10 months ago
2 mins read

CORE Insight: Konsekuensi Ekonomi di Balik Duka Sumatera

Banjir di Aceh. (Foto: Mongabay Indonesia)

JAKARTA – Hampir satu bulan pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemulihan tampak berjalan lambat. Beberapa desa bahkan masih terkendala untuk mendapatkan bantuan yang memadai. Hingga 22 Desember 2025, skala dampak bencana semakin luas seiring pendataan yang semakin lengkap. 

Per tanggal ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia mencapai 1.090 orang, 186 orang hilang, dan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka. Adapun kerusakan infrastruktur fisik meliputi 147.236 unit rumah, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 145 jembatan, dan 290 gedung/kantor. Tercatat luasan bencana menyentuh 52 kabupaten/kota dengan total 3,3 juta jiwa terdampak, atau sekitar 5,5% penduduk pulau Sumatera.

Meskipun curah hujan ekstrem karena Siklon Senyar menjadi pemicu langsung, skala kerusakan yang masif mencerminkan kerentanan struktural yang terakumulasi selama dua dekade terakhir. 

Degradasi ekosistem hutan akibat ekspansi perkebunan dan industriekstraktif telah menurunkan kapasitas infiltrasi air secara signifikan dan menghilangkan fungsi hutan sebagai penyangga alami. Temuan kayu gelondongan dengan bekas gergaji mesin yang terbawa arus banjir menjadi bukti konkret adanya praktik penjarahan hutan yang tidak terkendali di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai.

Bencana Sumatera menyisakan beban pemulihan yang sangat berat. Ruang fiskal yang terbatas dan pemangkasan anggaran penanggulangan bencana menjadi sebuah kontradiksi yang sulit dipahami. Apalagi secara geografis Indonesia berada dalam bagian Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan risiko bencana sangat tinggi. 

Ketika pemerintah pusat tidak penuh menyokong pemulihan, beban tersebut jatuh kepada masyarakat terdampak. Bencana Sumatera 2025 juga menjadi pengingat pahit bahwa biaya yang tidak dibayar untuk pencegahan dan mitigasi pada akhirnya akan ditagih berkali lipat dan yang paling menanggung bebannya adalah mereka yang paling tidak mampu.

CORE mengestimasikan pertumbuhan ekonomi nasional dan ketiga provinsi terdampak akan mengalami koreksi. Aceh diprediksi menanggung beban terberat dengan pemangkasan -0,44%, sementara Sumatera Utara (-0,15%) dan Sumatera Barat (-0,36%) juga tertekan signifikan. 

“Investasi dan serapan tenaga kerja ikut terpangkas, dengan sektor konstruksi dan transportasi mengalami tekanan paling dalam,” tulis CORE dalam kajiannya.

Menurut CORE, biaya pemulihan infrastruktur fisik diperkirakan mencapai Rp77,4 triliun, 30 kali lipat dari biaya pencegahan yang hanya Rp2,6 triliun per tahun untuk  reforestasi dan peremajaan perkebunan. Angka ini belum termasuk kerugian non-fisik dari lumpuhnya aktivitas ekonomi rumah tangga, trauma psikis, dan ketertinggalan pendidikan anak-anak di daerah terdampak.

Rata-rata PAD di 52 kabupaten/kota terdampak hanya Rp159,9 miliar, berbanding dengan kebutuhan pemulihan rata-rata Rp 700 miliar per daerah. Ini tidak mungkin ditutup melalui pembiayaan mandiri, bahkan dengan refocusing maksimal sekalipun.

Dengan 63% dari 52 kabupaten/kota terdampak memiliki Kapasitas Fiskal Daerah rendah atau sangat rendah, pembiayaan mandiri tidak mungkin dilakukan. CORE mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status bencana nasional.

“Keterbatasan APBD dan APBN membuat pembiayaan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak memadai, sehingga kenaikan status menjadi bencana nasional diperlukan untuk membuka akses pembiayaan dan bantuan internasional,” papar CORE.

Bencana Sumatera 2025 adalah pengingat pahit bahwa biaya yang tidak dibayar untuk pencegahan pada akhirnya akan ditagih berkali lipat dan yang paling menanggung beban adalah masyarakat yang paling tidak mampu. 

“Tanpa reformasi struktural dalam tata kelola kehutanan, ekonomi ekstraktif, dan isu lingkungan lainnya, pertumbuhan ekonomi (PDB) yang dicapai hanya PDB semu. Pertumbuhan ekonomi tinggi hanya terjadi dalam jangka pendek, dan ketika terjadi bencana biaya pemulihan akan sangat tinggi,” tegas CORE.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kelas Menengah dan Ilusi Pemulihan Ramadan 2026

JAKARTA — Sinyal perbaikan konsumsi menjelang Ramadan 2026 mulai terlihat

Jelang Ramadan, Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88