3 months ago
4 mins read

Pemerintah Jadi Pengusaha: Solusi atau Risiko?

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Dalam teori institutional economics, penggabungan fungsi regulator, operator, pemilik modal, dan pengawas dalam satu entitas kekuasaan selalu mengandung risiko serius. Douglass North menekankan bahwa kualitas institusi menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi jangka panjang, bukan semata besarnya intervensi negara. Ketika mekanisme pengawasan melemah dan kekuasaan ekonomi terlalu terpusat, maka risiko rent-seeking, konflik kepentingan, inefisiensi, dan korupsi sistemik meningkat secara eksponensial.

Situasi menjadi semakin sensitif karena sebagian besar aset ekonomi negara kini dikelola melalui struktur di luar APBN langsung, sementara mekanisme pengawasan publiknya belum sepenuhnya jelas. Pasar mulai mengajukan pertanyaan yang sangat fundamental:

  • bagaimana mekanisme pengawasan Danantara?
  • sejauh mana kontrol DPR terhadap penggunaan dividen?
  • bagaimana standar audit dan financial disclosure-nya?
  • siapa yang menentukan prioritas investasi?
  • bagaimana contingent liabilities dan risiko fiskal tersembunyi akan dicatat?

Hingga saat ini, struktur tata kelola, penggunaan dividen, standar audit independen, dan transparansi operasional sejumlah instrumen ekonomi baru pemerintah masih dipersepsikan belum sepenuhnya terbuka.

Dalam dunia sovereign finance, opacity seperti ini sangat sensitif. Pasar khawatir munculnya kembali praktik off-budget fiscal power—kekuasaan fiskal nonbudgeter dalam skala besar yang pernah menjadi karakter ekonomi-politik Orde Baru sebelum dibatasi Reformasi 1998.

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa konsentrasi kekuasaan ekonomi negara tanpa transparansi hampir selalu berujung pada distorsi ekonomi dan krisis fiskal tersembunyi. Krisis 1MDB di Malaysia, misalnya, menjadi contoh bagaimana sovereign fund tanpa tata kelola kuat dapat berubah menjadi sumber kerusakan institusional dan hilangnya kepercayaan global.

Pasar sebenarnya tidak alergi terhadap negara yang kuat. China, Singapura, Uni Emirat Arab, bahkan Norwegia menunjukkan bahwa negara dapat memainkan peran ekonomi besar tanpa kehilangan kepercayaan pasar. Tetapi seluruh model tersebut berdiri di atas fondasi yang relatif jelas: transparansi, disiplin birokrasi, meritokrasi, audit independen, dan kepastian hukum.

Dan justru pada tahapan inilah kecemasan terbesar pasar terhadap Indonesia hari ini muncul. Bukan semata pada besarnya program pemerintah, melainkan pada munculnya apa yang dalam literatur governance disebut sebagai concentration of opaque power — konsentrasi kekuasaan ekonomi yang besar namun tidak sepenuhnya transparan dan sulit diawasi publik.

Dalam sovereign finance modern, ketidakpastian itu sendiri adalah risiko. Lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings tidak hanya menilai pertumbuhan ekonomi atau rasio utang. Mereka juga menilai kualitas institusi, transparansi fiskal, independensi kebijakan, contingent liabilities, dan kemampuan negara menjaga kredibilitas jangka panjang.

Karena itu, yang mencemaskan pasar bukan hanya besarnya kekuasaan ekonomi negara, melainkan kemungkinan munculnya monopoli kekuasaan ekonomi yang sulit diawasi.

Kekuatan ekonomi yang terlalu terkonsentrasi tanpa transparansi pada akhirnya dapat berubah menjadi: monopoli, rent-seeking, korupsi sistemik, kolusi, nepotisme, serta kerusakan fiskal tersembunyi yang baru terlihat ketika krisis datang.

Di sisi lain, pasar akan merespons jauh lebih positif apabila pemerintah mulai menunjukkan komitmen terhadap: prudent government spending, evaluasi program populis yang membebani fiskal, serta disiplin anggaran yang berbasis produktivitas ekonomi nyata.

Karena stabilitas rupiah tidak dapat dipertahankan hanya melalui intervensi devisa atau kenaikan suku bunga. Stabilitas jangka panjang lahir dari kepercayaan. Dan kepercayaan hanya lahir ketika negara mampu menunjukkan bahwa kekuasaan ekonomi yang besar tetap dibatasi oleh: transparansi,

kompetisi yang sehat, akuntabilitas, audit independen, dan supremasi hukum. Pada akhirnya, tantangan terbesar Indonesia hari ini bukan memilih antara nasionalisme ekonomi atau pasar bebas.

Tantangan sesungguhnya adalah: mampukah negara membangun kembali kedaulatan ekonomi tanpa menghancurkan kepercayaan pasar dalam prosesnya? Karena sejarah dunia menunjukkan: negara gagal bukan semata karena pemerintah terlalu lemah.

Negara gagal ketika kekuatan ekonomi terlalu terkonsentrasi di tangan kekuasaan tanpa transparansi, pengawasan, dan institusi yang kuat.*

Laksamana SukardiPolitikus Senior.

Komentar

Your email address will not be published.

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ketika Demokrasi Diperjuangkan: Membaca Indonesia Melalui Autobiografi Erros Djarot

“Sebuah bangsa tidak kehilangan demokrasinya dalam satu malam. Demokrasi mulai

Kudatuli: Sudahkah Bangsa Ini Belajar?

JAKARTA – Setiap tanggal 27 Juli, ingatan bangsa ini kembali
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88