10 months ago
1 min read

Negara Konoha: Panggung Sirkus Ijazah, Ketika Hukum Dipaksa Jadi Alat Kriminalisasi

Ilustrasi. [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Ada yang janggal di negeri Konoha ini: orang bisa terancam dipenjara hanya karena bertanya, sementara yang ditanya justru tak pernah menunjukkan apa pun.

Inilah panggung sirkus ijazah—sebuah tontonan absurd ketika mantan pemimpin nomor 1 lebih sibuk menutup pertanyaan daripada membuka bukti. Publik tak diminta memahami, hanya diminta percaya. Tak penting apakah logis atau tidak. Yang penting: diam.

Padahal, mereka yang meragukan ijazah sudah melakukan apa yang bisa dilakukan warga negara: menelusuri arsip, memeriksa dokumen, menguji tanda tangan, menantang debat terbuka. Semuanya dilakukan secara transparan.

Dan respons yang diberikan? Tidak ada ijazah. Tidak ada dokumen. Tidak ada klarifikasi. Yang muncul hanya serangkaian laporan polisi—seolah hukum adalah palu untuk memukul rasa ingin tahu. Hukum jadi alat memenjarakan orang.

Ironi semakin pekat ketika mantan presiden itu berlagak paling benar tanpa mau menunjukkan bukti paling dasar. Di dunia hukum, bukti adalah pondasi. Tapi dalam drama ini, bukti justru menjadi hantu yang dijaga mati-matian.

Hukum pembuktian dibolak-balik: rakyat yang bertanya dianggap bersalah, sedangkan mantan penguasa yang harusnya membuktikan malah bersembunyi di balik aparat.

Sungguh aneh: Padahal Barack Obama saja bisa memperlihatkan akta lahirnya. Urusan langsung selesai. Asrul Sani bisa menunjukkan ijazahnya. Tapi seorang mantan presiden dua periode malah tidak mampu melakukan hal seremeh itu. Hal yang sangat mudah sesungguhnya agar energi bangsa ini tidak terkuras sia-sia.

Pertanyaannya: mengapa? Apa yang sebenarnya ditakuti? Apa yang membuat sebuah dokumen yang cukup hanya 5 menit ditunjukkan, berubah menjadi teka-teki bertahun-tahun yang berujung ancaman jeruji besi terhadap anak bangsa sendiri?

Jika si orang kuat tsb benar-benar berhati bijak dan cinta pada rakyatnya, maka penyelesaiannya sederhana: tampilkan ijazahnya, hadirkan ahli, verifikasi secara terbuka, maka selesai.

Tapi justru karena tidak dilakukan, publik semakin yakin bahwa ada yang tidak beres—apalagi si mantan penguasa itu memilih jalan paling mudah: mengancam kritik daripada menjawab kritik.

Selama bukti tidak ditampilkan, selama transparansi ditolak, selama hukum hanya dipakai sebagai pentungan, maka negeri ini tidak sedang menegakkan keadilan—negeri ini sedang mempertontonkan sirkus politik yang memalukan. Dan inilah kesimpulan paling menyakitkan: kebenaran yang tulus tidak pernah perlu diselamatkan oleh polisi.

Jika mantan penguasa ingin dihormati, bukan ditertawakan, maka hentikan sirkusnya. Tunjukkan buktinya. Dan biarkan hukum kembali pada martabatnya.

Didi Irawadi Syamsuddin, Advokat, Penulis, Politikus.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Tantangan Mundur Pimpinan DPR Bukan Hal yang Luar Biasa

JAKARTA – Ada sesuatu yang terdengar heroik dari Senayan. Pimpinan

Budi Arie Minta Maaf soal Pernyataan yang Viral

JAKARTA — Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan permohonan maaf
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88