4 months ago
2 mins read

Pasar Al-Manakhah, Jejak Rasulullah Membangun Kemandirian Ekonomi Madinah

Lokasi Pasar al-Manakhah atau Suq al-Madinah dekat Masjid Nabawi saat ini. (Foto: Chairul Akhmad/MCH 2026)

MADINAH – Di sisi barat Masjid Nabawi, terbentang kawasan yang hari ini dipenuhi pertokoan, pejalan kaki, dan lalu lintas jemaah dari berbagai negara. Kawasan itu dikenal sebagai Pasar al-Manakhah atau Suq al-Madinah. Di balik hiruk pikuk aktivitas ekonomi tersebut, tersimpan salah satu tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam.

Mutowif sekaligus mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) yang juga bertugas sebagai petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026, Ibrohim Faddlanul Haq, menjelaskan lokasi itu merupakan pasar yang dipilih langsung oleh Rasulullah SAW sebagai pusat ekonomi umat Islam ketika pertama kali tiba di Madinah.

Menurut Ibrohim, saat itu aktivitas perdagangan di Madinah masih dikuasai oleh Yahudi Bani Qainuqa. Kondisi tersebut membuat roda perekonomian sangat bergantung kepada mereka, termasuk praktik pungutan terhadap para pedagang yang ingin membuka lapak.

“Jadi keadaan ekonomi ketika itu sangat dimonopoli oleh orang-orang Yahudi. Misalnya, stan-stan untuk jualan itu dipajakin oleh mereka. Banyak premanisme dan pungutan liar,” kata Ibrohim.

Di saat yang sama, kaum Muhajirin yang baru hijrah dari Makkah belum memiliki modal maupun jaringan usaha. Setelah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, Rasulullah SAW kemudian berkeliling mencari lokasi yang tepat untuk menjadi pasar umat Islam.

Saat mengunjungi sejumlah pasar di Madinah, Rasulullah SAW menolak beberapa lokasi karena masih berada di bawah kendali pihak lain.

“Hingga akhirnya beliau datang ke lokasi ini, kemudian beliau mengatakan, ‘Hadza suqukum’, ini adalah pasar kalian, tolong jangan dipersempit lokasinya, dan jangan pernah diambil pajak atau bayaran dari pasar ini,” kata Ibrohim, mengutip sabda Sang Rasul.

Pasar tersebut, lanjutnya, dibuka untuk siapa saja tanpa membedakan agama maupun suku. Muslim, Yahudi, maupun pedagang lainnya dapat berjualan tanpa dikenai pungutan. Dari tempat itulah Rasulullah SAW membangun fondasi ekonomi negara Islam pertama di Madinah.

Menurut Ibrohim, tata ruang kawasan di sekitar Masjid Nabawi menyimpan filosofi kehidupan yang masih relevan hingga kini. Pasar al-Manakhah menjadi simbol ikhtiar mencari rezeki, Masjid Nabawi menjadi pusat ibadah dan pemerintahan, sementara kompleks pemakaman Baqi mengingatkan manusia pada kehidupan setelah kematian.

“Jadi dunia, shalat, mati. Ini sebuah potret kehidupan yang sangat indah yang dibentuk oleh Rasulullah SAW. Semakin hidup masjidnya semakin hidup juga pasarnya,” lanjut Ibrohim.

Masjid al-Ghamamah

Tak jauh dari Pasar al-Manakhah berdiri Masjid al-Ghamamah, salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan berbagai peristiwa penting di masa Rasulullah SAW.

Ibrohim menjelaskan, sebelum menjadi masjid, lokasi tersebut merupakan tanah lapang tempat Rasulullah SAW memimpin Shalat Istisqa (meminta hujan) ketika Madinah dilanda kemarau panjang. 

Saat beliau berdoa memohon hujan, datang awan yang menaungi lokasi tersebut hingga akhirnya turun hujan. Peristiwa itu menjadi asal-usul nama al-Ghamamah yang berarti awan. Selain Shalat Istisqa, lapangan itu juga menjadi lokasi Rasulullah SAW melaksanakan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. 

Di tempat yang sama pula Rasulullah SAW menunaikan shalat gaib untuk Raja Habasyah atau Najasyi, pemimpin yang memberikan perlindungan kepada kaum Muslim saat hijrah pertama ke Afrika. “Inilah munculnya syariat shalat ghaib,” ujarnya.

Menurut Ibrohim, bangunan Masjid al-Ghamamah baru didirikan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sebagai penanda lokasi-lokasi bersejarah tempat Rasulullah SAW pernah melaksanakan shalat. 

Pada masa yang sama juga dibangun Masjid Abu Bakar ash-Shiddiq, Masjid Ali bin Abi Thalib, dan sejumlah masjid lain yang berkaitan dengan sejarah para sahabat.

Kini, kawasan al-Manakhah tak hanya menjadi destinasi belanja bagi jemaah dari seluruh dunia. Di balik aktivitas perdagangan yang tak pernah berhenti, kawasan ini menyimpan jejak bagaimana Rasulullah SAW membangun sistem ekonomi yang terbuka, adil, dan berdampingan dengan pusat ibadah serta pemerintahan di Kota Madinah.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88