3 days ago
1 min read

Kemenhaj RI Ingatkan Kesiapan Kesehatan dan Barang Bawaan Jemaah Haji

Staf Ahli Bidang Media Kemenhaj RI, Ichsan Marsha. (Foto: MCH 2026)

JAKARTA – Kementerian Haji Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menekankan pentingnya kesiapan kesehatan dan kepatuhan terhadap ketentuan barang bawaan bagi calon jemaah haji.

Staf Ahli Bidang Media Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, mengatakan aspek kesehatan menjadi kunci utama dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji, khususnya sebagai prasyarat jelang pelunasan dan pedoman selama berada di Tanah Suci.

Menurut Ichsan, penetapan istilah dan standar kesehatan menjadi bagian penting yang harus dipahami seluruh jemaah, terutama jemaah lanjut usia. Kesiapan fisik dan mental terus ditekankan agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik.

“Secara teknis, calon jemaah haji dapat mempersiapkan diri dengan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki secara rutin setiap pagi. Ini menjadi kebiasaan yang baik untuk menjaga kebugaran jelang keberangkatan,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Selain kesiapan fisik, Ichsan juga menyoroti pentingnya pemahaman terkait barang bawaan. Ia mengingatkan jemaah agar membawa perlengkapan yang benar-benar diperlukan, terutama perlengkapan perlindungan diri untuk beradaptasi dengan cuaca dan iklim Arab Saudi, serta obat-obatan pribadi sesuai kebutuhan.

Ichsan menyebut masih ditemukan jemaah yang membawa peralatan rumah tangga, seperti alat penanak nasi, peralatan dapur, hingga bahan makanan.

“Hal-hal tersebut tidak perlu dibawa. Setiap hari jemaah sudah disediakan makanan yang disesuaikan dengan cita rasa Nusantara, sehingga tidak perlu khawatir soal konsumsi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang-barang yang dilarang oleh otoritas Arab Saudi, termasuk benda-benda tertentu seperti banner, jimat, atau barang lain yang berpotensi melanggar aturan hukum setempat. Menurutnya, pelanggaran atas ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi hukum.

Terkait petugas haji, Ichsan menegaskan bahwa bekal terpenting bukan hanya perlengkapan pribadi, tetapi kesiapan mental dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan. Petugas dituntut memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta orientasi penuh pada pelayanan jemaah.

“Petugas harus siap membangun komunikasi dengan jemaah, memahami layanan yang diberikan, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta memiliki pemahaman yang baik terkait tugas pelayanan, transportasi, dan akomodasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh kesiapan tersebut telah dibahas secara intensif dalam proses pendidikan dan pelatihan. Kemenhaj RI berharap dengan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman aturan yang baik, baik jemaah maupun petugas dapat menjalankan perannya secara optimal selama penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci.*

Go toTop

Jangan Lewatkan

Wamenhaj: Petugas PPIH 2026 Ukir Era Baru Penyelenggaraan Haji

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar

Kemenhaj Pastikan Petugas Haji Arab Saudi Tak Kurangi Kuota Jemaah

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia RI (Kemenhaj)
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88