2 months ago
5 mins read

Kisah Petugas Haji: Jalan Panjang Seorang Anak Petani

Faqihu Sholih, anggota MCH 2026 Daker Makkah. (Foto: MCH 2026)

Pelayan tamu Allah
Bagi Faqihu, pengalaman paling berkesan selama berada di Tanah Suci bukanlah ketika menunaikan ibadah untuk dirinya sendiri. Melainkan ketika bisa membantu jemaah.

Ia pernah mengantar jemaah yang lupa arah menuju terminal. Menjelaskan fungsi kartu kendali. Menenangkan jemaah yang takut menggunakan kursi roda karena didorong orang asing. Membantu memperbaiki masalah AC. Membantu membuka pintu kamar hotel. Dan berbagai persoalan lain yang mungkin terdengar sepele.

Namun justru hal-hal kecil itulah yang sering kali paling dibutuhkan jemaah. Yang membuatnya tersentuh adalah ketulusan para jemaah itu sendiri. Banyak dari mereka menunggu belasan bahkan puluhan tahun untuk berhaji. 

“Ada yang berjalan tertatih-tatih, ada yang menggunakan kursi roda, tetapi tetap semangat beribadah,” katanya.

Berkali-kali ia melihat pemandangan itu. Dan berkali-kali pula matanya terasa basah. Karena di wajah para lansia itu ia melihat sesuatu yang sangat jarang ditemukan di tempat lain: keteguhan.

Yang membuat Faqihu semakin menghormati para jemaah justru bukan semata perjuangan fisik mereka, melainkan kedisiplinan yang ditunjukkan selama menjalani ibadah.

Di lapangan, ia menyaksikan sendiri bagaimana sebagian besar jemaah Indonesia berusaha mematuhi arahan petugas, mengikuti aturan yang telah ditetapkan, dan menjaga ketertiban di tengah situasi yang sering kali padat dan melelahkan. Bagi petugas, sikap seperti itu sangat membantu.

“Saya secara pribadi mengapresiasi seluruh jemaah haji Indonesia yang telah mematuhi arahan pemerintah dan petugas. Berkat kedisiplinan mereka, kami lebih mudah mengarahkan jemaah sehingga pelayanan bisa berjalan maksimal,” katanya.

Menurut Faqihu, para jemaah tahun ini telah menunjukkan contoh yang baik bagi penyelenggaraan haji Indonesia di masa mendatang. Meski demikian, ia menyadari bahwa pelayanan haji tidak pernah berlangsung tanpa kekurangan.

Di tengah jutaan manusia yang bergerak dalam waktu hampir bersamaan, selalu ada situasi yang tidak berjalan sempurna. Karena itulah, di akhir masa tugasnya, Faqihu justru memilih menyampaikan permohonan maaf.

“Saya pribadi memohon maaf kepada seluruh jemaah haji Indonesia apabila dalam pelayanan kami kurang maksimal, kurang lembut dalam bertutur kata, atau ada perilaku yang menyinggung jemaah, baik disengaja maupun tidak disengaja,” ucapnya.

Kalimat itu lahir bukan karena ia merasa gagal menjalankan tugas. Sebaliknya. Kalimat itu lahir dari kesadaran bahwa melayani manusia selalu menyisakan kekurangan. Bahwa sekeras apa pun petugas berusaha, selalu ada ruang yang bisa diperbaiki.

Tentu, ia tidak menutup mata bahwa di lapangan ada sebagian kecil jemaah yang merasa sudah berpengalaman sehingga kurang mematuhi aturan atau arahan petugas. Namun jumlahnya sangat kecil dibanding mayoritas jemaah yang kooperatif dan disiplin.

“Secara umum mereka mudah diatur dan diarahkan.” 

Karena itu, ketika mengenang musim haji tahun ini, yang paling sering ia ingat bukanlah persoalan-persoalan kecil yang muncul di lapangan, melainkan semangat para jemaah untuk tetap beribadah di tengah segala keterbatasan.

Kemabruran yang sesungguhnya
Sebelum datang ke Tanah Suci, Faqihu Sholih memahami kemabruran sebagaimana diajarkan dalam berbagai kitab fikih. Bahwa haji yang mabrur dapat menghapus dosa-dosa seorang hamba. Namun setelah melihat langsung perjuangan para jemaah, pemahamannya berubah.

Ia mulai menyadari bahwa kemabruran bukan sekadar selesainya rangkaian ibadah. Kemabruran adalah perubahan setelahnya. Perubahan cara berpikir. Perubahan cara memandang hidup. Perubahan cara memperlakukan sesama manusia.

Di hadapan Ka’bah, ia menyaksikan bagaimana jabatan, kekayaan, dan status sosial kehilangan maknanya. Semua orang mengenakan pakaian yang sama. Berjalan menuju tujuan yang sama. Dan memohon kepada Tuhan yang sama.

“Yang paling penting adalah hati yang tunduk dan amal yang diterima Allah,” ujarnya.

Karena itu, ketika ditanya apa yang sebenarnya ia cari di Tanah Suci, jawabannya sederhana. Bukan penghargaan, bukan pengakuan, bukan pula kebanggaan karena pernah menjadi petugas haji.

“Saya datang ke Tanah Suci untuk mencari ridha Allah melalui pelayanan kepada para tamu-Nya.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun bagi seorang anak petani yang pernah menggembala sapi demi membantu ibunya menghidupi tiga adik, perjalanan dari pematang sawah menuju pelataran Masjidil Haram adalah bukti bahwa takdir sering kali bekerja dengan cara yang tidak pernah bisa ditebak manusia.

Dan mungkin benar seperti yang diyakininya selama ini. Bahwa ada doa-doa lama yang tidak pernah hilang. Hanya menunggu waktu terbaik untuk dikabulkan.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88