2 years ago
1 min read

Otorita IKN Berencana Kembalikan Trem Otonom yang Gagal Diuji Coba

Tim uji coba trem di IKN. (Foto: IKN)

JAKARTA – Tim Proof of Concept (PoC), alias uji coba, menilai kalau trem otonom yang akan direncanakan beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) gagal melewati serangkaian tes yang telah dilaksanakan.

Maka, Otorita IKN (OIKN) pun akan mengembalikan rangkaian trem tersebut kepada pihak pembuat, yaitu negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Trem Otonom Terpadu (TOT) atau Autonomous Rail Transit (ART) buatan CRRC Qingdao Sifang ternyata dinilai belum siap untuk beroperasi secara otonom setelah menjalankan uji coba atau PoC.

Adapun kegiatan penilaian PoC tersebut didukung oleh tim evaluasi independen yang terdiri dari para pakar di bidang transportasi dan teknologi sistem kendali otonom tiga perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan praktisi di Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 12 September 2024 sampai dengan 22 Oktober 2024 di dalam area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Uji coba dilaksanakan dengan dua rute pengujian yang mencakup area di sekitar Kementerian Koordinator (Kemenko) 1-4, serta Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur.

Penyedia teknologi belum yakin

Evaluasi tim penilai PoC yang berisikan para ahli itu berfokus kepada skenario pengujian seperti pengereman darurat, kemampuan otonom, dan kinerja baterai untuk memastikan teknologi TOT siap diimplementasikan di IKN.

Kehadiran trem otonom IKN awalnya diinisiasi oleh Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Profesor (Prof) Mohammed Ali Berawi. Ia merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dan baru saja menerima gelar Honorary Doctor dari St Petersburg Polytechnic University, salah satu institusi pendidikan tertua dan paling bergengsi di Rusia yang mencetak banyak tokoh peraih hadiah Nobel dunia.

Trem otonom itu awalnya didesain untuk menjadi transportasi publik dengan menunjang konsep kota cerdas dan berkelanjutan di IKN.

Namun, inisiator trem otonom tersebut menyayangkan penyedia teknologi yang belum bisa memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Rangkaian trem tersebut belum sepenuhnya dapat bekerja secara otonom dengan baik. Teknologi itu juga nyatanya belum bisa bergerak secara bidirectional atau dua arah.

“Hal ini memperlihatkan bahwa penyedia teknologi belum yakin penuh pada kehandalan (readibilitas) sistem kendali autonomous-nya. Selain itu, sistem kendali otonom ART pada PoC belum menunjukkan kemampuan bidireksional (dua arah),” kata Ali.*

Baca juga: Ketegangan AS-China Memberi Keuntungan Ekonomi bagi Indonesia

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Teknologi Starlink hingga Panel Surya Masuk IKN

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, meminta agar

Presiden Prabowo akan Resmikan Istana Negara di IKN

JAKARTA – Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88