5 months ago
2 mins read

Rupiah, Persepsi dan Psikologi Krisis

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah pada awalnya selalu terlihat teknis yang dipengaruhi oleh: suku bunga The Fed, arus modal keluar, defisit transaksi berjalan, harga komoditas global, cadangan devisa, dan yield obligasi pemerintah. Semua itu adalah faktor fundamental yang lazim dalam mekanisme pasar modern.

Karena itu, pelemahan rupiah pada tahap awal sebenarnya masih dapat dipahami secara rasional. Penguatan dolar AS akibat kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve AS telah menekan hampir seluruh mata uang emerging markets, termasuk rupiah. Dalam teori interest rate parity dan capital flow dynamics, modal global secara alamiah akan bergerak menuju aset dolar ketika yield Amerika Serikat meningkat.

Tetapi krisis mata uang tidak pernah berhenti pada fundamental. Ekonom pemenang Nobel, Robert Shiller, menjelaskan bahwa pasar keuangan sangat dipengaruhi oleh narrative economics, yaitu bagaimana cerita, persepsi, dan psikologi kolektif membentuk perilaku ekonomi masyarakat.

Pada titik tertentu, pelemahan kurs berubah menjadi persoalan persepsi. Dan persepsi melahirkan ekspektasi. Ekspektasi kemudian mengubah perilaku masyarakat. Inilah fase yang paling berbahaya.

Ketika publik mulai percaya rupiah akan terus melemah, maka perilaku ekonomi berubah:

orang mulai menahan dolar, perusahaan memperbesar lindung nilai (hedging), importir mempercepat pembelian valas, investor asing mengurangi eksposur, dan elite ekonomi mulai memindahkan aset ke luar negeri.

Dalam teori self-fulfilling currency crisis yang dikembangkan Maurice Obstfeld, ekspektasi pasar dapat menciptakan krisis yang pada awalnya bahkan belum sepenuhnya terjadi secara fundamental.

Ketika masyarakat percaya mata uang akan jatuh, perilaku kolektif merekalah yang akhirnya benar-benar menjatuhkannya.

Sebuah pelajaran penting dari krisis ekonomi 1998, ternyata krisis besar tidak dimulai ketika angka ekonomi memburuk. Krisis dimulai ketika kepercayaan mulai hilang. Dan yang dikhawatirkan, Indonesia mulai memasuki wilayah psikologis tersebut.

Pasar hari ini tidak hanya membaca data ekonomi. Pasar membaca arah kebijakan dan psikologi negara yang bergerak meninggalkan market economy menuju centralized command economy.  

Ketika negara meluncurkan program besar seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan Danantara dan tergerusnya kepastian hukum, pasar tidak hanya melihat niat baiknya. Pasar mulai menghitung: berapa implikasi fiskalnya dan risiko usaha, bagaimana tata kelolanya, apa dampaknya terhadap APBN, dan bagaimana pengaruhnya terhadap persepsi sovereign risk Indonesia.

Karena mata uang pada akhirnya bukan hanya soal angka. Mata uang adalah refleksi kepercayaan terhadap masa depan suatu negara.

Ekonom Hyman Minsky sejak lama mengingatkan bahwa stabilitas yang terlalu lama sering menciptakan rasa percaya diri berlebihan, yang kemudian melahirkan risiko sistemik tersembunyi. Pada fase tertentu, sentimen pasar dapat berubah sangat cepat dari optimisme menjadi ketakutan.

Begitu pasar mulai meragukan disiplin fiskal, kepastian hukum dan arah kebijakan, serta kemampuan negara menjaga stabilitas jangka panjang, maka tekanan terhadap rupiah akan mudah berubah menjadi spiral psikologis. Dan spiral psikologis jauh lebih sulit dihentikan dibanding tekanan fundamental biasa.

Bank sentral bisa menaikkan suku bunga. Cadangan devisa bisa dipakai untuk intervensi.

Tetapi jika ekspektasi depresiasi sudah tertanam kuat, maka intervensi sering kali hanya memperlambat penurunan, bukan membalikkan arah.

Barry Eichengreen dalam studinya mengenai krisis Asia 1997 menunjukkan bahwa krisis mata uang di negara berkembang sering kali dipercepat oleh hilangnya kredibilitas kebijakan dan kepanikan pasar, bukan semata-mata oleh lemahnya fundamental ekonomi. Karena itu, situasi seperti ini tidak cukup dijawab dengan retorika optimisme.

Yang dibutuhkan adalah policy breakthrough yang nyata dan kredibel yaitu membangun persepsi baru bahwa pemerintah akan melakukan perubahan menuju; efisiensi fiskal, kompetisi usaha yang sehat, kepastian hukum, penguatan produktivitas nasional, reformasi birokrasi dan aparat penegakan hukum, serta arah kebijakan ekonomi yang mampu memulihkan kepercayaan pasar.

Tanpa itu, tekanan terhadap rupiah akan terus menjadi headwinds bagi ekonomi nasional: perlahan menggerus daya beli, investasi, stabilitas usaha, dan akhirnya kepercayaan publik.

Pelajaran terpenting dari krisis tahun 1998 adalah; ketika masyarakat mulai percaya mata uangnya akan jatuh, maka perilaku kolektif masyarakat itulah yang akhirnya benar-benar menjatuhkannya. Karena dalam ekonomi modern, persepsi sering kali lebih kuat daripada realitas itu sendiri.*

Laksamana Sukardi, Politikus Senior.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Koordinasi, Sebuah Catatan Pasar Keuangan

JAKARTA – Ada sesuatu yang menarik dari perkembangan kebijakan ekonomi

Ketika Demokrasi Diperjuangkan: Membaca Indonesia Melalui Autobiografi Erros Djarot

“Sebuah bangsa tidak kehilangan demokrasinya dalam satu malam. Demokrasi mulai
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88