2 months ago
1 min read

17 Ribu Jemaah Haji Reguler Tempati Hotel Bintang Lima di Madinah

Jemaah haji usai melaksanakan shalat Siubuh di Masjid Nabawi, Madinah. (Foto: Chairul Akhmad/MCH 2026)

MADINAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan sebanyak 17 ribu jemaah haji reguler Indonesia tahun ini mendapat fasilitas menginap di hotel bintang lima yang berlokasi sangat dekat dengan Masjid Nabawi.

Menurut Dahnil, kebijakan tersebut menjadi terobosan baru dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

“Dalam sejarah haji Indonesia baru kali ini jamaah haji reguler itu bisa menggunakan fasilitas hotel bintang lima,” kata Dahnil kepada wartawan usai lari pagi di Masjid Quba di Madinah, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, hotel-hotel tersebut selama ini lebih identik dengan layanan jemaah haji khusus. Lokasinya berada di kawasan depan Masjid Nabawi dengan jarak rata-rata sekitar 50 meter.

“Tahun ini ada sekitar 17.000 jamaah itu menggunakan fasilitas hotel bintang lima di depan yang rata-rata itu jaraknya hanya 50 meter dari Masjid Nabawi,” ujarnya.

Menariknya, jumlah jemaah reguler yang menikmati fasilitas tersebut disebut lebih banyak dibandingkan jemaah haji khusus yang dikelola Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Sedangkan haji khusus sendiri yang dikelola swasta, yang dikelola PIHK, dari 17.000 itu yang menggunakan hotel bintang lima hanya 9.000-an,” kata Dahnil.

Ia menilai peningkatan kualitas layanan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasarana haji.

“Di era Presiden Prabowo Subianto ini, kami berusaha meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dan fasilitas,” ujarnya.

Dahnil juga menyoroti bahwa peningkatan layanan itu dilakukan di tengah penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

“Harga BPIH itu turun. Tapi kemudian justru kita bisa menggunakan fasilitas hotel bintang lima untuk 17.000 jamaah kita dengan harga yang sama dengan jamaah-jamaah lainnya,” katanya.

Ia berharap peningkatan kualitas layanan bagi jemaah reguler dapat terus dilakukan pada penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88