MAKKAH — Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus Amirulhaj, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan persiapan keberangkatan bagi jemaah haji Indonesia menjelang pergerakan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) hampir sepenuhnya siap. Hal itu disampaikan Irfan saat melepas keberangkatan jemaah haji Kloter SOC 1-4 menuju Arafah pada Senin (25/5/2026) pagi.
“Hari ini saya ingin melihat persiapan. Insya Allah hampir 100 persen, mungkin kurang dikit-dikit,” kata Gus Irfan.
Saat pelepasan tersebut, Amirulhaj memastikan berbagai kebutuhan dasar jemaah telah dipersiapkan, mulai dari tenda, kasur, hingga konsumsi selama pelaksanaan puncak ibadah haji.
“Tinggal kita pastikan kepada tenda. Yang kemarin penghitungan kasur dan jumlah untuk memastikan semua jemaah dapat,” ujarnya.
Ia juga memastikan distribusi konsumsi dan air bagi jemaah akan terus dijaga selama fase Armuzna berlangsung. Menhaj mengingatkan jemaah untuk mengurangi aktivitas di luar tenda karena cuaca panas dinilai berbahaya bagi kesehatan.
“Kita harapkan di sana jangan banyak jalan-jalan keluar. Panas itu berbahaya bagi kesehatan,” katanya.
Amirulhaj meminta jemaah lebih fokus memperbanyak ibadah, doa, dan zikir selama berada di Armuzna. “Berdoa, berzikir, apapun yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Terkait pelayanan jemaah selama fase Armuzna, Gus Irfan menyebut pemerintah telah meminta para syarikah atau perusahaan layanan haji di Arab Saudi menjaga kualitas pelayanan agar tidak menurun dibanding masa sebelum puncak haji.
Ia juga berharap kualitas layanan justru semakin meningkat selama fase puncak ibadah haji berlangsung. “Itu semua ada peningkatan, syukur biar lebih naik lagi,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Amirulhaj mengimbau seluruh jemaah mematuhi arahan petugas, ketua regu, dan ketua rombongan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Ikuti arahan-arahan dari pimpinan regu, pimpinan rombongan, karena itu semua dalam rangka memberikan keamanan, kenyamanan, dan kepastian pada jemaah,” tutup Gus Irfan.*
