3 days ago
2 mins read

MSF: Gencatan Senjata, Krisis Gaza Memburuk

Seorang tenaga medis berjalan di lorong rumah sakit yang rusak di Jalur Gaza, di tengah keterbatasan fasilitas dan tekanan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Infrastruktur kesehatan yang hancur memperparah sulitnya akses layanan medis bagi warga sipil. (Foto:Ist)

JENEWA – Organisasi medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF) menyatakan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza tetap berada pada titik kritis, meskipun gencatan senjata telah berlangsung selama enam bulan. Dalam laporan terbarunya pada Sabtu (11/4/2026), MSF menegaskan bahwa kekerasan masih terus terjadi dan akses bantuan kemanusiaan semakin terhambat.

MSF menilai gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 bersifat rapuh dan tidak efektif menghentikan penderitaan warga sipil. “Kondisi kehidupan warga Palestina tetap mengerikan, sementara bantuan kemanusiaan terus dihalangi, menyebabkan kematian yang sebenarnya dapat dicegah,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan, hingga 8 April 2026 sedikitnya 733 orang tewas dan 1.913 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan. Tim medis MSF juga melaporkan telah menangani berbagai insiden korban massal setiap bulan, dengan sedikitnya 244 pasien mengalami luka akibat serangan, termasuk anak-anak.

Dalam enam bulan terakhir, MSF mencatat lebih dari 40.000 tindakan perawatan luka akibat trauma kekerasan, seperti luka tembak dan ledakan. Di dua rumah sakit lapangan yang mereka operasikan, lebih dari 15.000 kasus trauma telah ditangani sejak Oktober 2025. Sementara di klinik mereka di Kota Gaza saja, tercatat lebih dari 18.000 perawatan luka dilakukan, dengan mayoritas berasal dari cedera akibat konflik.

Manajer darurat MSF, Claire San Filippo, menegaskan bahwa situasi di Gaza belum menunjukkan perbaikan signifikan. “Enam bulan kemudian, gencatan senjata gagal mengakhiri penderitaan warga. Serangan masih terus berlanjut dan kondisi tetap mengerikan,” ujarnya.

Menurut MSF, kebutuhan dasar masyarakat Gaza sangat mendesak, mulai dari air bersih, makanan, listrik, hingga layanan kesehatan. Namun, pembatasan yang dilakukan otoritas Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan memperparah situasi. Sejak awal 2026, pasokan medis penting milik MSF dilaporkan tidak diizinkan masuk ke Gaza.

Selain itu, evakuasi medis bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan di luar Gaza juga terhambat. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia, lebih dari 18.500 warga Gaza masih menunggu evakuasi medis, termasuk sekitar 4.000 anak-anak.

Krisis ini turut berdampak pada pasien dengan penyakit kronis. Keterbatasan obat-obatan seperti insulin, obat jantung, dan tekanan darah membuat kondisi mereka semakin memburuk. “Kami tidak dapat menemukan obat-obatan yang kami butuhkan. Tidak ada kehidupan yang layak di sini,” ujar Mohammed Abo Zaina, salah satu pasien yang dirawat.

Sementara itu, tenaga medis di lapangan juga menghadapi tekanan berat. Rami Abu Anza, perawat MSF di Gaza, mengungkapkan bahwa banyak pasien meninggal bukan hanya karena luka perang, tetapi juga akibat tidak tersedianya pengobatan untuk penyakit kronis.

Di sisi lain, sekitar 90 persen penduduk Gaza kini hidup dalam kondisi pengungsian, sebagian besar di tenda atau tempat penampungan darurat. Kepadatan dan buruknya sanitasi memicu meningkatnya penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan diare.

MSF juga menyoroti menyusutnya ruang hidup warga akibat perluasan kontrol militer Israel. Sekitar 58 persen wilayah Gaza kini berada di bawah kendali militer penuh, memaksa jutaan warga bertahan di area sempit yang telah hancur.

Menanggapi kondisi tersebut, MSF mendesak komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, serta negara-negara Arab, untuk segera mengambil langkah konkret.

“Mereka harus menggunakan seluruh pengaruh politiknya untuk memastikan perlindungan warga sipil, memulihkan kondisi kehidupan yang layak, dan membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan,” tegas MSF.

Dengan situasi yang terus memburuk, laporan ini kembali menegaskan bahwa gencatan senjata belum mampu menghentikan krisis kemanusiaan di Gaza, yang hingga kini masih membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari dunia internasional.

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Flotilla Gaza: Aksi Global Tembus Blokade

JAKARTA – Upaya menembus blokade Jalur Gaza melalui jalur laut

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga Gaza

GAZA – Eskalasi kekerasan di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa.
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88