MAKKAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus Naib Amirulhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan pesan khusus kepada seluruh petugas haji Indonesia menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dalam pesannya, Dahnil meminta para petugas memperkuat komunikasi dan pendampingan kepada jemaah di tengah situasi krusial yang mulai dihadapi.
Dahnil membuka pesannya dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji (PPIH 2026) yang telah bekerja melayani jemaah di Tanah Suci.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih dengan sangat kepada seluruh petugas haji Republik Indonesia. Anda semuanya sudah bertugas dengan baik, Anda semuanya sudah bertugas dengan karakter dan watak yang sangat dedikatif,” kata Dahnil, Minggu malam (24/5/2026).
Ia menilai pola pelayanan petugas haji yang cepat, responsif, simpatik, dan empatik telah mendapat apresiasi dari banyak pihak. Meski demikian, Dahnil meminta kritik yang muncul tetap dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan.
“Fast respons simpatik dan empatik itu nilai yang kita usung. Pada saat ini apa yang kawan-kawan tenun beberapa hari selama bertugas di Tanah Suci belakangan ini mendapatkan apresiasi. Dipuji oleh banyak pihak,” ujarnya.
Walau begitu, lanjut Dahnil, ada juga pihak-pihak mengkritik tugas-tugas PPIH 2026. Namun, kritik-kritik tersebut harus dijadikan sebagai batu loncatan untuk melakukan perbaikan.
Tantangan terbesar
Menurut Dahnil, tantangan terbesar mulai dihadapi saat proses pergerakan jemaah menuju Arafah hingga rangkaian ibadah di Muzdalifah dan Mina. Karena itu, ia meminta seluruh petugas lapangan, termasuk petugas sektor dan hotel, terus mendampingi jemaah secara intensif.
“Malam ini akan dipersiapkan, dan kita akan mempersiapkan jemaah untuk bergerak ke Arafah, yang kemudian nanti dilanjutkan di Muzdalifah, kemudian dilanjutkan ke Mina dan seterusnya,” katanya.
Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional dengan jemaah agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diatasi dengan baik.
“Maka saya minta para petugas-petugas yang ada di lapangan, yang ada di hotel-hotel yang ada bersama dengan jemaah, bangun komunikasi yang intens, bangun ikatan hati yang kuat dengan jemaah atau ta’liful qulub yang kuat dengan jemaah,” ujar Dahnil.
Ia juga mengingatkan kemungkinan munculnya persoalan teknis selama fase Armuzna, seperti keterlambatan konsumsi atau kendala pelayanan lainnya. Untuk itu, ia meminta petugas bergerak cepat menyelesaikan persoalan jemaah dan menjaga koordinasi di lapangan.
Satu komando
Selain itu, Dahnil meminta seluruh petugas tetap solid dan mengikuti instruksi komando selama bertugas di lapangan.
“Teman-teman semuanya harus tetap kompak. Dengarkan instruksi dan komando yang sudah disampaikan atau diberikan para komandan-komandan di lapangan,” pintanya.
Di akhir pesannya, Dahnil berharap pelayanan haji tahun ini menjadi catatan sejarah baru bagi penyelenggaraan haji Indonesia.
“Saya berharap ini bisa menjadi catatan sejarah baru haji Republik Indonesia dan sejarah itu semuanya ditoreh, dicatat oleh kawan-kawan petugas haji 2026,” katanya.
Ia menutup pesannya dengan menyebut pelayanan haji saat ini sebagai momentum kebangkitan pelayanan bagi tamu Allah.
“Ini adalah era pelayanan haji yang terbaik, era kebangkitan para pelayan tamu Allah SWT. Terima kasih atas dedikasinya, terima kasih atas perjuangan semua sahabat yang ada di lapangan,” tutupnya.*
