2 years ago
2 mins read

Politik Ketokohan PNI di Pemilu 1955

Para pendiri PNI. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Kurang lebih 100 kilometer barat daya Surabaya, di Kota Kediri, kelompok-kelompok nasionalis dari seluruh Indonesia berkumpul. Dipelopori oleh Serikat Rakjat Indonesia (Serindo), mereka mengadakan Kongres untuk membentuk sebuah partai baru.

Partai yang berkiprah dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan. Bergabung dengan mereka adalah partai-partai kecil dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi.

Adapun yang hadir utamanya adalah para profesional. Mulai dari pengacara, pegawai-pegawai negeri, sampai dengan guru-guru sekolah.

Waktu itu, Januari 1946, mereka mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai berlogo banteng menyeruduk di tengah segitiga yang pernah dibubarkan oleh pemerintah kolonial ketika Indonesia masih bernama Hindia Timur, yang dijajah oleh Belanda.

Keputusan itu diambil setelah Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) memutuskan kalau Indonesia akan menganut sistem politik multipartai pada 30 Oktober 1945.

Sebelumnya, badan yang lain, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) ingin menjadikan Indonesia negara satu partai. Dengan PNI—partai yang bernama sama—yang diketuai oleh Sukarno sebagai partai satu-satunya di kancah politik nasional.

Namun, rencana tersebut urung. Dan PNI hadir kembali jadi salah satu partai di antara banyak lainnya. Alih-alih menjadi satu-satunya partai yang akan dikenal oleh rakyat Indonesia.

PNI yang didirikan di Kediri itu dipimpin oleh para aktivis dari Partai Indonesia (Partindo), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan Partai Indonesia Raya (Parindra). Tidak lupa, beberapa di antaranya juga berasal dari PNI yang dibentuk sebelum Indonesia merdeka.

Salah satunya adalah Sartono yang hadir ketika Sukarno pertama kali mendirikan PNI di Algemeene StudieclubBandung pada 1927.

Bersama dengan tokoh-tokoh baru, Sartono akan menjadikan PNI baru sebagai salah satu kekuatan yang berpengaruh dalam perpolitikan republik di awal-awal kemerdekaan. Dua di antaranya adalah Sarmidi Mangunsarkoro dan Sidik Djojosukarto yang berasal dari Partindo dan Gerindo.

Setelah dibentuk, PNI ternyata popular di kalangan masyarakat. Namanya yang sama dengan partai bentukan Sukarno sebelum kemerdekaan menyebabkan orang berbondong-bondong untuk masuk.

Kepopularan itu dicatat oleh sarjana asal Amerika Serikat (AS), George McTurnan Kahin (3003), dalam buku Nationalism and Revolution in Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, Kahin juga melaporkan tidak sedikit dari para pengikut PNI yang merasa kalau partainya adalah ‘partainya Sukarno dan Hatta’.

Kendati popularitasnya yang luas di kalangan rakyat, PNI mendatangkan dukungan dari kebanyakan penduduk Indonesia yang profesional. Mereka juga menarik dukungan pegawai-pegawai negeri yang pernah bekerja pada era kolonial sebelumnya.

Selain para profesional dan pegawai negeri, PNI juga mendapatkan dukungan dari pejabat-pejabat tinggi di jajaran eksekutif; para camat dan bupati.

Hal itu akan menguntungkan PNI pada tahun-tahun mendatang. Kader dan pendukung mereka yang berasal dari kalangan profesional dan birokrat era Hindia Belanda membuka akses ke segmen masyarakat Indonesia yang luas. Seperti yang akan ditunjukkan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 1955.

Boyd R Compton (2021) dalam surat-suratnya di Kemelut Demokrasi Liberal melaporkan kalau PNI sengaja mengincar tokoh-tokoh setempat yang memiliki kedudukan di tengah masyarakat mereka tinggal. Biasanya, mereka kebetulan adalah seorang bangsawan juga di tempat itu.

Memang, PNI juga dituding melakukan taktik-taktik intimidasi untuk mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh lokal itu.

Tapi yang jelas, mereka dapat meraup banyak dukungan dengan adanya tokoh-tokoh itu di sisi mereka dalam Pemilu 1955.

