22 hours ago
1 min read

Bir Ali Disiapkan Optimal, Jemaah Dipastikan Ihram Sesuai Prosedur

Petugas Bimbad Sektor Bir Ali, Agus Susanto. (Foto: MCH 2026)

MADINAH — Petugas Bimbingan Ibadah (Bimbad) Sektor Bir Ali memastikan kesiapan penuh jelang pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan seluruh pembimbing kloter untuk memastikan jemaah memahami proses ihram sebelum melintasi miqat.

Petugas Bimbad Sektor Bir Ali, Agususanto, menjelaskan bahwa sejak di hotel Madinah, jemaah telah dipersiapkan, mulai dari penggunaan kain ihram hingga edukasi larangan-larangan selama berihram.

“Jemaah haji itu sudah mempersiapkan diri sejak dari hotel Madinah. Para laki-laki sudah menggunakan kain ihram, kemudian begitu juga perempuan, dan sudah diedukasi tentang hal-hal yang akan menjadi larangan, konsekuensi setelah mereka ber-ihram nantinya,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Setibanya di Bir Ali, jemaah dipastikan menjalani empat tahapan utama, yakni berhenti di miqat, memastikan kesiapan ihram, melafalkan niat, serta memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Tahun ini, layanan di Bir Ali diperkuat dengan 34 personel dan pembagian delapan titik pemeriksaan (check point) guna mengantisipasi kepadatan dan mencegah jemaah tersasar di area yang lebih luas dibanding tahun sebelumnya.

“Yang pertama, pasti jemaah itu berhenti di Bir Ali, jangan sampai ada yang melintas ke Kota Makkah tanpa bermiqot. Kemudian yang kedua, memastikan jemaah sudah siap ber-ihram. Ketiga, mereka memastikan sudah berniat. Barulah yang keempat, memastikan jemaah tidak ada yang tertinggal,” kata Agus.

Dalam praktiknya, jemaah diarahkan untuk turun, melaksanakan salat di masjid, serta menyempurnakan wudu sebelum kembali ke bus dan dipimpin melafalkan niat bersama. Namun, untuk jemaah lansia dan disabilitas, petugas mengupayakan tetap berada di dalam bus demi efisiensi dan keamanan.

Selain itu, edukasi terkait larangan ihram terus diperkuat, mulai dari larangan memakai pakaian berjahit bagi laki-laki, menutup kepala, menggunakan wewangian, hingga larangan berselisih, berburu, atau melakukan aktivitas yang berpotensi membatalkan ihram.

“Seluruh jemaah diedukasi tentang larangan-larangan ihram, karena apabila mereka melanggar hal ini, maka konsekuensinya bisa sampai terkena dam,” ujarnya.

Setibanya di Makkah, jemaah tidak langsung menuju Masjidil Haram, melainkan diarahkan ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan diri sebelum melaksanakan umrah wajib.

Mengantisipasi potensi keterlambatan atau kepadatan di Bir Ali, petugas juga menyiapkan skema alternatif. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk turun, jemaah tetap dapat melaksanakan niat ihram dari dalam bus.

“Turun di Bir Ali dan melaksanakan shalat ihram ini hukumnya sunnah, yang wajib adalah berniat. Maka jemaah bisa murur untuk melaksanakan niat ihram itu sendiri, tanpa mereka harus turun,” kata Agus.

Dengan skema layanan tersebut, PPIH berharap seluruh proses miqat di Bir Ali berjalan tertib, efisien, dan tetap sesuai syariat, sehingga jemaah dapat melanjutkan perjalanan ke Makkah dalam kondisi siap menjalankan rangkaian ibadah haji.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

Miqat di Bir Ali, Ini yang Dilakukan Jemaah

MADINAH — Proses miqat jemaah haji Indonesia di Bir Ali tak

Ribuan Jemaah Mulai Bergerak ke Makkah, Gelombang I Jalani Umrah Wajib

MADINAH — Pergerakan jemaah haji Indonesia menuju Makkah resmi dimulai. Pada
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88