2 years ago
3 mins read

Zulfan Lindan (3): Dekat Mega karena Taufiq

Politikus Senior Zulfan Lindan. (Foto: Dok. Total Politik)

 JAKARTA – Saat menjadi wartawan Harian Pelita, Zulfan berkonflik dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Abdul Gafur, setelah ia digantikan oleh Akbar Tanjung.

Akbar yang merupakan the raising star di Golkar menggantikan posisi Gafur sebagai Menpora. Saat Gafur masuk ke Pelita, ia terlibat konflik dengan Zulfan.

“Konfliknya bukan karena persoalan apa-apa. Dia memberhentikan banyak sekali wartawan dan karyawan. Ya, kita tolak. Kita lawan,” tegas Zulfan.

Setelah itu, Anda berkarier di mana?

Akhirnya, saya berhenti dari Pelita. Pada 1988 hingga 1990 itu, saya aktif lagi di kampus. Saya menjadi Kepala Humas di Unas. Saat itu, rektornya Prof. Achmad Baiquni, yang ahli nuklir itu. Setahun di situ, saya pikir-pikir ternyata di kampus itu enak juga.

Kemudian saya diajak oleh Saifullah Yusuf ketemu dengan Gus Dur. Ketemu sama Gus Dur, kita ngobrol segala macam. Saiful bilang, ini Eros Djarot mau bikin tabloid Detik. “Oh masukin Zulfan dong,” kata Gus Dur. “Zulfan gabung di situ.”

Bergabunglah saya di situ, tetapi tidak lama. Karena saya pikir bagi-bagi tugaslah. Saya bilang, “Saya dampingin Gus Durlah.” Jadi lama saya dampingi Gus Dur, dari 1990 sampai 1994. Namun, saat Gus Dur menjadi presiden, saya pisah dengan Beliau.

Pisah dengan Gus Dur, kembali jadi wartawan?

Tak lama kemudian, kan Detik itu dibredel. Saya sudah capek aktif jadi wartawan. Tapi sebelum kasus Detik itu, saya kebetulan dekat dengan anak Pak Adam Malik (mantan Wakil Presiden). Namanya Mas Ilham Malik, sudah almarhum.

Dia take over beberapa majalah hiburan, salah satunya Vista. Dulu majalah otomotif dan majalah film. Saya diminta membantu di redaksi. Tapi akhirnya saya nggak tahan juga. Ya sudah, saya mendirikan perusahaan konsultan. Dalam perusahaan konsultan ini, ya jalan sendiri. Saya jadi konsultan sejumlah perusahaan dan bank.

Siapa saja kliennya?

Sempat juga menjadi konsultan komunikasi dan riset Bimantara (salah satu perusahaan milik Keluarga Cendana). Kemudian, terjadi krisis moneter pada 1997. Saat krismon itu, saya kembali bertemu Saifullah Yusuf. Dia memperkenalkan saya ke Pak Taufik Kiemas. Setelah itu, saya intens bertemu dengan Pak Taufik. Dengan Ibu Mega juga saya sering bertemu. Saat itu, mereka masih tinggal di Kebagusan.

Apakah perusahaan Anda juga terdampak krisis?

Ya sudah, kita nggak bisnis lagi. Betul-betul all out di politik. Sampai terus terjadi (peristiwa) 27 Juli. Setelah 27 Juli, keadaan sepi. Saya punya ide yang saya sampaikan kepada Pak Taufik. “Mas, bagaimana kalau kita bikin pengajian di rumah? Masa kita pengajian di rumah masih dilarang juga?”

“Pengajian apa, Zul?” tanya Mas Taufik.

“Ya, kita baca Surat Yasin. Setiap malam Jumat saja.”

Ya sudah, kita pun mencetak cetak buku Yasin. Memang niat kita cetak itu untuk mengenang peristiwa 27 Juli. Jadi yang baca doa dan Yasin di rumah Kebagusan itu pertama-tama saya, Pak Taufik, Ibu Mega. Kalau nggak salah Puan juga ikut, ada juga pembantu. Sekitar enam orang totalnya.

Berarti orang luar tak ada yang ikut ngaji?

Memang kita khususkan untuk orang dalam. Karena waktu masuk melewati rumah Ibu Mega nggak gampang. Rumah itu disterilkan oleh Kopassus. Mereka berjaga di depan sambil membawa bayonet. Mereka monitor siapa yang masuk.

Jadi, mobil saya baret-baret itu kiri-kanan. Karena pagar rumah adalah pohon bonsai. Kalau kita lewat, itu ujung bayonet kelihatan. Antara rumah dengan pintu pagar itu kira-kira hampir 150 meter jaraknya. Rumahnya kecil, cuma tanahnya luas.

Saat itu, Anda sudah jadi orang dalam di lingkaran Bu Mega, dong?

Jadi, setiap hari dengan Pak Taufik itu kami intens berkawan saja. Sebab, Pak Taufik ini kan pagi-pagi itu perlu teman. Sementara kawan-kawan aktivis itu biasanya tidur habis Subuh. Yang bisa datang pagi itu saya. Karena yang bisa dihubungi pas bangun pagi itu saya.

Jadi, di situlah sangat aktif intens dengan Mas Taufik. Selain itu, intens juga dengan Gus Dur. Jadi, Mas Taufik-Gus Dur, Mas Taufik-Gus Dur. Sementara Syaiful sudah asyik sendiri. Dia sudah ke mana-mana. Dia kan komunikasinya luas dengan kalangan NU.

Bagaimana dengan kelahiran PDI-P?

Dari situ, setelah Kudatuli, kita terus kita berpikir bagaimana kemudian tidak lagi bicara tentang Partai Demokrasi Indonesia (PDI), tapi bikin partai baru. Diskusinya sangat panjang waktu itu, apakah mau ambil-alih PDI lagi atau mau bikin partai baru? Akhirnya, kesimpulannya kita pakai partai baru dengan nama PDI-Perjuangan (PDI-P). Setelah itu, mulai sibuk kita sampai tahun 1998.

Apakah saat itu berkonsolidasi juga dengan orang-orang PDI lama yang diambil Soerjadi atau bagaimana?

Nggak, ini sudah banyak orang baru semua. Nggak ada lagi itu orang-orang PDI lama. Mereka pada masa itu ada saat Orde Baru (Orba) masih berkuasa. Barulah menjelang Pemilu 1999, itu pun nggak ada orang PDI lama yang ikut. Opung (Panda Nababan) itu sebenarnya lebih kepada pertemanan dengan Taufik Kiemas. Bukan karena konflik PDI-P. Dia lebih pada personal. Karena waktu itu kan terus terang galau juga kan.

Jadi kalau kita lihat, tahun 1998 kita mulai konsolidasi dan persiapan. Kongres pertama PDI-P kan di Bali, tahun 1998. Persiapan untuk pemilu pertama. Setelah itu, sudah sibuk banget. Sudahlah kita cari siapa saja, tukang becak kek. Siapa yang mau, pokoknya politisi. Apalagi di Sumatera itu. Pokoknya, terisilah. Sebenarnya, kalau tidak dicurangi kita bisa raih 40 persen lebih suara. (bersambung)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Penuhi Hak Jawab PDIP, Zulfan Lindan dan Total Politik Sampaikan Permintaan Maaf

JAKARTA — Zulfan Lindan menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PDI

PDIP Bantah Klaim Zulfan Lindan soal Permintaan Khusus Megawati ke Prabowo

JAKARTA — Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Pusat
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88