2 months ago
2 mins read

Pasar Al-Manakhah, Jejak Rasulullah Membangun Kemandirian Ekonomi Madinah

Lokasi Pasar al-Manakhah atau Suq al-Madinah dekat Masjid Nabawi saat ini. (Foto: Chairul Akhmad/MCH 2026)

MADINAH – Di sisi barat Masjid Nabawi, terbentang kawasan yang hari ini dipenuhi pertokoan, pejalan kaki, dan lalu lintas jemaah dari berbagai negara. Kawasan itu dikenal sebagai Pasar al-Manakhah atau Suq al-Madinah. Di balik hiruk pikuk aktivitas ekonomi tersebut, tersimpan salah satu tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam.

Mutowif sekaligus mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) yang juga bertugas sebagai petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026, Ibrohim Faddlanul Haq, menjelaskan lokasi itu merupakan pasar yang dipilih langsung oleh Rasulullah SAW sebagai pusat ekonomi umat Islam ketika pertama kali tiba di Madinah.

Menurut Ibrohim, saat itu aktivitas perdagangan di Madinah masih dikuasai oleh Yahudi Bani Qainuqa. Kondisi tersebut membuat roda perekonomian sangat bergantung kepada mereka, termasuk praktik pungutan terhadap para pedagang yang ingin membuka lapak.

“Jadi keadaan ekonomi ketika itu sangat dimonopoli oleh orang-orang Yahudi. Misalnya, stan-stan untuk jualan itu dipajakin oleh mereka. Banyak premanisme dan pungutan liar,” kata Ibrohim.

Di saat yang sama, kaum Muhajirin yang baru hijrah dari Makkah belum memiliki modal maupun jaringan usaha. Setelah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, Rasulullah SAW kemudian berkeliling mencari lokasi yang tepat untuk menjadi pasar umat Islam.

Saat mengunjungi sejumlah pasar di Madinah, Rasulullah SAW menolak beberapa lokasi karena masih berada di bawah kendali pihak lain.

“Hingga akhirnya beliau datang ke lokasi ini, kemudian beliau mengatakan, ‘Hadza suqukum’, ini adalah pasar kalian, tolong jangan dipersempit lokasinya, dan jangan pernah diambil pajak atau bayaran dari pasar ini,” kata Ibrohim, mengutip sabda Sang Rasul.

Pasar tersebut, lanjutnya, dibuka untuk siapa saja tanpa membedakan agama maupun suku. Muslim, Yahudi, maupun pedagang lainnya dapat berjualan tanpa dikenai pungutan. Dari tempat itulah Rasulullah SAW membangun fondasi ekonomi negara Islam pertama di Madinah.

Menurut Ibrohim, tata ruang kawasan di sekitar Masjid Nabawi menyimpan filosofi kehidupan yang masih relevan hingga kini. Pasar al-Manakhah menjadi simbol ikhtiar mencari rezeki, Masjid Nabawi menjadi pusat ibadah dan pemerintahan, sementara kompleks pemakaman Baqi mengingatkan manusia pada kehidupan setelah kematian.

“Jadi dunia, shalat, mati. Ini sebuah potret kehidupan yang sangat indah yang dibentuk oleh Rasulullah SAW. Semakin hidup masjidnya semakin hidup juga pasarnya,” lanjut Ibrohim.

Masjid al-Ghamamah

Tak jauh dari Pasar al-Manakhah berdiri Masjid al-Ghamamah, salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan berbagai peristiwa penting di masa Rasulullah SAW.

Ibrohim menjelaskan, sebelum menjadi masjid, lokasi tersebut merupakan tanah lapang tempat Rasulullah SAW memimpin Shalat Istisqa (meminta hujan) ketika Madinah dilanda kemarau panjang. 

Saat beliau berdoa memohon hujan, datang awan yang menaungi lokasi tersebut hingga akhirnya turun hujan. Peristiwa itu menjadi asal-usul nama al-Ghamamah yang berarti awan. Selain Shalat Istisqa, lapangan itu juga menjadi lokasi Rasulullah SAW melaksanakan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. 

Di tempat yang sama pula Rasulullah SAW menunaikan shalat gaib untuk Raja Habasyah atau Najasyi, pemimpin yang memberikan perlindungan kepada kaum Muslim saat hijrah pertama ke Afrika. “Inilah munculnya syariat shalat ghaib,” ujarnya.

Menurut Ibrohim, bangunan Masjid al-Ghamamah baru didirikan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sebagai penanda lokasi-lokasi bersejarah tempat Rasulullah SAW pernah melaksanakan shalat. 

Pada masa yang sama juga dibangun Masjid Abu Bakar ash-Shiddiq, Masjid Ali bin Abi Thalib, dan sejumlah masjid lain yang berkaitan dengan sejarah para sahabat.

Kini, kawasan al-Manakhah tak hanya menjadi destinasi belanja bagi jemaah dari seluruh dunia. Di balik aktivitas perdagangan yang tak pernah berhenti, kawasan ini menyimpan jejak bagaimana Rasulullah SAW membangun sistem ekonomi yang terbuka, adil, dan berdampingan dengan pusat ibadah serta pemerintahan di Kota Madinah.*

Komentar

Your email address will not be published.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak

Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45 Persen

JAKARTA — Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88