MADINAH — Pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah terus menunjukkan ritme yang tertata. Pada pendorongan ke-17, sebanyak 445 jemaah dari Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Madinah diberangkatkan dalam suasana aman, lancar, dan penuh kegembiraan, Sabtu (2/5). Proses ini menjadi bagian dari implementasi visi Tri Sukses Haji yang menitikberatkan pada kenyamanan dan pelayanan maksimal bagi para duyufur rahman (tamu Allah).
Ketua Sektor 2 Daker Madinah, Iskandar Mahyudin, menegaskan bahwa seluruh proses telah disiapkan jauh sebelum keberangkatan.
“Proses pendorongan jemaah dari Madinah ke Makkah itu kita sudah siapkan 8 jam sebelum keberangkatan, tas jemaah sudah berada di depan kamar masing-masing,” ujarnya.
Skema ini memastikan jemaah tidak direpotkan oleh urusan logistik, terutama bagi kelompok lansia yang membutuhkan perhatian ekstra.
Manajemen koper menjadi titik krusial yang ditangani secara sistematis oleh petugas. “Tiga jam, empat jam sebelum keberangkatan, tas akan diturunkan oleh petugas Umal dan dimasukkan di dalam bus. Ketika nanti tas sudah kita sweeping dan apabila masih ada yang ketinggalan, maka kita akan susulkan ke kloter berikutnya,” jelas Iskandar.
Pendekatan ini menegaskan bahwa tidak ada barang jemaah yang terabaikan dalam proses perpindahan.
Di lapangan, koordinasi lintas pihak menjadi kunci. Sinergi antara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), syarikah, dan pihak perhotelan terbukti mampu merespons situasi secara cepat, termasuk saat muncul kendala kecil.
“Alhamdulillah syarikahnya bekerja sama baik dengan kita, memerintahkan supir untuk kembali. Setiap kepergian pendorongan, syarikah dan kita itu duduk bersama membicarakan kemungkinan yang terjadi dan segera kita antisipasi,” ujar Iskandar.
Di sisi lain, edukasi kepada jemaah terus digencarkan agar perjalanan ibadah hingga fase kepulangan tetap berjalan mulus. Petugas mengingatkan pentingnya pengelolaan bagasi agar tidak melanggar ketentuan maskapai.
“Kita imbau kepada semua jemaah agar jangan terlalu banyak untuk berbelanja dahulu, karena dikhawatirkan nanti tasnya akan melebihi kapasitas yang ada disiapkan oleh maskapai,” pungkasnya.*
