PALANGKA RAYA – Sebanyak 1.675 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya mencetak Rekor MURI melalui Praktikum Manasik Haji 2026. Capaian tersebut menjadikannya kegiatan manasik haji dengan peserta mahasiswa terbanyak di Indonesia.
Kegiatan yang digelar Jumat (19/6) itu menghadirkan Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Puji Raharjo, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, Puji memaparkan berbagai transformasi layanan haji yang diterapkan pada penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M.
Transformasi yang dilakukan mencakup pembagian kuota berbasis daftar tunggu (waiting list), pemeriksaan istithaah kesehatan sebelum pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas layanan, percepatan proses visa dan dokumen, hingga peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan intensif.
Kemenhaj juga memperkuat tata kelola layanan di Arab Saudi dengan menetapkan dua syarikah, yakni Rakeen Mashariq dan Al Bait Guests. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.
Menurut Puji, berbagai perubahan yang dilakukan telah memberikan dampak nyata bagi penyelenggaraan haji Indonesia. Perbaikan layanan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi dan Presiden Republik Indonesia karena dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola haji.
Ia menegaskan, penguatan tata kelola, koordinasi layanan yang lebih baik, serta berbagai inovasi selama operasional haji menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.
“Transformasi layanan haji dilakukan untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin profesional, efektif, aman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia,” ujar Puji Raharjo.
Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir menyebut Rekor MURI tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus. Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme mahasiswa dalam memahami manasik haji sekaligus nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Ia menilai manasik haji bukan hanya sarana mempelajari tata cara ibadah, tetapi juga wahana pembentukan karakter, refleksi diri, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.
Praktikum Manasik Haji 2026 turut menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah Hasan Basri, unsur Densus 88 Anti Teror Polri, serta jajaran pimpinan UIN Palangka Raya sebagai narasumber.
Selain menjadi sarana pembelajaran ibadah haji, kegiatan ini juga menjadi ruang sosialisasi transformasi penyelenggaraan haji Indonesia kepada generasi muda, sekaligus menanamkan nilai moderasi, spiritualitas, dan pengabdian.*
