5 months ago
4 mins read

Pemerintah Jadi Pengusaha: Solusi atau Risiko?

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Dalam teori institutional economics, penggabungan fungsi regulator, operator, pemilik modal, dan pengawas dalam satu entitas kekuasaan selalu mengandung risiko serius. Douglass North menekankan bahwa kualitas institusi menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi jangka panjang, bukan semata besarnya intervensi negara. Ketika mekanisme pengawasan melemah dan kekuasaan ekonomi terlalu terpusat, maka risiko rent-seeking, konflik kepentingan, inefisiensi, dan korupsi sistemik meningkat secara eksponensial.

Situasi menjadi semakin sensitif karena sebagian besar aset ekonomi negara kini dikelola melalui struktur di luar APBN langsung, sementara mekanisme pengawasan publiknya belum sepenuhnya jelas. Pasar mulai mengajukan pertanyaan yang sangat fundamental:

  • bagaimana mekanisme pengawasan Danantara?
  • sejauh mana kontrol DPR terhadap penggunaan dividen?
  • bagaimana standar audit dan financial disclosure-nya?
  • siapa yang menentukan prioritas investasi?
  • bagaimana contingent liabilities dan risiko fiskal tersembunyi akan dicatat?

Hingga saat ini, struktur tata kelola, penggunaan dividen, standar audit independen, dan transparansi operasional sejumlah instrumen ekonomi baru pemerintah masih dipersepsikan belum sepenuhnya terbuka.

Dalam dunia sovereign finance, opacity seperti ini sangat sensitif. Pasar khawatir munculnya kembali praktik off-budget fiscal power—kekuasaan fiskal nonbudgeter dalam skala besar yang pernah menjadi karakter ekonomi-politik Orde Baru sebelum dibatasi Reformasi 1998.

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa konsentrasi kekuasaan ekonomi negara tanpa transparansi hampir selalu berujung pada distorsi ekonomi dan krisis fiskal tersembunyi. Krisis 1MDB di Malaysia, misalnya, menjadi contoh bagaimana sovereign fund tanpa tata kelola kuat dapat berubah menjadi sumber kerusakan institusional dan hilangnya kepercayaan global.

Pasar sebenarnya tidak alergi terhadap negara yang kuat. China, Singapura, Uni Emirat Arab, bahkan Norwegia menunjukkan bahwa negara dapat memainkan peran ekonomi besar tanpa kehilangan kepercayaan pasar. Tetapi seluruh model tersebut berdiri di atas fondasi yang relatif jelas: transparansi, disiplin birokrasi, meritokrasi, audit independen, dan kepastian hukum.

Dan justru pada tahapan inilah kecemasan terbesar pasar terhadap Indonesia hari ini muncul. Bukan semata pada besarnya program pemerintah, melainkan pada munculnya apa yang dalam literatur governance disebut sebagai concentration of opaque power — konsentrasi kekuasaan ekonomi yang besar namun tidak sepenuhnya transparan dan sulit diawasi publik.

Dalam sovereign finance modern, ketidakpastian itu sendiri adalah risiko. Lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings tidak hanya menilai pertumbuhan ekonomi atau rasio utang. Mereka juga menilai kualitas institusi, transparansi fiskal, independensi kebijakan, contingent liabilities, dan kemampuan negara menjaga kredibilitas jangka panjang.

Karena itu, yang mencemaskan pasar bukan hanya besarnya kekuasaan ekonomi negara, melainkan kemungkinan munculnya monopoli kekuasaan ekonomi yang sulit diawasi.

Kekuatan ekonomi yang terlalu terkonsentrasi tanpa transparansi pada akhirnya dapat berubah menjadi: monopoli, rent-seeking, korupsi sistemik, kolusi, nepotisme, serta kerusakan fiskal tersembunyi yang baru terlihat ketika krisis datang.

Di sisi lain, pasar akan merespons jauh lebih positif apabila pemerintah mulai menunjukkan komitmen terhadap: prudent government spending, evaluasi program populis yang membebani fiskal, serta disiplin anggaran yang berbasis produktivitas ekonomi nyata.

Karena stabilitas rupiah tidak dapat dipertahankan hanya melalui intervensi devisa atau kenaikan suku bunga. Stabilitas jangka panjang lahir dari kepercayaan. Dan kepercayaan hanya lahir ketika negara mampu menunjukkan bahwa kekuasaan ekonomi yang besar tetap dibatasi oleh: transparansi,

kompetisi yang sehat, akuntabilitas, audit independen, dan supremasi hukum. Pada akhirnya, tantangan terbesar Indonesia hari ini bukan memilih antara nasionalisme ekonomi atau pasar bebas.

Tantangan sesungguhnya adalah: mampukah negara membangun kembali kedaulatan ekonomi tanpa menghancurkan kepercayaan pasar dalam prosesnya? Karena sejarah dunia menunjukkan: negara gagal bukan semata karena pemerintah terlalu lemah.

Negara gagal ketika kekuatan ekonomi terlalu terkonsentrasi di tangan kekuasaan tanpa transparansi, pengawasan, dan institusi yang kuat.*

Laksamana Sukardi, Politikus Senior.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ketika Demokrasi Diperjuangkan: Membaca Indonesia Melalui Autobiografi Erros Djarot

“Sebuah bangsa tidak kehilangan demokrasinya dalam satu malam. Demokrasi mulai

Kudatuli: Sudahkah Bangsa Ini Belajar?

JAKARTA – Setiap tanggal 27 Juli, ingatan bangsa ini kembali
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88