MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah menyiapkan skema khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas dalam proses pendorongan menuju Makkah. Selain memastikan kelancaran miqat di Bir Ali, jemaah juga diingatkan untuk mewaspadai potensi penipuan, khususnya saat menggunakan taksi.
Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, menegaskan seluruh jemaah gelombang pertama akan diberangkatkan dari Madinah ke Makkah dengan mengambil miqat di Bir Ali. Namun, bagi jemaah lansia dan disabilitas, disarankan tidak turun dari bus.
“Bagi jamaah yang lansia, disabilitas, kami menghimbau untuk tidak turun di Bir Ali, cukup mengambil miqat di bus. Nanti akan dipandu oleh pembimbing ibadah kloter atau KBIHU,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menekankan pentingnya kesiapan jemaah sejak dari hotel, termasuk sudah mengenakan pakaian ihram dan menjalankan sunnah-sunnah ihram sebelum berangkat.
“Pastikan kepada seluruh jamaah sejak di hotel sudah menggunakan pakaian ihram, dan tidak ada jamaah laki-laki yang masih menggunakan pakaian dalam saat berihram,” kata Khalil.
Untuk mengantisipasi kondisi khusus pada jemaah lansia, termasuk jika terjadi insiden seperti buang air, petugas di lapangan disiagakan untuk memberikan bantuan.
“Bagi jemaah nanti yang buang air, teman-teman di sektor Bir Ali bisa membantu untuk membersihkan, termasuk membimbing niat ihramnya,” ujarnya.
Koordinasi antara Daker Madinah dan Daker Makkah juga dipastikan berjalan ketat. Data jadwal keberangkatan telah disinkronkan untuk memastikan kesiapan layanan di Makkah, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan dan lansia.
Di sisi lain, Khalil mengungkap adanya modus penipuan yang menyasar jemaah, khususnya terkait penggunaan taksi. Ia menyebut ada kasus di mana sopir taksi meminjam ponsel jemaah dengan dalih membantu menunjukkan lokasi hotel, namun kemudian mengelabui jemaah agar turun tanpa membawa ponselnya.
“Ada modus seakan-akan tidak tahu lokasi, handphone dipinjam untuk shareloc, lalu jamaah didorong turun dengan alasan ada polisi, sehingga HP tertinggal di mobil,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau jemaah untuk selalu menjaga barang pribadi, terutama ponsel, dan tidak menyerahkannya kepada orang lain, termasuk sopir taksi. “Pastikan handphone tetap dipegang, jangan diberikan kepada sopir taksi,” tegasnya.
Selain itu, jemaah juga diminta memahami lokasi hotel masing-masing di Makkah, yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziyah, guna meminimalisir risiko tersesat atau menjadi korban penipuan.
Dengan langkah antisipatif tersebut, PPIH berharap proses pendorongan jemaah dari Madinah ke Makkah berjalan aman, tertib, dan tetap memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan.*
