3 months ago
3 mins read

Demokrasi: Bukan Hanya Pemilu

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Banyak khalayak yang menganggap demokrasi hanya  identik  dengan pemilu dan masih banyak yang tidak memahami bahwa demokrasi adalah sistem tata kelola politik yang  harus mampu mencegah pemimpin  buruk merusak negara.

Demokrasi tidak pernah diciptakan karena manusia adalah malaikat. Demokrasi justru lahir karena manusia bukan malaikat.

Karena itu, pemilu memiliki risiko memilih pemimpin yang buruk dan sejarah menunjukkan ironi besar bahwa banyak pemimpin otoriter justru lahir melalui pemilu demokratis.

Adolf Hitler memperoleh kekuasaan melalui sistem politik Republik Weimar sebelum menghancurkan demokrasi Jerman dari dalam.

Hugo Chávez, Recep Tayyip Erdoğan, Viktor Orbán, Ferdinand Marcos dan Alberto Fujimori, juga memperoleh legitimasi awal melalui pemilu sebelum perlahan melemahkan institusi demokrasi.

Perlu disadari bahwa kelemahan terbesar dalam sistem politik bukanlah ideologi, ekonomi, ataupun konstitusi. Melainkan psikologi manusia itu sendiri. Utamanya psikologi pemimpin.

Lord Acton pernah menulis kalimat terkenal-Letter to Bishop Mandell Creighton (1887). “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Kalimat itu bukan sekadar pernyataan moral, tetapi observasi psikologis tentang bagaimana kekuasaan mengubah cara manusia berpikir.

Pada awalnya, hampir semua pemimpin berkampanye dengan idealisme: ingin melayani rakyat, memperbaiki negara, membangun masa depan yang lebih baik. Tetapi psikologi politik menunjukkan bahwa kekuasaan mengubah persepsi seseorang terhadap realitas.

Pujian berubah menjadi candu. Loyalitas buta berubah menjadi tuntutan. Kritik berubah menjadi penghinaan. Dan perbedaan pendapat mulai dianggap sebagai subversi. Transformasi seperti ini bukan anomali, tetapi sangat manusiawi.

Psikolog politik dan neurolog Inggris, David Owen, menyebut fenomena ini sebagai Hubris Syndrome, yaitu kondisi psikologis yang sering muncul pada pemimpin yang terlalu lama berada dalam kekuasaan tanpa koreksi yang sehat.

Pemimpin masuk ke alam bawah sadar dan mulai percaya:
“Hanya saya yang memahami bangsa ini.”
“Kritik menghambat kemajuan.”
“Negara membutuhkan persatuan, bukan oposisi.”
“Aturan biasa tidak boleh menghambat pemimpin besar.”

Slanjutnya, realitas alam sadar mulai menjadi ancaman bagi kekuasaan. Karena realitas mengandung kritik. Realitas mengandung batas. Realitas juga mengandung kegagalan.

Maka sistem perlahan dibentuk mulai melindungi pemimpin dari kenyataan itu sendiri. Para pembantu menjadi takut. Institusi menjadi tunduk. Media berubah menjadi panggung pencitraan. Para ahli hanya menjadi ornamen politik. Dan loyalitas menjadi lebih penting daripada kebenaran.

Hannah Arendt dalam The Origins of Totalitarianism menjelaskan bahwa otoritarianisme modern tumbuh bukan hanya dari kekerasan, tetapi dari hancurnya kemampuan masyarakat membedakan realitas alam sadar dengan propaganda alam bawah sadar.

Tragedinya, pada fase ini banyak pemimpin tidak lagi merasa sedang berbohong. Mereka sungguh mulai mempercayai narasi yang mereka ciptakan sendiri. They believe in their own lies.

Psikolog Daniel Kahneman menyebut kecenderungan manusia untuk terlalu percaya pada penilaiannya sendiri sebagai overconfidence bias—salah satu bias kognitif paling berbahaya dalam pengambilan keputusan. Dalam politik, bias ini menjadi jauh lebih kuat ketika seorang pemimpin dikelilingi pujian dan minim koreksi.

Di sinilah pagar-1pagar demokrasi menjadi penting. Demokrasi bukan sekadar mekanisme pemilu. Demokrasi adalah sistem tata kelola politik  yang mampu melakukan koreksi psikologis terhadap kekuasaan manusia.

Oposisi bukan diciptakan untuk memecah bangsa, tetapi untuk mencegah delusi kekuasaan. Pers bebas bukan untuk melemahkan negara, tetapi untuk menghubungkan kembali kekuasaan dengan realitas.

Peradilan independen dibutuhkan karena manusia secara alami cenderung membenarkan tindakannya sendiri ketika memiliki kekuasaan besar. Pembatasan masa jabatan diperlukan karena tidak ada pikiran manusia yang tetap netral setelah terlalu lama memegang kekuasaan.

Karl Popper dalam The Open Society and Its Enemies menegaskan bahwa pertanyaan terpenting dalam politik bukanlah: “Siapa yang harus memimpin?” melainkan: “Bagaimana mencegah pemimpin yang buruk merusak negara?”

Karena itulah demokrasi memagari agar pemimpin tidak offside dan pagar tersebut adalah: Kritik Oposisi. kritik bukan musuh demokrasi.Kritik adalah sistem imun demokrasi. Tanpa kritik, kekuasaan perlahan kehilangan kesadaran dirinya sendiri dan merasa paling benar.

Sejarah berulang kali menunjukkan pola yang sama. Bangsa-bangsa jarang runtuh karena tiba-tiba muncul satu manusia jahat dalam semalam.

Lebih sering, sebuah bangsa membusuk perlahan karena institusi terlalu takut mengatakan kebenaran kepada kekuasaan, sementara masyarakat mulai menormalisasi setiap bentuk kontradiksi dan kebijakan yang destruktif.

Dan ketika ketakutan menggantikan kritik, maka realitas itu sendiri menjadi ancaman politik. Pada saat itulah demokrasi perlahan berubah menjadi sistem yang dibangun di atas kultus individu, bukan prinsip.

Karena itu, alasan terdalam mengapa demokrasi diperlukan sebenarnya bukan alasan filosofis, ideologis, tetapi merupakan panacea (obat) psikologis bagi pemimpin yang menyimpang.

Demokrasi ada karena tidak ada manusia  yang memiliki kecerdasan dan karisma  yang cukup, sehingga mampu mengelola kekuasaan yang besar dengan tulus dan  aman, walaupun  tanpa pengawasan dan koreksi.

Bukan karena manusia selalu jahat, tetapi karena manusia tetaplah manusia.*

Laksamana SukardiPolitikus Senior.

Komentar

Your email address will not be published.

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Andi Mallarangeng: Bebas Aktif Tidak Berarti Pasif

JAKARTA – Di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China, perang Rusia-Ukraina, konflik

Ketika Demokrasi Diperjuangkan: Membaca Indonesia Melalui Autobiografi Erros Djarot

“Sebuah bangsa tidak kehilangan demokrasinya dalam satu malam. Demokrasi mulai
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88