4 months ago
3 mins read

Pekan Suci Sunyi, Kristen Palestina Tertekan

Israel menutup banyak situs keagamaan di Yerusalem Timur sebagai akibat dari perang AS-Israel terhadap Iran. (Foto: Aljazeera)

YERUSALEM — Pekan Suci bagi berbagai denominasi Kristen—yang diyakini sebagai momen penangkapan, penyaliban, dan kebangkitan Yesus—berlangsung dalam suasana tidak biasa di Yerusalem. Jalan-jalan di Distrik Kristen Kota Tua tampak sepi, sementara toko-toko tutup.

Boulos, seorang pria Kristen Palestina berusia sekitar 30-an yang enggan disebutkan nama aslinya, masih datang beberapa hari dalam sepekan ke tokonya yang menjual perlengkapan keagamaan. Ia menutup sebagian pintu untuk menghindari aparat Israel, yang memerintahkan penutupan toko-toko selama perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Setelah enam tahun usahanya terganggu—mulai dari pandemi COVID-19 hingga rangkaian konflik—bisnisnya sempat menunjukkan tanda pemulihan seiring kembalinya sebagian peziarah internasional pascagencatan senjata di Gaza pada Oktober lalu.

“Sebelum perang [dengan Iran], usaha memang sudah sangat buruk. Tapi setidaknya masih cukup untuk makan,” kata Boulos, kepada Aljazeera. “Sekarang, tidak ada usaha sama sekali, tidak ada uang sama sekali.”

Sekitar tengah hari, seorang perempuan Kristen Ethiopia datang membeli satu kilogram lilin doa—menjadi pelanggan pertama hari itu.

“Sejak pagi saya di sini tidak mendapatkan apa-apa,” kata Boulos. “Apa artinya 35 shekel [$11,20] bagi saya? Apa bedanya?”

Di Yerusalem Barat, sebagian besar bisnis kini diizinkan buka karena dekat dengan bunker perlindungan. Namun di Kota Tua Palestina yang tidak memiliki fasilitas tersebut, banyak usaha dipaksa tutup. Distrik Kristen—yang sangat bergantung pada pariwisata—menjadi wilayah yang paling terdampak.

“Ini pertama kalinya dalam hidup saya melihat Yerusalem sesedih ini,” kata Brother Daoud Kassabry, Seorang warga Yerusalem dan kepala sekolah di College des Freres School di Kawasan Kristen.

Selama lebih dari sebulan, tidak ada kegiatan belajar tatap muka. “Ini adalah bulan paling sulit di wilayah kami, benar-benar dalam masa kami. Bagi orang tua, bagi sekolah, bagi siswa, bagi guru—bagi semua orang.”

Toko-toko yang tutup di Kawasan Kota Tua Kristen Yerusalem. (Foto: Aljazeera)

“Negara ini hanya untuk mereka”

Biasanya, siswa dari sekolah Kassabry ikut dalam prosesi Minggu Palma. Namun tahun ini tidak diizinkan.

Otoritas Israel bahkan melarang Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, bersama pejabat gereja lainnya memasuki Gereja Makam Kudus—yang diyakini sebagai lokasi penyaliban dan kebangkitan Yesus—untuk memimpin misa.

Menurut Patriarkat Latin, ini merupakan pertama kalinya dalam “berabad-abad” hal tersebut terjadi.

Dalam konferensi pers, Kardinal Pizzaballa mengatakan seluruh perayaan dibatalkan untuk mematuhi pembatasan militer. “Namun ada hal-hal yang tidak bisa kami batalkan. Tidak seorang pun, bahkan paus, memiliki wewenang untuk membatalkan liturgi Paskah.”

Setelah tindakan itu dikritik oleh pemimpin Italia, Prancis, dan Amerika Serikat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan langkah tersebut diambil demi “keamanan”, dengan alasan minimnya bunker di sekitar gereja.

Namun, pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan status quo pengelolaan situs suci di Yerusalem, yang berada di bawah otoritas gereja dan Waqf Islam, dengan penjagaan oleh Raja Yordania Abdullah II.

Bagi warga Kristen Palestina, kondisi ini mencerminkan lingkungan yang tidak bersahabat. Bishop Emeritus Munib Younan mengeluhkan seringnya ia diludahi oleh pelajar yeshiva Yahudi di Kota Tua tanpa konsekuensi hukum.

