7 months ago
1 min read

Tantangan Jemaah Haji Lansia dan Perempuan

Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid. (Foto: Chairul Akhmad)

JAKARTA – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, mengharapkan petugas haji melayani jemaah haji dengan sepenuh hati, terutama jemaah lansia dan perempuan. Hal ini disampaikan Alissa saat memberikan pembekalan kepada calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Selama ini, menurut dia, kacamata layanan jemaah haji adalah kacamata laki-laki. Alissa yang menjadi anggota Amirul Haj pada 2023 itu mengatakan jemaah lansia punya tantangan yang sangat spesifik. Di antaranya kondisi fisik yang melemah, tantangan saat berada di Arab Saudi, hingga gap informasi dan teknologi.

“Mereka (jemaah lansia) tidak terbiasa di area bandara, tidak pernah naik pesawat, menghadapi bahasa sangat berbeda, makanya mereka mengandalkan petugas haji,” ujar putri sulung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Selain itu, kata dia, para lansia ini tidak terbiasa mengingat informasi. Mereka bahkan tidak tahu dari mana kabupaten mana mereka berasal. Tidak paham kloter dan hotel tempat mereka menginap di Tanah Suci.

“Lansia lahir di abad lalu. Mereka tidak kenal telepon genggam. Walau kenal, tapi tidak tahu cara menggunakannya,” ujar Alissa.

Ia menambahkan, kapasitas fisik jemaah lansia mengalami penurunan, seperti pendengaran, penglihatan, dan tenaga. Mereka juga dihinggapi penyakit kronis seperti sakit punggung, rematik, asam urat, hingga penyakit geriatrik.

“Kapasitas mental yang menurun membuat pemahaman mereka berkurang. Mereka menjadi pelupa (demethia) karena teriknnya cuaca di Arab Saudi. Hal ini membuat mereka mudah tertekan dan depresi,” katanya.

Sementara jemaah tantangan jemaah perempuan, lanjut Alissa, terkait dengan siklus reproduksi yang mereka alami. Mereka juga butuh perlengkapan yang lebih banyak ketimbang laki-laki. Selain itu, perempuan juga membutuhkan pendampingan ibadah dan pendampingan secara fisik.

“Kita masih menghadapi keterbatasan jumlah pendamping perempuan, fasilitas yang belum sepenuhnya sensitif gender, termasuk jumlah kamar mandi dan WC, hingga persoalan perlengkapan yang harus dibawa sendiri oleh jemaah perempuan,” ungkapnya.

Bagi jemaah haji, kata Alissa, seragam petugas adalah sumber rasa aman. Ketika mereka melihat petugas, mereka merasa aman, dan tidak panik. 

Ia berharap petugas haji dapat memahami bahwa lansia dan perempuan bukan kelompok yang harus menyesuaikan diri dengan sistem, melainkan sistem yang harus hadir melindungi mereka.

“Perjalanan haji adalah impian tiap Muslim. Berikanlah pengalaman terbaik bagi jemaah lansia. Mungkin ini adalah perjalanan terakhirnya,” pungkas Alissa.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88