaman di Mina mempertemukan dua identitas yang selama ini ia jalani. Sebagai jurnalis, ia bertanggung jawab menghadirkan informasi kepada masyarakat Indonesia. Sebagai bagian dari Media Center Haji, ia juga mengemban amanah untuk hadir ketika jemaah membutuhkan pertolongan.

Semakin lama berada di Tanah Suci, ia tidak lagi melihat kedua peran itu sebagai dua pekerjaan yang berbeda. Justru keduanya saling melengkapi. Berita yang ia kirimkan setiap hari menjadi cara menghadirkan informasi bagi masyarakat yang tidak dapat menyaksikan langsung penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara setiap bantuan yang ia berikan kepada jemaah menjadi bagian dari amanah yang tidak pernah tercatat dalam naskah berita, tetapi selalu hadir dalam kesehariannya sebagai petugas.

Di Mina, ia merasa Allah memperlihatkan bahwa pekerjaan seorang jurnalis tidak berhenti ketika kamera dimatikan atau laporan berhasil dikirim ke Indonesia. Masih ada ruang lain yang dapat diisi dengan pelayanan. Masih ada kesempatan untuk menghadirkan manfaat melalui tindakan-tindakan yang sederhana.

Dan justru dari pengalaman-pengalaman yang tidak pernah menjadi berita itulah, ia merasa memperoleh pelajaran paling berharga selama 77 hari bertugas di Tanah Suci.

Jihan di sela tugas di Masjid Nabawi, Madinah. (Foto: MCH 2026)

Komentar

Your email address will not be published.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak

Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45 Persen

JAKARTA — Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88