Kahin yang mempelajari dinamika perpolitikan pada masa-masa awal republik mengatakan, kelas-kelas petani di Jawa—lumbung suara dari dahulu kala—masih memandang para pejabat yang sudah bertugas sejak lama.

“Meskipun revolusi (Indonesia) memberikan dampak terhadap kebiasaan-kebiasaan otoriter masyarakat Indonesia yang sudah tertanam lama, masih ada kecenderungan kelas petaninya untuk mencari bimbingan dan arahan politik dari para gubernur tradisionalnya,” tulis Kahin.

PNI memanfaatkan sentimen ini dengan merekrut atau mengintimidasi para pejabat tinggi agar menjadi kader mereka untuk diterjunkan dalam Pemilu 1955.

“Nilai orang-orang yang direkrut ke dalam PNI ini, karena jabatan resmi mereka. Pak Bupati atau Pak Camat dihormati, disegani, dan dihargai… karena ia merupakan suara kekuasaan pemerintah,” tulis Boyd dalam suratnya.

Bahkan di luar lingkup penugasan mereka sebagai kader partai, PNI yakin kalau pejabat-pejabat lokal memiliki pengaruh yang besar terhadap masyarakat.

Pengaruh itulah yang menjadi salah satu faktor di balik kemenangan PNI dalam Pemilu 1955, dengan perolehan suara tipis di atas Partai Masyumi. Dan setelah bersaing ketat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Masyarakat sangat menghormati kewibawaan pejabat yang ada di daerah mereka. Terlebih, jika pejabat-pejabat itu merupakan bagian dari kelas bangsawan. Oleh karena itu, rakyat akan mendengarkan pejabat-pejabat yang mereka temui.

Di sini, terbentuk preseden partai politik yang memanfaatkan ketenaran tokoh yang dipercayai masyarakat untuk menggalang dukungan. Dan menggandeng tokoh-tokoh lokal yang dipercaya, dapat menarik suara pemilih di daerahnya masing-masing.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay
Analisis Ritme Tumble Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Tempo Perputaran dan Perubahan Dinamika Gameplay
Pemetaan Pola Tumble Mahjong Ways Kasino Online dilihat dari Kecepatan Alur dan Tingkat Intensitas Permainan
Kajian Peran Scatter Mahjong Ways Kasino Online dalam Sesi Bermain Singkat serta Ragam Perubahan Gameplay
Pengamatan Variasi Tumble Mahjong Ways Kasino Online melalui Perubahan Tempo dan Hasil Gameplay yang Muncul
Telaah Mekanisme Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online lewat Rangkaian Alur Beruntun dan Aktivasi Fitur Gameplay
Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online ditinjau dari Tempo Tumble dan Dinamika Gameplay
Karakter Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Tinjauan Tempo serta Intensitas Permainan
Eksplorasi Evaluasi Scatter Mahjong Ways Kasino Online pada Konteks Sesi Singkat dan Variasi Gameplay
Transformasi Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Kerangka Tempo dan Keragaman Output Gameplay
Struktur Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Dinamika Alur Beruntun serta Pola Aktivasi Gameplay
Analisis Mahjong Ways 2 pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika Sistem Kasino Online
Mengulas Pola Mahjong Ways 2 dari Perubahan Aktivasi Kombinasi Simbol
Observasi Perilaku Simbol Mahjong Ways 2 untuk Melihat Arah Permainan
Dominasi Scatter Membuat Mahjong Ways 2 Masuk ke Fase Bermain Lebih Intens
Pola Berulang di Mahjong Ways 2 Mulai Menunjukkan Sinyal Stabilitas Permainan
Pendekatan Analitik Mahjong Ways Kasino Online pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika
Pendalaman Pola Mahjong Ways Kasino Online lewat Variasi Kombinasi Simbol Aktif
Pendekatan Observasional Mahjong Ways Kasino Online dalam Membaca Pergerakan Simbol
Saat Scatter Lebih Dominan, Mahjong Ways Kasino Online Masuk ke Fase Intensif
Ketika Pola Berulang Muncul, Mahjong Ways Kasino Online Menunjukkan Stabilitas Sistem
Go toTop

Jangan Lewatkan

Dari PKI ke Korupsi

JAKARTA – Pada masa Orde Baru kekuasaan tidak membutuhkan pembuktian,

Menakar Ide Koalisi Permanen

JAKARTA – Pada pertemuan dengan Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88