MAKKAH — Satuan Tugas (Satgas) Mina 2026 memastikan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari hotel di Makkah menuju Arafah dilakukan secara bertahap dan terpantau ketat. Pergerakan jemaah dimulai pada 8 Zulhijah 1447 Hijriah atau Senin (25/5/2026) dengan sistem tiga gelombang keberangkatan.
Kasatgas Mina 2026, Khalilurrahman, mengatakan seluruh armada bus telah disiapkan untuk mengangkut jemaah menuju Arafah selama rentang waktu pukul 07.00 hingga 23.00 waktu Arab Saudi.
“Pemberangkatan jemaah diangkut mulai pukul 7 sampai pukul 23. Ada tiga trip keberangkatan, yang pertama pukul 7 sampai pukul 11, kemudian 11.30 sampai jam 16, kemudian jam 16 sampai jam 23,” kata Khalilurrahman.
Ia berharap seluruh jemaah dapat diberangkatkan sesuai jadwal meski kondisi lalu lintas di Makkah dipastikan padat karena mobilisasi jutaan jemaah dari berbagai negara menuju Arafah.
“Kondisi jalan di Makkah sangat padat karena kendaraan yang mengangkut jemaah haji bukan hanya jemaah haji Indonesia, tapi juga jemaah haji dari seluruh negara di dunia,” ujarnya.
Karena itu, Khalil mengimbau seluruh jemaah tetap bersabar dan tidak keluar hotel sebelum bus penjemput datang. Ia mengingatkan jemaah yang berada di luar area hotel berpotensi mendapat teguran dari aparat keamanan Arab Saudi.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah untuk tetap bersabar menunggu kedatangan bus. Jangan di luar, karena kalau jemaah di luar itu akan ada teguran dari pihak keamanan,” katanya.
Selain itu, ia meminta jemaah terus berkomunikasi dengan ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter agar proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar.
“Tetap melakukan komunikasi dengan ketua rombongan, ketua regunya, ketua kloternya agar ketika pemberangkatan bisa berangkat dengan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.
Khalil memastikan setiap bus yang mengangkut jemaah akan didampingi mandub atau pembimbing dari syarikah untuk mencegah jemaah tersesat selama perjalanan menuju Arafah.
“Kita pastikan bus yang diangkut oleh jemaah haji dari hotel di Makkah wajib didampingi oleh mandub atau mursyid dari syarikah supaya ketika pemberangkatan jemaah dari hotel di Makkah ke Arafah tidak ada yang nyasar,” katanya.
Ia menambahkan, setibanya di Arafah, jemaah akan langsung disambut petugas syarikah dan Satgas Arafah untuk diarahkan menuju tenda masing-masing.
Selama berada di Arafah dan Mina, jemaah juga dipastikan mendapat berbagai fasilitas layanan, mulai dari konsumsi hingga akomodasi.
“Jemaah akan mendapatkan layanan berupa makan tiga kali sehari, kemudian fasilitas tenda ber-AC, toilet, kasur, selimut, dan bantal,” papar Khalil.
Ia menyebut peningkatan fasilitas layanan tahun ini menjadi salah satu bentuk perbaikan penyelenggaraan haji, termasuk respons cepat syarikah terhadap berbagai keluhan yang ditemukan petugas di lapangan.
“Insya Allah tahun ini akan lebih baik lagi karena syarikah juga sangat perhatian dan cepat merespons terhadap keluhan-keluhan yang kami temukan di lapangan,” katanya.*
