5 hours ago
1 min read

Barghouti Minta Dunia Lindungi Tahanan Palestina

LUSTRASI : Marwan Barghouti, pemimpin gerakan Fatah di Tepi Barat. (Foto: BBC)

PALESTINA – Seruan agar dunia internasional lebih serius melindungi tahanan Palestina kembali menguat. Aktivis Palestina, Arab Barghouti, mendesak kelompok hak asasi manusia untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait dugaan pelanggaran yang dialami para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Dalam laporan yang disiarkan Al Jazeera pada 15 April 2026, Barghouti menyoroti kondisi ayahnya, Marwan Barghouti, yang disebut mengalami kekerasan dan pengabaian medis selama dalam tahanan. Ia menyatakan bahwa komunitas internasional belum berbuat cukup untuk melindungi para tahanan Palestina dari perlakuan tidak manusiawi.

Isu ini semakin kompleks seiring munculnya kebijakan baru Israel yang menuai kecaman global. Parlemen Israel (Knesset) pada akhir Maret 2026 mengesahkan undang-undang yang memungkinkan penerapan hukuman mati terhadap warga Palestina yang dinyatakan bersalah dalam serangan mematikan terhadap warga Israel.

Undang-undang tersebut menetapkan hukuman mati sebagai sanksi utama, bahkan dapat dijatuhkan tanpa keputusan bulat hakim dan harus dilaksanakan dalam waktu maksimal 90 hari sejak vonis dijatuhkan.

Sejumlah laporan juga menyebut bahwa dalam praktiknya, aturan ini dinilai hanya menyasar warga Palestina, terutama mereka yang diadili di pengadilan militer di wilayah Tepi Barat.

Langkah ini memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa kebijakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia, khususnya terkait hak untuk hidup dan jaminan proses hukum yang adil.

Organisasi HAM seperti Amnesty International juga memperingatkan bahwa rancangan dan penerapan hukum tersebut dapat memperkuat praktik diskriminatif serta membuka peluang terjadinya pelanggaran serius, termasuk eksekusi tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Di sisi lain, kekhawatiran meningkat di kalangan keluarga tahanan Palestina. Mereka menilai undang-undang ini memperburuk kondisi psikologis para tahanan, yang sebelumnya sudah diwarnai laporan kekerasan, isolasi, serta minimnya akses terhadap layanan medis.

Dalam konteks ini, seruan Arab Barghouti menjadi semakin relevan. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap tahanan Palestina tidak hanya soal kemanusiaan, tetapi juga menyangkut kredibilitas sistem hukum internasional dalam menegakkan keadilan.

Isu tahanan Palestina kini tidak lagi sekadar persoalan regional, melainkan telah berkembang menjadi perhatian global yang menuntut respons nyata dari komunitas internasional.

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Iran Tetap Jadi Penghalang Proyek ‘Israel Raya’

Israel ingin memperluas pengaruhnya di Timur Tengah. Kegagalannya mengalahkan Iran

Di Balik Gagalnya Kesepakatan AS-Iran 

ISLAMABAD – Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan gencatan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88