MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus memperkuat layanan bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas (lansia-disabilitas) sejak titik kedatangan hingga penempatan di hotel. Layanan ini menjadi prioritas untuk memastikan kenyamanan jemaah rentan tanpa mengganggu alur pelayanan secara keseluruhan.
Kepala Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas, Suviyanto, menegaskan bahwa fungsi utama tim landis adalah memberikan layanan awal saat jemaah tiba, mulai dari turun dari kendaraan hingga diarahkan ke tempat istirahat.
“Fungsi landis itu sebagai pelayanan pertama ketika jemaah datang, melakukan layanan awal sejak kedatangan agar tidak mengganggu proses layanan lainnya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Setibanya di lokasi, jemaah lansia diprioritaskan mendapatkan tempat istirahat sementara di area lobi sebelum diarahkan ke kamar hotel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil setelah perjalanan panjang.
“Jemaah lansia diberikan tempat di lobi atau ruang istirahat agar merasa nyaman dan mendapatkan layanan terbaik,” kata Suviyanto.
Untuk menunjang layanan tersebut, berbagai fasilitas telah disiapkan di seluruh sektor, mulai dari kursi roda hingga akses ram (ramp) di hotel-hotel Madinah yang memudahkan mobilitas jemaah dari lobi menuju kamar.
“Teman-teman di semua sektor sudah menyiapkan kursi roda bagi yang membutuhkan, dan di hotel sudah ada ramp untuk memudahkan akses,” jelasnya.
Pendampingan juga dilakukan secara menyeluruh, mulai dari turun dari bus, menuju lobi, hingga ke kamar. Termasuk bantuan pengangkutan barang bawaan serta informasi detail terkait lokasi kamar jemaah.
“Jemaah didampingi sejak turun dari bus sampai ke kamar, termasuk barang bawaannya, dan diberikan informasi lantai serta nomor kamar,” ujar Suviyanto.
Di sisi lain, Suviyanto mengimbau jemaah lansia untuk membatasi aktivitas fisik, terutama dalam kondisi cuaca panas di Arab Saudi. Ia menyarankan agar ibadah sunnah dilakukan di tempat tinggal guna menjaga stamina.
“Kami mengimbau jemaah lansia, terutama usia di atas 80 tahun atau dengan penyakit penyerta, untuk tidak banyak beraktivitas. Ibadah sunnah sebaiknya dilakukan di tempat,” katanya.
Namun untuk ibadah wajib, petugas tetap memberikan dukungan penuh, termasuk layanan kursi roda dan pendampingan di lapangan. Peran ketua rombongan dan regu juga diharapkan aktif membantu jemaah yang membutuhkan.
Selain itu, kata Suviyanto, PPIH akan menyiapkan layanan tambahan di Makkah, termasuk pengantaran dan pendampingan jemaah lansia saat menjalankan ibadah. Hal ini penting mengingat kondisi Makkah yang lebih panas dan padat.
“Kondisi Makkah cukup panas, sehingga kami harapkan jemaah bisa menjaga tenaga untuk persiapan puncak haji,” pesannya.
Dengan penguatan layanan tersebut, PPIH berharap jemaah lansia dan disabilitas tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan optimal selama di Tanah Suci.*
