1 month ago
6 mins read

Kisah Petugas Haji: Dia yang Berkali-kali Menolak Berangkat

Sulthon Neagara, anggota MCH 2026 Daker Bandara. (Foto: MXH 2026)

MADINAH – Tidak semua petugas haji memiliki cerita tentang bagaimana mereka berjuang agar bisa berangkat ke Tanah Suci. Sulthon Neagara justru mengalami hal yang sebaliknya. Ketika kesempatan itu datang, ia berkali-kali berusaha menolaknya. 

Bukan karena tidak ingin menjadi petugas haji, melainkan karena merasa ada orang lain yang jauh lebih pantas menerima amanah tersebut.

“Saya ini bisa dibilang satu-satunya petugas yang berkali-kali menolak berangkat,” ujarnya.

Kalimat itu ia ucapkan di awal perbincangan. Kalimat yang terdengar tidak lazim jika dibandingkan dengan cerita sebagian besar petugas haji lainnya.

Sulthon memang tidak pernah mengikuti seluruh proses seleksi sejak awal. Ia juga bukan orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi petugas haji. Kesempatan itu justru datang ketika kursi yang semula diperuntukkan bagi orang lain tiba-tiba kosong.

Awalnya, yang dipersiapkan berangkat adalah kakaknya sendiri yang menjabat sebagai pemimpin perusahaan di media tempat Sulthon bekerja. Kakaknya bahkan sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede selama sehari. 

Namun di tengah pelaksanaan diklat, ia harus kembali pulang karena tidak memperoleh izin dari instansi tempatnya bekerja sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kementerian Sosial.

“Baru diangkat, kok tiba-tiba harus izin tidak kerja dua puluh hari, lalu nanti izin lagi hampir tiga bulan. Ya tidak bisa,” kata Sulton menuturkan posisi kakaknya.

Keputusan itu membuat kesempatan menjadi petugas haji harus dilepaskan. Menurut Sulthon, ayahnya sangat terpukul. Saat itu sang ayah sedang menjalankan ibadah umrah bersama salah seorang kiai. Dari Tanah Suci, ayahnya berkali-kali menghubungi keluarga karena merasa sayang jika kesempatan tersebut akhirnya hilang begitu saja.

Bahkan, ayahnya sempat menawarkan untuk mengganti selisih penghasilan kakaknya apabila alasan bertahan di pekerjaan lamanya berkaitan dengan persoalan ekonomi.

Namun keputusan kakaknya tidak berubah. Ia tetap memilih mempertahankan pekerjaannya. Kesempatan itu pun kembali kosong.

Kesempatan yang selalu kembali
Beberapa waktu kemudian, pihak Kementerian Haji dan Umrah kembali menanyakan apakah masih ada nama lain yang dapat diajukan sebagai pengganti. Ayah Sulthon kemudian menyebut seorang wartawan lain yang pernah mengikuti seleksi petugas haji meski tidak lolos.

Namun nama itu juga tidak jadi diajukan. Menurut Sulthon, pertimbangannya bukan soal kemampuan jurnalistik, melainkan kemampuan menggunakan perangkat digital yang menjadi bagian penting dari tugas Media Center Haji.

“Waktu tes itu beliau masih tanya-tanya, ini gimana, ini gimana. Orangnya memang gaptek,” tutur Sulthon.

Sampai di titik itu, ia merasa persoalan tersebut sama sekali tidak lagi berkaitan dengan dirinya. Bahkan ketika kakaknya sempat berangkat mengikuti diklat, ia mengaku hanya menjadi penonton dari jauh.

Ia sama sekali tidak membayangkan bahwa beberapa hari kemudian namanya justru akan disebut sebagai calon pengganti. Padahal, ketika itu pengalaman Sulthon di dunia jurnalistik bahkan belum genap dua tahun.

“Terus terang saya di dunia media, di dunia jurnalistik belum genap dua tahun.”

Ia masih menganggap dirinya sebagai wartawan yang sangat muda. “Junior banget saya.”

Kesehariannya pun lebih banyak mengerjakan konten-konten ringan untuk media tempatnya bekerja: Harian Bangsa. Ia menulis berita harian seperti harga emas, harga sembako, hingga berbagai artikel mengenai pendakian gunung dan lingkungan, dua bidang yang memang menjadi kegemarannya.

Karena itu, ketika pada suatu pagi ayahnya mengatakan bahwa ada telepon dari pihak kementerian yang berkali-kali mencoba menghubunginya, Sulthon sama sekali tidak memiliki bayangan apa yang sedang terjadi.

Ayahnya hanya meminta Sulthon segera menghubungi nomor tersebut. Awalnya ia bahkan masih bertanya kepada istrinya apakah perlu menelepon kembali. Setelah merasa tidak ada salahnya menghubungi nomor itu, Sulthon akhirnya menelepon.

Percakapan yang terjadi justru membuatnya semakin bingung. Belum sempat ia mengatakan apa pun, suara di seberang telepon langsung menanyakan apakah ia sudah memiliki paspor.

“Sudah punya paspor?”

Sulthon menjawab belum. Jawaban itu langsung disambut dengan instruksi berikutnya.

“Kalau begitu sekarang bikin paspor. Yang satu hari jadi.”

Ia diminta segera mengirim foto KTP, mengurus paspor kilat, lalu mengirimkan hasilnya secepat mungkin.

Semuanya berlangsung begitu cepat. Sulthon bahkan mengaku tidak diberi ruang untuk mengatakan apakah dirinya bersedia atau tidak menerima tawaran tersebut.

“Seandainya beliau tanya dulu, ‘Kamu mau tidak jadi petugas haji?’ mungkin saya bisa menjawab. Tapi ini tidak. Langsung disuruh bikin paspor.”

Merasa belum pantas
Telepon itu berakhir, tetapi kebingungan Sulthon justru semakin besar. Ia langsung menemui ibunya untuk menanyakan bagaimana cara mengurus paspor kilat. Semua berlangsung serba mendadak. Sementara di dalam dirinya, belum ada keyakinan bahwa ia memang harus berangkat.

“Saya beberapa kali nolak. Tapi pada akhirnya ya sudah, saya nurut,” ujarnya.

Keputusan itu bukan lahir karena ia sejak awal menginginkan kesempatan tersebut. Justru sebaliknya, Sulthon mengaku berusaha mencari alasan agar orang lain saja yang berangkat menggantikannya.

Ada beberapa hal yang membuatnya sulit menerima amanah itu. Pertama, ia merasa tidak enak kepada kakaknya sendiri. Menurutnya, kakaknya sudah melalui proses yang jauh lebih panjang. Sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pondok Gede, tetapi akhirnya harus pulang karena persoalan izin kerja.

Di sisi lain, ia juga teringat kepada wartawan lain yang telah mengikuti seleksi petugas haji sejak awal.

“Kenapa bukan mereka? Kenapa malah saya?”

Pertanyaan itu terus muncul di dalam pikirannya.

“Saya enggak enak sama kakak. Ada wartawan yang sudah berusaha ikut tes, tapi enggak masuk. Terus ada kakak saya yang sudah berangkat, sudah ikut diklat, bahkan kemudian harus pulang. Kok malah saya dulu,” tuturnya.

Perasaan sungkan itu semakin besar karena Sulthon menganggap dirinya masih sangat baru di dunia jurnalistik. Pengalamannya belum genap dua tahun. Ia merasa masih banyak wartawan yang lebih senior, lebih berpengalaman, dan lebih layak memperoleh kesempatan menjadi petugas haji.

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak

Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45 Persen

JAKARTA — Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88