MEDAN — Sebanyak 352 jemaah haji asal Kabupaten Langkat bersama enam petugas yang tergabung dalam Kloter KNO-02 Debarkasi Medan tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Rabu (3/6/2026).
Kloter KNO-02 semula berjumlah 360 orang yang terdiri atas 354 jemaah dan enam petugas. Namun, satu jemaah wafat di Tanah Suci dan satu jemaah lainnya masih menjalani perawatan, sehingga total yang kembali ke Indonesia sebanyak 358 orang.
Pada acara penyambutan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengingatkan para jemaah agar menjaga nilai-nilai yang diperoleh selama menunaikan ibadah haji dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat menaruh harapan besar kepada para haji dan hajjah untuk menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Kemabruran haji tidak hanya tercermin dari pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap, perilaku, dan kontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Surya.
Pesan serupa disampaikan Ketua PPIH Debarkasi Medan yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus. Ia menegaskan bahwa keberhasilan haji tidak berhenti pada selesainya seluruh rangkaian ibadah, melainkan berlanjut pada kemampuan jemaah menjaga kemabruran setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
“Haji mabrur adalah haji yang melahirkan perubahan. Ketika seseorang mampu meninggalkan sifat kesombongan, kerakusan, dan kedengkian, lalu menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungannya, maka nilai-nilai haji akan terus hidup dalam kehidupannya,” kata Zulkifli.
Menurutnya, kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku dan kontribusi positif di tengah masyarakat. Karena itu, pembinaan pascahaji menjadi bagian penting untuk memastikan nilai-nilai ibadah haji tetap berkelanjutan setelah jemaah kembali ke daerah asal.
Salah seorang jemaah asal Kabupaten Langkat, Safari (62), mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji dan memanjatkan doa bagi keluarga serta kerabatnya selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, kami dapat menjalankan ibadah dengan baik. Saya berdoa agar keluarga, anak, cucu, dan saudara kami suatu saat dapat menyusul menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Safari juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, layanan kesehatan, konsumsi, dan pendampingan petugas berjalan baik sehingga membantu jemaah menjalankan ibadah dengan nyaman.
Kepulangan Kloter KNO-02 menandai dimulainya fase pengabdian baru para haji dan hajjah di tengah masyarakat. Pemerintah berharap nilai-nilai kemabruran yang diperoleh selama di Tanah Suci dapat diwujudkan melalui keteladanan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.*
