MAKKAH — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf mengapresiasi kinerja Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang telah mengawal pelayanan jemaah haji Indonesia sejak kedatangan di Tanah Suci hingga fase puncak ibadah. Namun, ia mengingatkan bahwa tugas pelayanan belum berakhir dan harus tetap dijaga hingga jemaah terakhir kembali ke Tanah Air.
Pesan itu disampaikan Menhaj saat mengunjungi Sektor 7 dan Sektor 8 Daerah Kerja Makkah untuk memastikan layanan kepada jemaah tetap berjalan optimal selama masa pemulangan haji 1447 H/2026 M.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang telah bekerja tanpa mengenal waktu untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dan kembali ke Tanah Air dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Menhaj, Jumat (30/5).
Menhaj menegaskan keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), tetapi juga dari keberhasilan mengantarkan seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat.
Menurutnya, fase pemulangan menjadi bagian penting dari keseluruhan rangkaian pelayanan yang harus dijaga kualitasnya hingga akhir operasional haji.
“Haji tahun ini ibarat ujian akhir yang sedang kita jalani bersama. Puncak ibadah telah kita lewati, tetapi lembar jawaban belum dikumpulkan. Tanggal 1 Juli 2026 adalah saat ujian itu berakhir. Jika seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat dan pelayanan tetap terjaga hingga akhir, maka bukan hanya penyelenggaraan haji yang sukses, tetapi seluruh petugas haji Indonesia lulus dengan nilai terbaik dalam ujian pengabdian kepada umat,” tegasnya.
Karena itu, Menhaj meminta seluruh petugas mempertahankan semangat kerja, disiplin, dan kualitas pelayanan selama fase pemulangan berlangsung. Ia mengingatkan agar tidak ada penurunan kualitas layanan meski fase puncak haji telah selesai dilaksanakan.
“Kita sudah bekerja sangat baik sampai hari ini. Pertahankan semangat itu sampai garis akhir. Jemaah berhak mendapatkan pelayanan terbaik sejak tiba di Tanah Suci hingga kembali ke rumah masing-masing. Jangan kendur, karena tugas kita belum selesai,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Menhaj juga berdialog dengan petugas sektor untuk mendengarkan berbagai masukan terkait pelayanan di lapangan. Sejumlah isu yang dibahas antara lain layanan akomodasi, transportasi, pelindungan jemaah, hingga penanganan jemaah lansia dan berkebutuhan khusus.
Masukan dari petugas akan menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang guna meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.
Menhaj menegaskan bahwa keberhasilan operasional haji merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur PPIH, mulai dari petugas sektor, kloter, kesehatan, pelindungan jemaah, hingga tenaga pendukung lainnya yang bekerja di balik layar.
“Kesuksesan pelayanan haji tidak dibangun oleh satu atau dua orang. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh petugas yang mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk melayani tamu-tamu Allah dari Indonesia. Mari kita tutup operasional haji tahun ini dengan sebaik-baiknya dan mengantarkan seluruh jemaah pulang dengan selamat hingga kepulangan terakhir pada 1 Juli 2026,” pungkasnya.*
