4 days ago
1 min read

PBB Sebut Konflik Sudan Krisis Kemanusiaan Terbesar Dunia

Empat juta orang mengungsi akibat perang saudara yang tak kunjung usai. Krisis di Sudan jarang mendapat sorotan dari dunia internasional. (Foto: Reuters)

KHARTOUM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut konflik berkepanjangan di Sudan sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini, seiring perang yang telah memasuki tahun ketiga tanpa tanda-tanda mereda.

Dalam pernyataannya, PBB menyoroti bahwa skala penderitaan di Sudan terus memburuk akibat konflik antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Perang yang dimulai pada April 2023 itu telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa serta memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka.

Data terbaru menunjukkan sekitar 33 hingga 34 juta orang kini membutuhkan bantuan kemanusiaan, atau hampir dua pertiga populasi Sudan. Selain itu, lebih dari 14 juta warga terpaksa mengungsi, menjadikannya salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia saat ini.

PBB juga mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pangan yang semakin memburuk. Jutaan warga dilaporkan hanya mampu makan sekali sehari, sementara sebagian lainnya menghadapi ancaman kelaparan akut akibat terganggunya produksi dan distribusi pangan.

Tidak hanya itu, sistem layanan kesehatan Sudan berada di ambang kehancuran. Lebih dari sepertiga fasilitas kesehatan dilaporkan tidak lagi berfungsi, di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur medis selama konflik berlangsung.

Sekretaris Jenderal PBB juga menegaskan bahwa krisis ini diperparah oleh minimnya perhatian global dan keterbatasan pendanaan. Hingga saat ini, kebutuhan dana kemanusiaan untuk Sudan baru terpenuhi sekitar 16 persen, jauh dari cukup untuk menjangkau seluruh korban terdampak.

Dalam forum internasional, PBB menyerukan penghentian segera konflik serta akses kemanusiaan tanpa hambatan. Namun, berbagai upaya diplomatik yang telah dilakukan sejauh ini belum berhasil menghasilkan gencatan senjata yang berkelanjutan.

Seiring berjalannya waktu, konflik Sudan tidak hanya memicu krisis kemanusiaan, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan. PBB memperingatkan, tanpa intervensi serius dari komunitas internasional, penderitaan rakyat Sudan akan terus memburuk dan berpotensi menciptakan dampak jangka panjang yang lebih luas.

Krisis ini menjadi pengingat bahwa konflik yang berlarut-larut tanpa solusi politik hanya akan memperdalam tragedi kemanusiaan dan Sudan kini berdiri sebagai contoh paling nyata dari kegagalan tersebut.

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Bayi Lahir di Tengah Runtuhnya Kesehatan Sudan

KHARTOUM – Konflik berkepanjangan di Sudan tidak hanya menyisakan kehancuran

MSF: Gencatan Senjata, Krisis Gaza Memburuk

JENEWA – Organisasi medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF) menyatakan kondisi kemanusiaan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88