3 years ago
3 mins read

Zulfan Lindan (2): Antara Media dan Organisasi

Politikus Senior Zulfan Lindan. (Foto: Dok. Total Politik)

 JAKARTA – Saat menjadi aktivis HMI, Zulfan terkesan dengan salah seorang alumni HMI bernama Ahmad Dahlan Ranuwihardjo SH. Dahlan adalah tokoh HMI era 1951-1953.

Dialah yang ikut menyelamatkan HMI ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) mendesak Bung Karno untuk membubarkan organisasi ini. “Pak Dahlan mendatangi Bung Karno untuk berdialog,” tuturnya.

Pada masa itu, kenang Zulfan, sebagian besar alumni HMI cenderung merapat ke Soeharto. Dahlan justru beroposisi terhadap Soeharto.

Zulfan kemudian ‘nyantri’ pada Dahlan. Ia belajar banyak pada seniornya itu; tentang Indonesia, Pancasila, hingga nasionalisme. Tentang pemikiran kiri dan kanan, hingga liberal kapitalistik.

Apakah pergaulan dengan mereka yang membuat ghirrah politik Anda, atau mungkin semangat untuk terjun ke dunia politik itu muncul?

Iya, jadi saya itu sebenarnya dalam berpolitik ini tidak suka dengan jabatan-jabatan formal. Makanya ketika saya diusulkan menjadi Ketua Umum HMI, saya tidak tertarik. Karena background saya jurnalis, wartawan, dan aktivis. Katakanlah lembaga studi. Jadi kurang tertarik (dengan jabatan formal).

Terus selalu kawan-kawan mengatakan ‘kalau nggak sekarang kapan lagi’ Itu satu. Kemudian, ini kesempatan, peluang. Karena dalam pikiran saya, kapan pun saya mau itu saya bisa. Tidak mesti tahun inilah, saya bilang tahun depanlah.

Akhirnya, tahun ini tidak. Pada periode berikutnya saya maju lagi. Memang terpilih jadinya. Karena memang kita membangun komunikasi dengan aktivis-aktivis kampus. Terus terang saja, pada masa itu, akhir 1970-an hingga 1980-an, pemikiran-pemikiran Ikhwanul Muslimin gencar sekali masuk di sini (Indonesia).

Pengaruh Hasan al-Banna, Sayyid Qutub, Abdul Kadir Audah, Mustafa as-Siba’i itu berkembang. Nah, saya kebetulan sering membaca buku mereka. Jadi berdialog dengan kawan-kawan tentang pikiran-pikiran Ikhwanul Muslimin.

Jadi semasa kuliah hingga lulus itu interaksi Anda dengan tokoh politik makin luas?

Akhirnya, saya menempel. Terkesan dengan salah seorang tokoh alumni HMI, yakni Pak Ahmad Dahlan Ranuwihardjo SH. Beliau itu adalah tokoh HMI dan Ketua Umum HMI sekitar tahun 1951-1953. Pak Dahlan inilah yang juga ikut menyelamatkan HMI ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) mendesak Bung Karno untuk membubarkan HMI.

Pak Dahlan mendatangi Bung Karno untuk berdialog. Dan dia dianggap sebagai salah seorang muridnya Bung Karno. Pada masa itu, sebagian besar alumni HMI kan cenderung merapat ke Soeharto. Mas Dahlan ini justru, boleh kita katakan, alumni HMI yang oposisi terhadap Soeharto.

Saya sendiri kan oposisi terhadap Pak Harto. Oleh sebab itu, saya cenderung memilih Mas Dahlan. Akhirnya, saya diangkat menjadi semacam sekretaris pribadi Pak Dahlan. Sempat tinggal di rumah dia. Ngetik-ngetik surat segala macam. Membangun komunikasi dia dengan tokoh-tokoh, itu saya yang selalu diminta untuk berhubungan. Apakah dengan Ali Sadikin misalnya, bahkan dengan Ali Moertopo.

