1 month ago
2 mins read

Kisah Petugas Haji: Di Depan Ka’bah, Ia Menangisi Sang Ayah

Aria Dhanu Prihantomo, anggota MCH 2026 Daker Makkah. (Foto: MCH 2026)

MAKKAH – Ka’bah berdiri tegak begitu dekat. Di tengah ribuan orang yang terus bergerak mengelilinginya, Aria Dhanu Prihantomo justru berhenti. Bukan karena lelah, bukan pula karena kehilangan arah. Ada satu nama yang tiba-tiba memenuhi kepalanya: ayah.

Lelaki yang sejak lama ingin menyaksikan putranya menunaikan ibadah haji itu telah berpulang pada Desember tahun lalu. Tidak ada lagi pelukan sebelum berangkat. Tidak ada pesan terakhir di bandara. Tidak ada kabar yang bisa ia kirim sambil berkata, “Pak, akhirnya saya sampai.”

Di depan Ka’bah, kerinduan itu datang tanpa bisa ditahan. Ia menangis. “Saya sempat membayangkan almarhum Bapak melihat perjalanan haji saya. Tapi beliau sudah tidak ada,” kenangnya.

Tangisan itu kemudian berulang. Hampir setiap kali ia memandang Ka’bah. Juga ketika ia berdoa di Raudah.

Selama hampir dua dekade menjadi reporter LPP TVRI, Aria terbiasa bercerita tentang kehidupan orang lain. Kamera selalu diarahkan kepada narasumber, sementara dirinya berada di balik layar.  Namun Tanah Suci membuat keadaan berbalik. Untuk pertama kalinya, ia dipaksa melihat dirinya sendiri.

Sebelum berangkat, ia mengaku bukan pribadi yang sempurna. Kesibukan pekerjaan membuat ibadah sering kali tidak konsisten. Shalat yang bolong-bolong, kekhusyukan yang mudah hilang, hingga kebiasaan bekerja tanpa mengenal waktu menjadikannya seorang workaholic.

Kesibukan itu juga perlahan menciptakan jarak dengan keluarga. “Saya merasa masih jauh dari nilai-nilai agama,” ujarnya jujur.

Barangkali karena itulah, ketika kejenuhan hidup datang, hanya ada satu tempat yang terus memenuhi pikirannya: Tanah Suci.

Terbiasa mandiri
Perjalanan hidup Aria memang tidak pernah benar-benar mudah. Ayahnya seorang pegawai negeri yang kerap dipindahkan dari satu kota ke kota lain. Saat masih Sekolah Menengah Pertama (SMP), Aria memilih tinggal di Jakarta dan belajar mandiri, sementara kedua orang tuanya kembali menjalankan tugas di daerah.

Sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga kuliah, ia terbiasa mengurus hidupnya sendiri. Kemandirian itu terus menemaninya ketika diterima bekerja di TVRI

Sebagai pegawai baru, ia pernah dipandang sebelah mata. Namun waktu menjadi jawaban. Selama 19 tahun, ia terus membuktikan bahwa kepercayaan hanya bisa dibangun melalui kerja yang tidak berhenti.

Semangat itulah yang akhirnya membawanya ikut bertugas meliput penyelenggaraan ibadah haji. Meski demikian, ada pengorbanan yang tetap harus dibayar.

Selama hampir dua bulan, ia harus meninggalkan keluarga di rumah. Tidak ada makan malam bersama. Tidak ada akhir pekan bersama anak dan istri. Semua diganti dengan ribuan langkah di bawah matahari Arab Saudi demi memastikan cerita para tamu Allah sampai ke masyarakat Indonesia.

Ujian fisik
Sebelum berangkat, Aria mengira tantangan terbesar haji adalah persoalan ibadah. Sesampainya di Tanah Suci, ia justru menemukan kenyataan yang berbeda. Haji ternyata adalah ujian fisik.

Berjalan berkilometer setiap hari, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, melayani jemaah, sekaligus menjalankan tugas jurnalistik membuat stamina menjadi modal utama. Beruntung, pelatihan yang ia jalani sebelum keberangkatan menjadi bekal yang sangat berarti. 

Tetapi ada pelajaran lain yang jauh lebih membekas dibanding persoalan fisik. Pelajaran itu datang bukan dari buku, bukan pula dari ruang kelas. Melainkan dari para jemaah lansia.

Ia berkali-kali melihat orang-orang yang tubuhnya renta tetap berjalan tanpa banyak mengeluh. Wajah mereka lelah, tetapi semangat ibadahnya seolah tidak pernah habis. Pemandangan sederhana itu menjadi pengingat bahwa keikhlasan sering kali bekerja lebih kuat daripada tenaga.

Di Tanah Suci, Aria menemukan makna yang selama ini hanya ia dengar dalam berbagai manasik. Ia mulai memahami bahwa keberhasilan haji bukan hanya soal selesainya seluruh rangkaian ibadah.

Perubahan diri
Ada satu keberhasilan lain yang lebih sulit. Menjadi pribadi yang berubah. Baginya, haji adalah perjalanan spiritual untuk memperbaiki diri. Semua aktivitas, semua pelayanan, bahkan semua langkah yang dilakukan di Tanah Haram pada akhirnya bermuara pada satu  kata: ikhlas.

“Semua hal harus dilandasi dengan keikhlasan,” kata jurnalis yang bertugas sebagai anggota Media Center Haji (MCH) 2026 Daerah Kerja (Daker) Makkah ini.

Kalimat yang terdengar sederhana. Namun bagi seseorang yang bertahun-tahun hidup dalam ritme pekerjaan yang nyaris tanpa jeda, memahami keikhlasan ternyata membutuhkan perjalanan ribuan kilometer.

Di akhir percakapan, Aria Dhanu Prihantomo mencoba merangkum seluruh perjalanan itu dalam satu kalimat. Bukan tentang profesinya. Bukan pula tentang liputan yang berhasil ia kerjakan. Melainkan tentang alasan mengapa ia merasa benar-benar dipanggil datang ke Tanah Suci.

“Saya datang ke Tanah Suci untuk memenuhi undangan perubahan menuju pribadi yang lebih baik.”

Mungkin memang itulah arti sebuah panggilan. Bukan sekadar tiba di depan Ka’bah. Tetapi pulang sebagai orang yang berbeda.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88