MADINAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan perlindungan kaki selama beraktivitas di Madinah, terutama saat menuju dan pulang dari Masjid Nabawi.
Imbauan itu disampaikan menyusul tingginya suhu permukaan area sekitar Masjid Nabawi yang berpotensi menyebabkan kaki melepuh.
“Oh iya, lebih panas ya. Makanya jamaah saya pikir harus pakai sendal,” kata Dahnil usai lari pagi di Masjid Quba Madinah, Sabtu (6/6/2026).
Ia menyarankan jemaah selalu membawa tas kecil untuk menyimpan sandal ketika memasuki area masjid.
“Harus siapkan tasnya selalu untuk memasukkan sendalnya ke tas yang biasa dibawa,” ujarnya.
Selain menggunakan sandal, Dahnil juga merekomendasikan jemaah memakai sepatu olahraga yang dinilai lebih nyaman dan aman untuk berjalan dalam jarak cukup jauh.
“Atau boleh juga pakai sepatu. Sepatu olahraga saya pikir itu bisa lebih nyaman bergerak dan jalan,” sambungnya.
Menurut Dahnil, penggunaan alas kaki yang tepat penting terutama bagi jemaah lanjut usia yang mendominasi peserta haji Indonesia.
“Terutama ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, engkong-engkong kita, nyai-nyai kita, mbah itu semua saya sarankan kalau tidak pakai sendal itu bisa juga pakai sepatu, sepatu olahraga yang biasa kita pakai,” ujarnya.
Ia berharap jemaah tetap menjaga kondisi fisik selama berada di Madinah agar dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan nyaman hingga kembali ke Tanah Air.*
