6 months ago
1 min read

Kasus Andrie Yunus, Amnesty Desak TPF Dibentuk

Poster-poster dukungan bagi Andrie Yunus di depan Komnas HAM, Jakarta. (Foto: AI Indonesia)

JAKARTA – Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kian menuai sorotan. Di tengah langkah Tentara Nasional Indonesia yang menyerahkan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), dorongan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kini menguat dari kalangan masyarakat sipil.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai penanganan kasus yang sudah memasuki pekan kedua justru menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang janggal.

“Penegakan hukum terkesan melambat, bukan karena kendala teknis atau administratif, tapi kental nuansa politis dan non-yuridis,” ujar Usman dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menyoroti langkah penyerahan jabatan Kabais yang disebut sebagai bentuk tanggung jawab oleh Mabes TNI. Menurutnya, langkah tersebut tidak boleh berhenti pada aspek politis semata.

“Penyerahan jabatan membawa nuansa politis, sehingga harus diarahkan pada pertanggungjawaban yuridis di peradilan umum,” tegasnya.

Data Berbeda, Penanganan Dinilai Tidak Sinkron
Kritik juga diarahkan pada perbedaan informasi antara aparat penegak hukum. Kepolisian sebelumnya merilis dua inisial terduga pelaku, yakni BHC dan MAK, lengkap dengan wajah pelaku. Namun di sisi lain, Pusat Polisi Militer TNI justru merilis empat nama berbeda—NDP, SL, BHW, dan ES—sebagai tersangka.

Menurut Usman, kondisi ini memunculkan kekhawatiran adanya penanganan yang berjalan sendiri-sendiri antara kepolisian dan militer.

“Kami khawatir terjadi kesimpangsiuran fakta karena polisi dan militer tidak bergerak dalam satu koordinasi,” katanya.

Untuk itu, ia mendesak Presiden membentuk Tim Pencari Fakta yang melibatkan unsur penegak hukum, masyarakat sipil, serta tokoh independen dengan integritas tinggi.

Tak hanya itu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia juga diminta turun tangan. Usman mendorong pembentukan TPF lintas komisi, khususnya Komisi I dan III, guna memastikan pengawasan berjalan maksimal.

“Tanpa peran DPR, kasus ini berisiko berhenti di tengah jalan. Pembentukan TPF sudah sangat mendesak agar penyelidikan berjalan objektif dan imparsial,” ujarnya.

Dorongan Peradilan Umum
Usman menegaskan, kasus ini harus diproses melalui peradilan umum, bukan peradilan militer. Ia merujuk pada ketentuan hukum yang menyatakan prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum wajib tunduk pada peradilan sipil.

“Ini bukan sekadar percobaan pembunuhan biasa. Ini adalah bentuk teror sistematis untuk membungkam suara kritis dan hak konstitusional warga negara,” katanya.

Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengumumkan penyerahan jabatan Kabais yang sebelumnya dipegang Letjen TNI Yudi Abrimantyo sebagai bentuk tanggung jawab institusional atas kasus tersebut.

TNI juga memastikan proses penyidikan terhadap empat prajurit yang diduga terlibat masih berjalan. Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026 di Pomdam Jaya. Mereka diketahui merupakan anggota Denma Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik luas, tidak hanya karena unsur kekerasannya, tetapi juga karena implikasinya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan relasi antar lembaga penegak hukum di Indonesia.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

DPR: TNI Masuk Bunker di Lebanon Langkah Taktis

JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai

Jabatan Kabais Diserahkan, TNI Buka Suara soal Kasus Air Keras

JAKARTA – Markas Besar TNI akhirnya angkat bicara terkait polemik
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88