2 years ago
1 min read

Mengambil Hikmah dari Lagu ‘Hari Lebaran’

Ismail Marzuki. (Foto: Web)

JAKARTA – Seperti hari raya lainnya, Idul Fitri atau Lebaran merupakan saat untuk selebrasi. Dan tidak ada selebrasi yang lengkap tanpa lagu yang pembawaannya cocok untuk momen tersebut.

Menyambut momen Lebaran pada tahun 1950-an, Ismail Marzuki menciptakan lagu yang masih dimainkan beberapa kalangan hingga kini.

Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridul fitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira

Lagu tersebut mengajak pendengarnya untuk berbahagia setelah menjalankan ibadah puasa sesuai perintah agama selama satu bulan ke belakang.

Dalam lagunya itu, Ismail juga mengajak para pendengar untuk saling memaafkan. Dan menghilangkan dendam yang selama ini dimiliki terhadap orang lain. “Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan. Hilang dendam habis marah di hari lebaran,” bunyinya.

Tidak lupa, Ismail juga melantunkan doa untuk para pemimpin republik Indonesia yang baru saja meraih kemerdekaannya. Sekaligus memohon agar rakyat bisa hidup secara makmur. Berikut reff-nya yang memuat itu:

Minal aidin wal faidzin
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin

Menggeser kembali nyanyiannya dari unsur-unsur politis, Ismail memotret keadaan masyarakat saat merayakan Lebaran.

Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali naik trem Listrik perey
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore
Akibatnya tengteng selop Sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe

Ismail menggambarkan penduduk desa yang bertumpahan ke kota. Menikmati hal-hal yang tidak bisa ditemukan di tempat tinggal mereka, seperti naik kereta trem di perkotaan.

Tidak lupa, hiruk-pikuk mudik yang diikuti oleh banyak orang secara antusias juga dinyanyikan. Di mana Ismail melihat semangat itu ada dalam lecetnya kaki orang-orang yang berlalu-lalang.

Bukan hanya orang-orang yang berasal dari kampung, Ismail juga memotret perayaan Lebaran orang-orang di perkotaan yang dalam pandangannya lebih sinis lagi.

Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brandi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri

Dalam bait tersebut, Ismail tampaknya sedang mengkritik habis dekadensi orang-orang di kota yang merayakan hari yang suci dengan cara-cara yang tidak terpuji. Berbeda dengan orang-orang kampung yang tidak berlebihan dalam menghibur dirinya.

Selanjutnya, Ismail mengembalikan lagi lantunannya ke unsur-unsur politis. Kali ini, ia mengkritik para pejabat yang melakukan korupsi. Adapun reff-nya berbunyi:

Maafkan lahir dan batin
‘lang taon hidup prihatin
Kondangan boleh kurangin,
Korupsi jangan kerjain

Mengutip Historia (15/6/2018), Ninok Leksono dalam bukunya Ismail Marzuki; Senandung Melintas Zaman menjelaskan Ismail punya obsesi terhadap pemberantasan korupsi. Perasaan itulah yang dicurahkan dalam reffsebelumnya.

“Satu poin pada lirik lagu ini relevan dengan masa kini adalah ‘korupsi jangan kerjain’. Ismail tampak punya obsesi khusus pada pemberantasan korupsi, yang di masa itu pun rupanya sudah ada dan ia pandang sebagai praktik jahat yang harus dibasmi,” tulis Ninok.

Kini dan dahulu, lagu Hari Lebaran Ismail Marzuki tampaknya cukup menggambarkan keadaan Lebaran.

Seperti lagu itu, orang-orang utamanya masih merayakan Lebaran. Mereka masih jalan-jalan. Mereka masih bermaaf-maafan. Mereka masih pergi mudik. Dan para koruptor masih juga korupsi.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kelas Menengah dan Ilusi Pemulihan Ramadan 2026

JAKARTA — Sinyal perbaikan konsumsi menjelang Ramadan 2026 mulai terlihat

Idul Fitri 2024 Jatuh pada 10 April

JAKARTA – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1445 H/2024 M jatuh
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88