DOHA – Sepekan sudah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang menyebabkan konflik di Timur Tengah terus mengalami eskalasi.
Sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas akibat serangan gabungan AS–Israel, setelah gelombang baru pemboman intens menghantam ibukota Iran pada Sabtu dini hari. Berikut ini sejumlah perkembangan yang terjadi sebagaimana dilaporkan Aljazeera:
Di Iran
- Serangan militer dan korban meningkat: Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command) menyatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target di Iran dan menghancurkan 43 kapal perang Iran sejak 28 Februari. Jumlah korban tewas di Iran kini mencapai setidaknya 1.332 orang.
- Tuntutan AS: Presiden AS Donald Trump menuntut Iran melakukan “penyerahan tanpa syarat” (unconditional surrender). Ia menegaskan tidak akan ada kesepakatan tanpa syarat tersebut.
- Ancaman maritim: Militer Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, namun menegaskan akan menargetkan kapal Amerika Serikat atau Israel yang mencoba melintasi jalur tersebut.
- Eropa bisa menjadi target: Wakil Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka akan menjadi “target yang sah”bagi serangan balasan Iran jika ikut bergabung dengan AS dan Israel dalam konflik ini.
- Dukungan Rusia: Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa di Iran dan menerima laporan perkembangan situasi. Sejumlah pejabat AS yang berbicara secara anonim juga menyebut Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai posisi militer AS.
- Perdagangan minyak: Kremlin menyatakan perang ini menyebabkan peningkatan signifikan permintaan energi Rusia, sehari setelah AS memberikan pengecualian (waiver) 30 hari kepada India.

Di Negara-negara Teluk
- Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab: Ketiga negara tersebut melaporkan masuknya rudal dan drone ke wilayah mereka. Pemerintah Qatar menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sembilan dari sepuluh drone Iran yang diluncurkan ke negara itu pada Jumat.
- Arab Saudi: Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat sejumlah drone di dekat ibukota Riyadh.

- Kuwait: Kuwait mulai mengurangi produksi di beberapa ladang minyak setelah fasilitas penyimpanan minyak mentah penuh, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber terkait.
- Dukungan militer Inggris: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan menjanjikan dukungan militer Inggris, termasuk jet tempur, helikopter, dan kapal perusak, jika diperlukan untuk mempertahankan Arab Saudi. Jet tempur Typhoon tambahan milik Inggris juga dijadwalkan tiba di Qatar untuk membantu patroli pertahanan udara.
- Penerbangan dan evakuasi: Setelah penutupan wilayah udara regional dan pembatalan penerbangan secara luas, Bandara Internasional Hamad di Qatar mulai kembali membuka navigasi udara secara terbatas melalui jalur darurat. Maskapai Qatar Airways juga mengumumkan penerbangan repatriasi khusus ke lima kota di Eropa: London, Paris, Madrid, Roma, dan Frankfurt.
Di Israel
- Serangan balasan Iran: Iran terus meluncurkan drone dan rudal ke berbagai target di Israel, memicu ledakan dan sirene serangan udara di Tel Aviv, wilayah utara Israel, serta sekitar Beersheba di Gurun Negev.
- Tekanan terhadap sistem pertahanan: Menurut para analis, strategi Iran melalui serangan berkelanjutan ini bertujuan membebani sistem pertahanan udara Israel, mengganggu stabilitas keamanan, dan menguras stok interceptor rudal Israel.
- Tuduhan di PBB: Duta Besar Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani menuduh Israel dan Amerika Serikat telah melampaui semua batas serta melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
- Serangan Hezbollah: Sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon, kelompok Hezbollah menembakkan roket ke sejumlah wilayah di Israel utara.
Di Amerika Serikat
- Perbedaan perkiraan durasi perang: Pejabat AS memberikan sinyal berbeda terkait berapa lama konflik akan berlangsung. Gedung Putih menyebut kampanye militer bisa berlangsung empat hingga enam minggu, sementara Pentagon belum memberikan perkiraan waktu.
- Skala militer: Trump menyatakan produsen senjata akan melipatgandakan produksi hingga empat kali untuk menopang operasi militer. Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), 100 jam pertama Operasi Epic Fury diperkirakan menelan biaya sekitar 3,7 miliar dolar AS, atau sekitar 891 juta dolar per hari, dengan sebagian besar biaya belum dianggarkan sebelumnya.
- Pengerahan strategis: AS juga memperkuat kemampuan serangannya. Sebuah pembom B-1 telah tiba di pangkalan udara Inggris setelah pemerintah Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalannya untuk operasi pertahanan.
Di Lebanon dan Irak
- Bentrok Hezbollah dan pasukan Israel: Hezbollah menyatakan pejuangnya terlibat bentrokan dengan pasukan Israel di Lembah Bekaa, Lebanon timur. Kelompok itu menyebut pasukannya mengamati empat helikopter militer Israel yang masuk dari arah Suriah.
- Serangan Israel dan korban jiwa: Jet tempur Israel membombardir sejumlah kota di Lebanon selatan dan timur. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 217 orang tewas sejak serangan dimulai.
- Krisis pengungsian: Semakin banyak warga melarikan diri dari wilayah seperti Tyre dan kawasan selatan Beirut (Dahiyeh). Sejumlah sekolah di Beirut kini digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi.
- Respons diplomatik: Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta bantuan sekutu internasional untuk menghentikan serangan. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan dukungannya dalam percakapan telepon dengan Aoun.
- Serangan drone di Kurdistan Irak: Sebuah drone menghantam Erbil Arjaan dekat Hotel Rotana setelah Kedutaan Besar AS memperingatkan kemungkinan serangan dari kelompok yang berafiliasi dengan Iran terhadap hotel yang sering digunakan warga asing.

Selanjutnya Apa?
- Seminggu perang: Kampanye militer AS–Israel terhadap Iran memasuki hari ketujuh pada Jumat, tepat sepekan setelah serangan awal dimulai pada Sabtu pukul 06.27 GMT.
- Korban terus bertambah: Sedikitnya 1.332 warga sipil tewas di Iran selama sepekan terakhir, dengan laporan bahwa sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil turut menjadi sasaran. Lebih dari 200 orang tewas di Lebanon, 11 orang di Israel, serta enam tentara AS juga dilaporkan meninggal.
- Hezbollah ikut terlibat: Hezbollah resmi masuk ke konflik pada 2 Maret, meluncurkan serangan ke Israel utara yang kemudian memicu Israel memperluas serangan ke wilayah Lebanon.
- Krisis kemanusiaan: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sedikitnya 330.000 orang mengungsi di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik.
- Eropa ikut terseret: Negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol sepakat memberikan dukungan militer untuk melindungi kepentingan sekutu mereka.
- Guncangan energi global: Harga minyak melonjak tajam akibat gangguan besar terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

- Eskalasi regional: Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
- Dukungan politik di AS: Baik Senat maupun DPR Amerika Serikat menolak resolusi bipartisan yang bertujuan menghentikan perang, sehingga memberikan dukungan politik bagi kampanye militer Trump terhadap Iran.*
