1 year ago
1 min read

Memahami Peran Tiongkok Setelah Bubarnya Uni Soviet

JAKARTA – Jurnalis Senior Tempo, Bambang Harymurti, memberikan pandangan bahwa setelah Perang Dunia Kedua, dunia didominasi oleh dua kekuatan besar, Amerika Serikat dan Uni Soviet, dalam sistem bipolar.

Bubarnya Uni Soviet pada awal 1990-an mengakhiri sistem ini dan menciptakan ketidakseimbangan global.

“Sebenarnya kalau kita lihat PBB sekarang tuh kan warisan usai Perang Dunia Kedua yang menghasilkan dua super power, Uni Soviet dan Amerika. Tapi kan kita tahu tahun 1990-an Uni Sovietnya bubar sehingga terjadi ketidakseimbangan. Nah, dari masa itu sampai sekarang itu sebetulnya mencari keseimbangan baru,” katanya di Total Politik.

Menurut Bambang, dalam konteks mencari keseimbangan baru adalah siapa yang akan menggantikan peran Uni Soviet sebagai penyeimbang kekuatan global. Dengan pertumbuhan ekonomi dan militer yang pesat, kemungkinan Tiongkok akan mengambil peran tersebut. Dominasi Tiongkok di global tentu memengaruhi dinamika geopolitik, khususnya di Asia Tenggara.

“Dulu kan dunia dibagi menjadi dua, dunia Barat dan dunia Timur. Kebetulan ada yang ketiga, Indonesia dengan non-bloknya. Tapi sekarang, tiba tiba satu polar tidak ada, ini mencari bentuk baru. Apakah Uni Soviet akan digantikan oleh Tiongkok? Ini menurut saya sangat berperan bagi Indonesia,” ujarnya.

Pandangan ini menyoroti betapa pentingnya bagi Indonesia untuk memperhatikan dinamika geopolitik di kawasan, terutama dengan meningkatnya pengaruh Tiongkok. Indonesia harus mampu menavigasi situasi ini dengan kebijakan luar negeri yang kuat, mempertahankan kedaulatan wilayahnya, serta memastikan bahwa kepentingan nasionalnya tetap terjaga di tengah perubahan tatanan global.

“Tiongkok itu makin kuat, dia pasti lebih ingin mengamankan kepentingannya, jalur dagangnya termasuk Selat Malaka. Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar itu menjadi wilayah yang sangat penting untuk keamanan Tiongkok. Kalau dia merasa tidak terjamin keamanannya, dia akan mencari jalan untuk mengamankan itu sendiri,” sambungnya.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Quo Vadis Politik Luar Negeri Indonesia 2026?

JAKARTA – Situasi dunia pada 2026 diproyeksi akan memasuki turbulensi

Palestina Sambut PBB Tuntut Israel Cabut Pembatasan Bantuan Gaza

RAMALLAH – Palestina menyambut baik resolusi Majelis Umum Perserikatan Banga
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88