JAKARTA – Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447H/2026 M wajib mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Diklat yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) ini berlangsung selama 20 hari, dimulai sejak 10 Januari 2016 hingga 30 Januari 2026.
Salah satu materi diklat yang wajib diikuti oleh calon petugas PPIH adalah latihan baris-berbaris atau yang biasa dikenal dengan istilah Pelatihan Baris Berbaris (PBB). Kemenhaj menyelipkan materi PBB untuk membentuk karakter dan kedisiplinan para calon petugas yang akan bertugas di Tanah Suci nanti.
Komandan Kompi A Diklat PPIH Arab Saudi Kemenhaj, Mayor Laut (PM) Kangiyan, mengatakan latihan PBB ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter seseorang dan membuang ego sektoral serta melatih kedisiplinan.
“Kita harus melatih itu dengan keras, tapi dengan keras itu bukan berarti kasar. Apalagi secara brutal, tidak. Latihan ini bermanfaat untuk menciptakan kedisiplinan, fokus, konsentrasi, dan meningkatkan kesehatan fisik,” tegas Kangiyan di Gedung Utama Asrama Haji, Pondok Gede, Selasa (13/1/2026).
Kangiyan menambahkan, latihan PBB ini juga berguna untuk meningkatkan kekuatan dan keseimbangan badan.
“Jadi tidak terasa mereka itu melaksanakan peraturan baris berbaris, dengan sendirinya badannya sehat dan bugar. Berikutnya mereka akan secara tidak sengaja melakukan kerja sama satu sama lainnya, melatih mandiri dan tanggung jawab perorangan,” lanjut Kangiyan.
Ia berharap dengan pelatihan PBB ini, para calon petugas dapat melaksanakan tugas mereka di Arab Saudi dengan baik dan disiplin.
“Mereka sudah siap menjadi seorang pelayan, seorang pembantu jemaah haji yang ada di Tanah Suci,” tegas Kangiyan.
Selain itu, kata Kangiyan, pelatihan PBB ini akan membawa manfaat kepada semua petugas dalam melayani seluruhi jemaah haji Indonesia.
Saat ini, menurut Kangiyan, pelatihan PBB yang baru berjalan dua hari memang belum menunjukkan hasil yang sempurna selaiknya anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun demikian, para instruktur memiliki sejumlah trik yang digunakan dalam melatih calon petugas PPIH agar bisa mandiri dan bertanggung-jawab.
Kangiyan mengaku bangga dan bahagia melihat tingginya antusiasme calon petugas dalam mengikuti latihan PBB ini.
“Antusiasme mereka hampir 90 persen. Mereka antusias karena PBB itu tidak hanya fisik, tapi diselingi oleh yel-yel kebanggaan kita (TNI) supaya mereka semangat,” tandas Kangiyan.
Kompi A yang dipimpin Kangiyan berjumlah 184 orang anggota yang disebut Kompi Alligator, dan terbagi dalam empat peleton. Mereka akan dilatih PBB selama sepekan ke depan.*
