2 weeks ago
1 min read

Jurnalis AL-Jazeera Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

ILUSTRASI : Duka menyelimuti Jalur Gaza saat jenazah seorang jurnalis Palestina diarak di tengah reruntuhan akibat serangan udara Israel. Insiden ini menambah panjang daftar korban dari kalangan pekerja media. (Gambar: AI)

GAZA Innalillahi, seorang jurnalis Palestina dilaporkan syahid akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Rabu (8/4/2026) malam kemarin waktu setempat, syahidnya jurnalis tersebut menambah panjang daftar korban dari kalangan pekerja media sejak konflik berkepanjangan pecah pada Oktober 2023.

Dengan insiden terbaru ini, jumlah jurnalis yang gugur tercatat telah mencapai sedikitnya 262 orang, menurut otoritas setempat.

Korban diketahui bernama Mohammed Wishah, koresponden televisi Al Jazeera Mubasher yang berbasis di Qatar. Ia dilaporkan tewas saat menjalankan tugas jurnalistiknya di tengah eskalasi militer yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari “penargetan sistematis” terhadap jurnalis Palestina oleh militer Israel. Mereka menilai serangan terhadap pekerja media tidak hanya melanggar hukum humaniter internasional, tetapi juga mengancam kebebasan pers di wilayah konflik.

“Kami menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Persatuan Jurnalis Arab, serta seluruh lembaga media global untuk mengecam kejahatan sistematis terhadap jurnalis Palestina di Jalur Gaza,” demikian pernyataan tersebut.

Selain itu, otoritas Gaza juga mendesak komunitas internasional, termasuk lembaga hak asasi manusia dan badan hukum internasional, untuk mengambil langkah konkret. Mereka menuntut adanya penyelidikan independen dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, sekaligus mendesak adanya tekanan global yang lebih kuat guna menghentikan serangan terhadap warga sipil, termasuk jurnalis.

Data terbaru menunjukkan dampak konflik yang semakin meluas. Lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 171.000 lainnya mengalami luka-luka sejak pecahnya perang pada Oktober 2023. Angka tersebut mencerminkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di kawasan dalam beberapa dekade terakhir.

Meskipun sempat diberlakukan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada Oktober tahun lalu, kekerasan masih terus terjadi. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 733 warga Palestina tewas dan 2.034 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan organisasi internasional terkait keselamatan jurnalis yang bertugas di wilayah konflik. Banyak pihak menilai perlindungan terhadap pekerja media harus menjadi prioritas, mengingat peran vital mereka dalam menyampaikan informasi dari lapangan kepada dunia internasional.

Seiring meningkatnya korban jiwa dari berbagai kalangan, termasuk jurnalis, tekanan terhadap komunitas global untuk segera mengambil langkah nyata dalam menghentikan konflik dan menjamin perlindungan warga sipil kian menguat.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Armada GSF 2.0 Tetap Berlayar ke Gaza Usai Badai

BARCELONA – Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 2026 kembali

Flotilla Gaza: Aksi Global Tembus Blokade

JAKARTA – Upaya menembus blokade Jalur Gaza melalui jalur laut
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88