3 months ago
5 mins read

Kisah Petugas Haji: Jalan Panjang Seorang Anak Petani

Faqihu Sholih, anggota MCH 2026 Daker Makkah. (Foto: MCH 2026)

MAKKAH — Di dalam tas ranselnya sebenarnya tidak ada banyak barang. Hanya beberapa botol minuman, makanan ringan, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan yang biasa dibawa petugas saat bergerak di lapangan.

Namun pada suatu siang di Mina, isi tas itu habis bukan karena digunakan sendiri. Satu per satu diberikan kepada jemaah. Ada yang kehausan. Ada yang kelelahan. Ada yang terlihat kebingungan mencari arah.

Saat itu Faqihu Sholih sedang berjalan menuju lokasi lontar jumrah Aqabah. Jarak yang harus ditempuh tidak pendek. Arus manusia bergerak perlahan di bawah cuaca terik musim panas.

Namun perjalanan itu berkali-kali terhenti. Baru beberapa langkah berjalan, ada jemaah yang bertanya arah. “Pak, terminal Ajyad di mana?”

Belum selesai menjelaskan, datang lagi pertanyaan lain. “Pak, WC nomor 9 di sebelah mana?”

Beberapa meter kemudian, ada jemaah yang meminta bantuan karena kehabisan air minum. Lalu ada lagi yang terlihat kelelahan dan membutuhkan makanan.

“Ketika akan melempar jumrah Aqabah, lebih dari tiga kali saya berhenti menolong jemaah. Sampai perbekalan yang ada di dalam tas saya habis,” kenangnya.

Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu relatif singkat berubah menjadi rangkaian perhentian-perhentian kecil.

Namun justru di sanalah Faqihu menemukan makna yang paling dalam tentang tugasnya sebagai petugas haji.

Bahwa melayani tamu Allah sering kali tidak membutuhkan hal-hal besar. Kadang cukup berhenti sejenak: mendengarkan pertanyaan atau menunjukkan arah. 

Anak petani penggembala sapi
Saat melihat Faqihu hari ini berdiri di Tanah Suci sebagai anggota Media Center Haji (MCH) Daker Makkah, tidak banyak orang yang mengetahui jalan panjang yang telah membawanya sampai ke titik itu.

Ia lahir dari keluarga petani sederhana. Sawah milik keluarganya hanya seperempat hektare. Ketika usianya baru menginjak lima belas tahun dan baru saja lulus SMP, ayahnya meninggal dunia.

Sejak saat itu hidupnya berubah. Masa remaja yang seharusnya diisi dengan seragam Sekolah Menengah Atas (SMA) dan cerita tentang sekolah harus berganti dengan kenyataan yang jauh lebih keras.

Ia membantu ibunya menghidupi tiga adik. Menjadi buruh tani. Menggembala sapi. Dan melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk bertahan hidup.

“Di saat teman-teman saya memakai seragam SMA, saya harus mengorbankan masa itu karena keterbatasan biaya,” tuturnya.

Padahal secara akademik, ia termasuk siswa yang menonjol. Ia pernah masuk kelas unggulan. Namun kemampuan akademik tidak selalu cukup mengalahkan kenyataan ekonomi. Impian melanjutkan sekolah saat itu harus tertunda. Bahkan nyaris hilang.

Namun kehidupan ternyata memiliki cara yang unik untuk membawa seseorang menuju takdirnya. Faqihu tidak pernah benar-benar berhenti bermimpi. Ia hanya mengubah caranya berjalan. 

Ketika doa menemukan jawaban
Hari ini, Faqihu bekerja sebagai pewarta di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kantornya berada di kawasan Patal Senayan, Jakarta Selatan.

Kesehariannya tidak jauh berbeda dengan banyak ayah muda lainnya. Pagi hari ia mengurus anak. Menunggu hingga istrinya yang berprofesi sebagai guru pulang dari sekolah.

Baru setelah itu ia berangkat ke kantor dan bekerja hingga malam, bahkan terkadang dini hari. Rutinitas itu dijalani bertahun-tahun. Biasa saja. Tanpa bayangan bahwa suatu hari ia akan menjadi petugas haji di Tanah Suci.

Ketika ditanya apa yang paling berpengaruh hingga akhirnya bisa berada di Makkah, Faqihu tidak berbicara tentang prestasi, koneksi, atau kemampuan profesional.

Ia justru berbicara tentang doa. “Saya tidak tahu doa tahun berapa yang Allah kabulkan,” ungkapnya.

Kalimat itu diucapkan dengan tenang. Seolah ia benar-benar percaya bahwa perjalanan hidup manusia tidak pernah lepas dari doa-doa yang mungkin sudah lama dipanjatkan lalu terlupakan.

Ia percaya pada satu hal: manusia wajib berikhtiar, tetapi hasil akhirnya adalah wilayah Allah. “Doa adalah senjatanya orang beriman,” ujarnya.

Karena itu, ia tidak pernah berhenti bermunajat. Tidak pernah berhenti meminta doa dari keluarga dan orang-orang baik di sekitarnya. Dan ketika akhirnya berada di Tanah Suci sebagai pelayan jemaah, ia merasa semua itu bukan semata hasil kerja kerasnya sendiri.

Tangisan kedua 
Faqihu mengaku tidak mudah menangis. Dalam hidupnya, ada satu peristiwa yang membuatnya benar-benar kehilangan air mata. Saat ayahnya meninggal dunia. Setelah itu, waktu berjalan sangat lama tanpa tangisan yang berarti.

Hingga suatu hari ia berdiri di Masjidil Haram. Untuk pertama kalinya. Menghadap Ka’bah. Saat itulah air matanya kembali jatuh. “Saya menangis. Saya merasa sangat kecil di hadapan-Nya.”

Perasaan itu sulit dijelaskan. Bukan kesedihan. Bukan pula kegembiraan. Melainkan kesadaran bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang datang membawa begitu banyak kekurangan.

Di hadapan Ka’bah, seluruh identitas manusia seperti luruh begitu saja. Tidak ada lagi jabatan. Tidak ada lagi status sosial. Tidak ada lagi ukuran keberhasilan dunia. Yang tersisa hanya seorang hamba dan Tuhannya.

Faqihu Sholih saat menjalankan tugas di Daker Makkah. (Foto: MCH 2026)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88