Jika menulis sesuatu dan mengirimkannya ke orang, saat itu sangat sulit. Kalau lewat pos, takut nggak sampai. Jadi saya yang mengantarkan ke sana. “Tolong Zulfan, antarkan!” Ya, saya senang karena orang ini tokoh kita. Pak Dahlan adalah pamannya Adi Sasono. Keponakannya Mohamad Roem aka Mr. Roem yang dulu pernah Menteri Luar Negeri kita.

Jadi sama Pak Dahlan ini saya banyak belajar. Tentang Indonesia, Pancasila, hingga nasionalisme. Persoalan pemikiran kiri atau kanan, hingga liberal kapitalistik. Mengenal apa bedanya kaum borjuis dan proletar.

Saya belajar semua itu dari Pak Dahlan, Hanya saja saya agak jarang ketemu ketika mulai sibuk mengurus organisasi saat menjadi Ketua Umum HMI. Kita harus ke daerah, harus konsolidasi sampai provinsi hingga kabupaten. Akhirnya, jarang komunikasi.

Lulus kuliah, Anda jadi wartawan atau langsung terjun ke politik praktis dengan masuk partai?

Saya itu kan sejak masih kuliah saya sudah menjadi wartawan. Di LSP itu ada majalah namanya majalah Wawasan. Di samping diminta sebagai tenaga riset, saya juga diminta untuk menangani beberapa tulisan. Mencari narasumber untuk majalah ini. Akhirnya, saya mulai belajar menjadi wartawan.

Nah, kemudian saya harus memilih. Karena terpilih menjadi Ketua HMI Jakarta, Pak Adi Sasono mengatakan ‘Zulfan kamu harus pilih. Kamu mau di HMI atau mau di sini? Kita kerjanya profesional, tidak boleh rangkap.’ Mas Adi bilang gitu.

Akhirnya, saya mengambil langkah untuk aktif di HMI. Kira-kira sekitar 1983-1984 itu saya menjadi wartawan Pos Sore. Sebuah koran sore punya Harmoko, satu grup dengan Pos Kota. Kemudian, Pos Sore itu berganti nama menjadi Harian Terbit. Jadi, dulu ada dua koran yang terbit sore; Sinar Harapan dan Harian Terbit. Saya juga sempat menjadi reporter Sinar Harapan, masuknya lewat tabloid Mutiara.

Bagaimana Anda melihat wartawan dulu dan kini?

Proses jadi wartawan dulu nggak gampang. Harus menjadi pembantu reporter dulu, baru bisa jadi reporter. Baru diangkat menjadi reporter. Pada 1986 Sinar Harapan dibredel. Kemudian tahun 1987 itu ada Harian Pelita, media milik Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Oplahnya kala itu bisa menyaingi Harian Kompas. Karena fanatisme orang terhadap Islam, di setiap rumah tokoh-tokoh atau aktivis Islam, selalu ada Harian Pelita. Pada 1987, Harian Pelita diambil-alih oleh Golkar lewat Pak Sudharmono, Pak Bustanil Arifin, dan Pak Sukarto. Pemrednya saat itu Akbar Tanjung. Saya masuk di situ, bekerja di koran itu.

Namun, Pelita ini sudah seperti partai politik. Jadi apa yang terjadi di PPP balik lagi di sini. Karena di situ kan aktivis HMI dan aktivis lain. Ada Akbar Tanjung yang HMI, ada Slamet Effendi Yusuf yang Ketua Umum Ansor, NU. Tapi basis PPP yang non-NU, tidak ada di Harian Pelita saat itu. (bersambung)

 

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Penuhi Hak Jawab PDIP, Zulfan Lindan dan Total Politik Sampaikan Permintaan Maaf

JAKARTA — Zulfan Lindan menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PDI

PDIP Bantah Klaim Zulfan Lindan soal Permintaan Khusus Megawati ke Prabowo

JAKARTA — Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Pusat
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88