2 years ago
1 min read

Radikalisme Ki Hadjar Dewantara Melawan Penjajahan Belanda

Ki Hadjar Dewantara. (Foto: Dok. LP3M Yogyakarta)

JAKARTA – Penduduk Hindia Belanda gegap gempita mempersiapkan perayaan kemerdekaan Belanda. Tidak hanya menjajah, negara itu juga pernah dijajah oleh Prancis dalam sejarahnya. Koloni sedang berbahagia. Tapi suasana itu segera dibuat runyam oleh Ki Hadjar Dewantara.

Ia menerbitkan tulisan berjudul ‘Als ik eens Nederlander was’. Sebuah artikel penuh ironi yang mengkritik pemerintahan kolonial dan menjadi kontroversial.

Dalam tulisan itu, Ki Hadjar Dewantara mengkritik perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Prancis. Bukan karena perayaannya sendiri. Tapi karena ironi yang muncul dalam kenyataan bahwa perayaan tersebut dilakukan di negeri yang dijajah.

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaanya,” tulis Ki Hadjar Dewantara.

Meskipun berstatus sebagai warga jajahan, kalangan pribumi juga dilibatkan dalam perayaan kemerdekaan Belanda yang diadakan pemerintah kolonial.

Dalam artikelnya, Ki Hadjar Dewantara mengatakan Belanda bukan saja tidak adil, tapi juga tidak pantas. Belanda juga dinilai tidak pantas meminta sumbangan dari orang-orang yang mereka jajah untuk membiayai pesta kemerdekaannya.

“Ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya,” protesnya.

Lalu, Ki Hadjar Dewantara berandai-andai, apa yang akan dilakukannya jika ia menjadi orang Belanda dalam situasi serupa.

“Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikitpun baginya,” sambung Ki Hadjar Dewantara.

Takashi Shiraishi dalam Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926 menilai tulisan Ki Hadjar Dewantara sebagai yang paling radikal dibuat oleh kalangan pribumi hingga saat itu.

Keradikalan Ki Hadjar Dewantara bukan hanya terletak dalam kritikannya, tapi dalam pengandaiannya sebagai seorang Belanda.

Sekarang, “Dengan mudah orang bisa bilang ‘jika saya seorang Belanda’, dengan mudah orang bisa bilang ‘jika saya seorang menteri jajahan’, ‘seandainya saya seorang residen…” tulis Shiraishi.

Dengan menyamakan derajat kalangan pribumi yang dijajah dan Belanda yang menajajah, Ki Hadjar Dewantara tidak hanya mengkritik kebijakan pemerintah dalam merayakan kemerdekaan Belanda, tapi juga menyerang tatanan dominasi kolonial.

Kini, orang-orang pribumi bisa merasa setara dengan orang-orang Belanda. Suatu hal yang tidak terbayangkan oleh mereka sebelumnya.

Merasa khawatir dengan kemungkinan Ki Hadjar Dewantara bisa menghasut rakyat pribumi dengan pemikiran-pemikiran dan tulisan-tulisannya, pemerintah kolonial membuangnya ke luar Hindia Belanda.

Pada tahun yang sama, Ki Hadjar Dewantara dibuang ke negeri Belanda. Yang menemaninya adalah Cipto Mangunkusumo dan EFE Douwes Dekker, politikus nasionalis dari Indische Partij yang juga dikhawatirkan bisa menyulut perlawanan di Hindia Belanda.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Zeitgeist: Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

JAKARTA – Menurut akademisi Halbwachs (1950) dan Assmann (2011), kepahlawanan

Hatta: Tak Mungkin Revolusi Berjalan Terlalu Lama

JAKARTA – Mohammad Hatta kerap melontarkan kritisme terhadap berbagai fenomena
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88