7 months ago
1 min read

Jabatan Kabais Diserahkan, TNI Buka Suara soal Kasus Air Keras

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah. (Foto: Antara)

JAKARTA – Markas Besar TNI akhirnya angkat bicara terkait polemik dugaan keterlibatan aparat intelijen dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Salah satu langkah yang diambil adalah penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) yang sebelumnya dipegang Letjen TNI Yudi Abrimantyo.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyebut, penyerahan jabatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban institusional di tengah proses pengusutan yang sedang berjalan.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Aulia dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu malam (25/3/2026).

Namun, Aulia tidak menjelaskan secara rinci apakah posisi Kabais tersebut langsung diisi oleh pejabat baru atau bersifat sementara. Ia juga belum membeberkan detail lebih jauh terkait mekanisme pergantian jabatan di tubuh Badan Intelijen Strategis.

Kasus ini mencuat setelah empat anggota BAIS TNI—Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES—ditetapkan sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Hingga kini, keempatnya masih menjalani pemeriksaan oleh tim internal TNI.

Di sisi lain, DPR RI mulai bergerak. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan kasus ini tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa, mengingat dugaan keterlibatan unsur intelijen negara.

“Karena pelakunya diduga berasal dari BAIS, yang merupakan bagian dari aparat intelijen, maka penanganannya tidak bisa dianggap sebagai kasus biasa. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara,” kata Hasanuddin sebagaimana dikutip Antara.

Ia mengungkapkan, Komisi I DPR RI memiliki Tim Pengawas (Timwas) Intelijen yang berwenang untuk mendalami kasus ini. Tim tersebut terdiri dari perwakilan fraksi dan pimpinan komisi, serta telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Menurut Hasanuddin, keberadaan Timwas merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, yang mengatur mekanisme pengawasan intelijen baik secara internal maupun eksternal.

Pengawasan internal dilakukan oleh pimpinan lembaga intelijen masing-masing, sementara pengawasan eksternal berada di tangan DPR, khususnya Komisi I.

“Dengan dasar itu, Komisi I DPR RI memiliki kewenangan untuk memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan institusi TNI, guna meminta penjelasan serta mendorong penyelidikan menyeluruh,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena unsur kekerasannya, tetapi juga karena implikasinya terhadap akuntabilitas lembaga intelijen dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat negara.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

DPR: TNI Masuk Bunker di Lebanon Langkah Taktis

JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai

Kasus Andrie Yunus, Amnesty Desak TPF Dibentuk

JAKARTA – Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS,
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88