Boulos juga memilih beribadah di luar Yerusalem. “Di sana, tidak ada yang menodongkan senjata kepada Anda saat menuju gereja. Hidup setidaknya terasa normal,” ujarnya. “Di sini, hidup tidak normal.”

“Mereka [Israel] ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa negara ini hanya untuk mereka—bukan untuk Kristen, bukan untuk Muslim,” ia menegaskan.

Larangan terhadap pejabat gereja memasuki situs suci juga dinilai tidak masuk akal.

“Pada tahun 1967, saat Perang Enam Hari, dan saya tinggal di Distrik Kristen, kami berlindung di bawah Gereja St John [Pembaptis],” tutur Younan. “Saat perang, ke mana Anda mencari perlindungan? Ke gereja, ke masjid, ke sinagoga, untuk berdoa dan berkata, ‘Tuhan, beri saya kekuatan.’”

Setelah mendapat tekanan, Netanyahu akhirnya mengizinkan pelaksanaan ibadah di Gereja Makam Kudus selama Pekan Suci, namun tetap tertutup bagi publik.

Langkah ini kontras dengan perlakuan terhadap umat Muslim, yang sejak 28 Februari dilarang memasuki kompleks Al-Aqsa, termasuk selama Ramadan. Saat Idul Fitri, aparat Israel membubarkan jemaah dengan gas air mata, granat kejut, dan pentungan.

Keteguhan di Tengah Tekanan

Pembatasan ini membuat komunitas Kristen Palestina semakin sulit menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas di Yerusalem. Pembatalan prosesi Jalan Salib dan Sabtu Suci—ritual khas Yerusalem—menjadi pukulan besar.

“Tahun ini kami merindukannya,” kata Kassabry. “Banyak orang yang sepanjang tahun tidak masuk gereja, mereka datang hanya pada hari-hari ini, terutama Jumat Agung. Karena ini adalah perayaan Yerusalem.”

Meski gereja tetap dibuka, sebagian jemaat memilih tidak datang karena rasa takut. Dalam khotbah, para pastor mengaitkan situasi ini dengan penderitaan spiritual.

“Saya mengatakan kepada mereka… kita bisa mengenali dalam kehidupan sehari-hari sesuatu dari penderitaan Kristus sendiri: ketakutannya, kegelisahannya, rasa ditinggalkan,” kata Pastor Faris Abedrabbo.

“Dalam konteks ini, satu kata menjadi penting bagi kami: keteguhan. Seperti yang diajarkan Kristus dalam Injil: ‘Dengan ketekunanmu kamu akan memperoleh hidupmu’,” sambungnya.

Di tengah tekanan ekonomi—terutama akibat runtuhnya sektor pariwisata—banyak anak muda mulai mempertimbangkan emigrasi.

“Banyak anak muda mengatakan kepada saya, ‘Bisakah Anda membantu saya mendapatkan visa untuk pindah ke Amerika Serikat atau Kanada atau Australia?’” kata Younan. “Saya tidak menyalahkan mereka jika mereka ingin pergi. Tapi ini buruk bagi masa depan kami.”

Boulos pun mengakui hal serupa. “Mereka berusaha semaksimal mungkin membuat kami kehilangan harapan dan meninggalkan negara ini,” katanya.

Selama lima minggu terakhir, ia lebih banyak di rumah. Namun ia tetap datang ke toko beberapa kali dalam sepekan, meski hampir tanpa pelanggan.

“Saya mencoba untuk tetap berharap. Itulah mengapa saya masih datang ke sini—untuk menunjukkan pada diri saya bahwa saya masih punya harapan,” kata Boulos.

“Tapi Anda tahu, ini tidak berhenti. Tidak pernah berhenti. Dan mereka tahu pada suatu titik Anda akan menyerah. Anda akan kehilangan harapan.”

Dalam situasi tersebut, pesan yang disampaikan menjadi penutup refleksi Pekan Suci.

“Keteguhan bukanlah sekadar bertahan secara pasif. Ini adalah perlawanan spiritual yang aktif: tetap berpegang pada kebaikan, pada kebenaran… menolak kebencian, dan terus memilih kehidupan.”*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

‘Kudeta’ Netanyahu Ancam Perang Gaza Tanpa Akhir

Penolakan pemimpin Israel terhadap peta jalan yang dipimpin AS akan

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88