4 months ago
1 min read

Hasan Nasbi: Bukan Waktunya Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi. (Foto: Totalpolitik)

JAKARTA — Mantan Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengingatkan bahwa situasi global yang sedang bergejolak saat ini bukan momentum yang tepat untuk melontarkan pernyataan bernada provokatif terhadap pemerintah. Ia menilai, kondisi dunia yang tidak stabil justru menuntut soliditas di dalam negeri.

Hasan menekankan, di tengah dinamika global yang kompleks—baik dari sisi ekonomi, keamanan, hingga kondisi cuaca ekstrem—Indonesia membutuhkan persatuan agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Ketika situasi ekonomi dunia kacau balau, situasi keamanan dunia juga sedang tidak baik-baik saja, cuaca panas di luar, ada banyak pertengkaran di luar negeri. Tapi, di dalam negeri, orang-orang yang mengaku pejuang demokrasi ini juga memanas-manasi suasana,” kata Hasan sebagaimana dikutip Antara, Minggu (5/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pernyataan seorang pimpinan lembaga survei yang dinilai bernada provokatif terhadap pemerintah. Hasan mengaku prihatin dengan sikap tersebut, terlebih datang dari sosok yang memiliki latar belakang akademik di bidang politik.

Ia menilai, pernyataan tersebut tidak mencerminkan semangat demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi. Hasan bahkan menuding adanya upaya untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar mekanisme demokrasi, hanya karena perbedaan pilihan politik pada Pemilu 2024.

“Mereka itu mengakunya pejuang demokrasi, tapi enggak pernah mau paham apa esensi demokrasi. Kalau perebutan kekuasaan dalam demokrasi itu difasilitasi kok lewat pemilu,” katanya.

Lebih jauh, Hasan menyayangkan sikap tersebut muncul di tengah tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan yang disebutnya masih tinggi. Ia menilai, pihak yang bersangkutan tetap beraktivitas dalam sistem demokrasi, namun tidak menghormati proses yang telah berjalan.

Meski demikian, Hasan menegaskan bahwa kritik tetap merupakan bagian sah dalam demokrasi. Namun, ia menggarisbawahi perbedaan antara kritik dan provokasi yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan tanpa jalur konstitusional.

“Kalau pemerintah tidak melakukan pelanggaran, tidak melakukan kesalahan melanggar Undang-Undang, tidak menabrak konstitusi, tapi Anda ingin mengajak masyarakat untuk menjatuhkan presiden karena perasaan Anda tidak terpenuhi, karena keinginan Anda tidak tercapai, itu sesuatu hal yang tidak bisa di terima,” katanya.

Pernyataan Hasan ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga stabilitas politik dalam negeri, terutama di tengah tekanan global yang masih berlangsung.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Hasan Nasbi: Tembok Ratapan Solo Bagian dari Kreativitas Media

JAKARTA — Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi

Hasan Nasbi, Tentang Tuduhan sebagai Penjilat

JAKARTA – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi,
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88